Tips Liburan ke Jepang Saat Musim Sakura
Liburan ke Jepang untuk menikmati keindahan bunga Sakura pasti menjadi impian banyak keluarga. Tahun ini, bunga sakura diprediksi mekar lebih awal, yaitu sekitar tanggal 19–20 Maret. Jepang tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, tetapi juga udara yang segar, makanan lezat, dan dikenal sebagai negara yang sangat aman bagi wisatawan keluarga.
- Tips Liburan ke Jepang Saat Musim Sakura
- 1. Persiapkan Dana Keuangan 3 Bulan Sebelumnya
- 2. Tukarkan Mata Uang Yen Agar Tidak Repot Saat di Jepang
- 3. Siapkan Kartu Cadangan
- 4. Jangan Abaikan Proteksi Perjalanan
- 5. Evaluasi dan Pengaturan Cash Flow Setelah Pulang
- FAQ Seputar Liburan ke Jepang
- Kenali Manikur Jepang yang Fokus Pada Kesehatan Kuku
- Ramen Otentik Jepang dengan Bahan Halal, Harga Mulai dari 39 Ribu
- Usung Adat Aceh dan Jepang, Teuku Rassya Bocorkan Konsep Pernikahannya
Menurut Febri Rusli, Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia, generasi X, Y, dan Z cenderung melakukan perjalanan satu hingga dua kali setahun, dan Jepang menjadi salah satu destinasi favorit mereka. Berdasarkan Jenius Study 2026, para ibu dari generasi X (kelahiran 1965–1980) biasanya menjadi “Smart Planner” (51%) yang fokus pada harga dan promo. Mereka biasanya menyusun itinerary yang efisien dengan mengunjungi tempat-tempat yang berdekatan.
Untuk menjaga liburan tetap berkesan tanpa merusak tabungan, berikut beberapa strategi cerdas yang bisa Mama terapkan:
1. Persiapkan Dana Keuangan 3 Bulan Sebelumnya
Berdasarkan studi, lebih dari 50% traveler lintas generasi sudah menyiapkan anggaran liburan mereka sejak 3 bulan sebelum keberangkatan. Mama sebaiknya menyusun itinerary yang efisien dengan mengunjungi tempat-tempat yang berdekatan agar waktu dan ongkos transportasi lebih hemat.
2. Tukarkan Mata Uang Yen Agar Tidak Repot Saat di Jepang
Jepang dikenal sebagai negara yang masih sangat mengandalkan uang tunai (cash-driven country), sehingga memiliki persediaan Yen yang cukup adalah kunci kenyamanan selama di sana.
Kabar baiknya, Mama tidak perlu lagi repot mengantre di money changer atau mengejar jam operasional bank yang terbatas. Solusinya adalah menggunakan aplikasi Jenius yang menawarkan kemudahan menukar mata uang asing kapan saja.
“Terus jangan lupa kartu Debit Jenius (m-Card) tadi juga dihubungkan ke saldo Yen. Jadi nanti kalau ngetap-ngetap di Jepang langsung ambil dari yen. Enggak kena konversi lagi karena teman-teman kan langsung beli yennya,” jelas Febri Rusli.

3. Siapkan Kartu Cadangan
Kehilangan kartu di luar negeri saat membawa anak-anak tentu bisa memicu kepanikan. Selain melakukan blokir sementara (temporary block) melalui aplikasi, ada trik khusus yang bisa Mama lakukan: membuat kartu tambahan (X-Card) untuk diri sendiri.
Febri Rusli menyarankan, Mama dapat membawa dua kartu. Kartu utama digunakan untuk keperluan transaksi harian, sedangkan kartu tambahan disimpan dengan aman di tempat terpisah, seperti di dalam koper bersama paspor.
Dengan fitur X-Card dari Jenius, Mama bisa memiliki hingga 5 kartu cadangan yang limitnya bisa diatur sendiri. Jadi, jika kartu utama hilang, Mama cukup mengambil cadangan tanpa perlu menelepon bank.

4. Jangan Abaikan Proteksi Perjalanan
Meskipun Jepang sangat aman, data menunjukkan bahwa 58% traveler ternyata tidak membeli asuransi perjalanan. Padahal, proteksi ini sangat penting untuk melindungi keluarga dari risiko tak terduga seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga biaya medis darurat.

5. Evaluasi dan Pengaturan Cash Flow Setelah Pulang
Fase evaluasi sangat penting untuk melihat seberapa besar anggaran yang telah terpakai. Febri Rusli menjelaskan bahwa banyak orang baru menyadari pengeluaran mereka setelah liburan selesai. Jika Mama merasa ada pengeluaran yang “khilaf” atau berlebih.
Alih-alih membiarkan tabungan utama habis untuk membayar biaya liburan sekaligus, Mama bisa mengikuti trik Febri Rusli yang menyebutnya sebagai funding forward.
“Saya itu tipe orang yang liburan enggak mau mengganggu tabungan. Saya enggak mau ngelihat angka tabungan saya berkurang. Tapi saya finance ke depan caranya cicilan 0%,” kata Febri Rusli.
Dengan memanfaatkan fitur cicilan atau promo cashback, Mama bisa menjaga agar tabungan tetap utuh menghasilkan bunga atau dialokasikan ke investasi lain, sementara biaya liburan dibayarkan secara bertahap.

FAQ Seputar Liburan ke Jepang
Question: Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang?
Answer: Waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang biasanya pada musim semi (Maret–Mei) saat bunga sakura bermekaran.
Question: Apakah Jepang aman untuk wisatawan?
Answer: Ya, Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia.
Question: Berapa lama idealnya liburan di Jepang?
Answer: Durasi ideal liburan di Jepang sekitar 7–10 hari agar bisa mengunjungi beberapa kota populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka tanpa terburu-buru.