Rekomendasi Kedai Kopi di Semarang: Kofi Djohar Sajikan Kopi Hainan Nikmat

Rizal Hartanto
4 Min Read

Kedai Kopi Kofi Djohar: Pengalaman Ngopi Unik di Pasar Johar

Di tengah tren ngopi yang semakin populer di kalangan anak muda, kini hadir sebuah kedai kopi baru yang menawarkan pengalaman unik dan lokasi yang sangat Instagramable. Lokasinya berada di Pasar Johar, salah satu area penting di Kota Semarang yang kaya akan sejarah.

Kedai kopi ini memiliki konsep yang berbeda dari kebanyakan tempat minum kopi lainnya. Dengan menghadirkan suasana yang nyaman dan penuh dengan energi pasar, Kofi Djohar menjadi tempat yang ideal untuk sekadar duduk sejenak, bekerja, atau sekadar berdiskusi santai bersama teman-teman.

Konsep Kopi Hainan yang Menggabungkan Budaya Lokal

Kofi Djohar tidak hanya menyajikan menu kopi yang lezat, tetapi juga membawa konsep kopi Hainan yang berasal dari teknik sangrai dan penyeduhan yang dibawa oleh imigran Hainan dari Tiongkok ke Asia Tenggara pada awal abad ke-20. Konsep ini kemudian berpadu dengan budaya China yang sudah lama ada di Semarang.

Pemilik kedai, Zipo Istifar, menjelaskan bahwa proses roasting kopi di sini menggunakan gaya Hainan yang khas. Ia juga menyesuaikan seluruh konsep dengan cara pengolahan yang sesuai dengan tradisi pasar dan kultur kopinya.

“Roasting-nya gaya Hainan, peranakan China, sehingga segala macam konsepnya saya sesuaikan sama treatment-nya. Benar-benar budaya yang menggambarkan pasar dan kaki lima serta kultur kopinya,” ujarnya.

Jam Operasional Sesuai dengan Pasar

Berbeda dengan coffee shop biasanya, Kofi Djohar buka sesuai dengan jam operasional pasar yaitu mulai dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore, setiap hari. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu kopi khas Hainan seperti Kopi O biasa, Kopi O Butter, dan Kopi Susu Klasik. Selain itu, tersedia juga Milk Tea dan kudapan toast rasa Srikaya.

Menurut Zipo, saat ini masyarakat Semarang lebih suka Kopi Susu Klasik yang Butter. Meskipun awalnya tidak berniat untuk mempromosikan bisnis melalui media sosial, ternyata antusiasme masyarakat sangat besar. Bahkan, kadang-kadang kedai ini kehabisan kursi karena ramai pengunjung.

Fokus pada Kualitas Menu

Meski belum satu bulan beroperasi, Zipo tidak terburu-buru dalam mengembangkan bisnisnya. Ia lebih fokus pada menjaga kualitas menu agar pelanggan merasa puas dan kembali lagi.

“Saya tidak buru-buru, saya tidak fokus di tempatnya, cuma ingin fokus menjaga kualitas menunya,” ujarnya.

Sebelumnya, Zipo juga telah mencoba konsep serupa di beberapa tempat lain seperti Kopi Tyang di Pasar Cakranegara, Lombok, dan Kopi Susu Santa di Pasar Santa, Jakarta. Kedai-kedai tersebut hingga kini masih bertahan.

Pengalaman Unik dan Menarik

Tyas (23), salah satu warga Gayamsari Semarang, mengaku heran dan baru tahu bahwa di Pasar Johar ada kedai kopi. Ia mengatakan, biasanya ketika berkunjung ke Johar, ia hanya belanja, tapi sekarang bisa sambil ngopi.

“Tempat dan menunya unik, ya mungkin saya akan kembali lagi dengan teman saya atau ngopi sembari menunggu ibu di pasar,” tambahnya.

Dengan konsep yang unik dan lokasi yang strategis, Kofi Djohar tidak hanya menjadi tempat ngopi, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya yang hidup di Pasar Johar.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *