Tips Sederhana Menghemat BBM Saat Berkendara
Krisis pasokan minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini membuat banyak orang mencari cara efisien dalam menggunakan bahan bakar kendaraan. Pebalap Rifat Sungkar, yang pernah meraih 8 kali juara rally nasional, berbagi beberapa tips sederhana untuk menghemat BBM saat berkendara.
Pastikan Kinerja Mesin Optimal
Kondisi mesin menjadi faktor utama dalam menghemat konsumsi BBM. Menurut Rifat, mesin yang sehat akan bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang tidak optimal. Ia menekankan pentingnya memastikan pelumas yang tepat, servis injektor secara berkala, dan menjaga sistem pengapian serta fuel filter dalam kondisi bersih.
“Mesin modern tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya. Rifat juga menyarankan untuk memeriksa busi secara rutin, karena komponen ini sangat berpengaruh pada performa mesin.
Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain kondisi mesin, gaya berkendara juga memengaruhi konsumsi BBM. Rifat mengatakan bahwa gaya berkendara agresif seperti terus-menerus menekan pedal gas dan rem dapat meningkatkan penggunaan bahan bakar. Ia menyarankan agar pengemudi menggunakan gaya berkendara yang halus dan alami.
“Hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Ini bisa membantu kita menghemat BBM secara signifikan,” katanya. Selain itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga menjadi salah satu strategi penting.
Jaga RPM Tetap Rendah
Menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah namun dengan kecepatan yang optimal juga sangat membantu dalam menghemat konsumsi BBM. Rifat menjelaskan bahwa semakin tinggi tenaga, maka semakin besar energi yang digunakan.
“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” ujarnya. Untuk mobil bertransmisi otomatis, sistem gearbox biasanya dirancang untuk mencari titik efisiensi terbaik, sehingga konsumsi BBM lebih stabil.
Rifat juga menyarankan pengemudi untuk mencoba mode berkendara ‘eco’ jika tersedia, karena fitur ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.
Gunakan Gigi Manual Secara Tepat
Untuk kendaraan dengan transmisi manual, Rifat masih memegang prinsip yang sama yaitu gunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membuat konsumsi BBM lebih boros.
“Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” katanya. Dengan mengatur gigi secara benar, pengemudi dapat mengurangi penggunaan bahan bakar secara signifikan.
Ubah Mindset Berkendara
Lebih dari sekadar teknik, Rifat menekankan pentingnya perubahan pola pikir saat berkendara. Efisiensi energi dimaknai oleh Rifat sebagai pengorbanan sedikit tenaga demi konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Dengan kombinasi perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih bijak, efisiensi bahan bakar bukanlah hal yang sulit dicapai. Di tengah kondisi energi saat ini, langkah sederhana ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga berkontribusi pada penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Kapasitas Tangki BBM yang Cukup
Rifat menjelaskan bahwa kapasitas tangki BBM kendaraan sudah dirancang sesuai kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Untuk sepeda motor umumnya memiliki tangki berkapasitas 3–7 liter, sedangkan mobil berkisar 35–60 liter tergantung jenisnya.
Dengan konsumsi rata-rata, motor hanya membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk jarak 20–30 km, sementara mobil pribadi sekitar 3–5 liter per hari untuk jarak 30–50 km. Artinya, dalam penggunaan normal, satu kali pengisian penuh sebenarnya sudah cukup untuk beberapa hari, sehingga tidak perlu melakukan pengisian berlebihan atau terlalu sering.