Tips Menghindari Arus Laut Berbahaya untuk Wisatawan Parangtritis

Ratna Purnama
6 Min Read

Peringatan Bahaya Rip Current di Pantai Parangtritis

Bagi wisatawan yang ingin berlibur ke pantai di Yogyakarta, khususnya Pantai Parangtritis, penting untuk waspada terhadap bahaya rip current. Dalam dua hari terakhir, tercatat ada enam wisatawan yang terseret ombak di lokasi tersebut. Beruntung, seluruh korban berhasil diselamatkan oleh petugas SAR yang bertugas di sekitar lokasi kejadian.

Enam korban yang terseret ombak di Pantai Parangtritis terdiri dari NF (20), M (19), S (16), dan R (17), pelajar dari Jawa Barat, yang terseret arus pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Selanjutnya, RWS(14) dan RM (17), pelajar asal Jawa Tengah, terseret arus di Pantai Parangtritis pada Kamis (15/12/2025).

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis-Depok, M. Arief Nugraha, menyebut bahwa seluruh korban terseret ombak di area rip current. Para korban ini tidak mengetahui karena tempat yang digunakan untuk bermain air adalah area rip current. Seluruh korban berhasil diselamatkan oleh SAR gabungan dalam kondisi selamat.

“Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, Dipolairud Polda DIY, dan Basarnas Yogyakarta, melakukan pertolongan terhadap enam wisatawan tersebut dengan berenang menggunakan pelampung dan papan surfing,” tutup dia.

Apa Itu Rip Current?

Rip current adalah arus laut yang kuat dan sempit yang mengalir dari pantai ke arah laut. Area rip current benar-benar berbahaya dan telah terbukti dengan banyaknya wisatawan yang terseret ombak saat bermain air di area rip current. Arus ini terbentuk ketika ombak yang datang ke pantai mengalirkan air ke laut melalui saluran sempit di antara gelombang.

Meskipun tampak seperti area yang tenang, rip current bisa sangat berbahaya karena dapat menarik perenang jauh ke tengah laut dengan kekuatan yang cukup besar, bahkan lebih cepat daripada kebanyakan orang bisa berenang.

Cara Menghindari Rip Current

Untuk menghindari bahaya rip current, penting untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda di pantai, seperti area dengan gelombang yang lebih kecil atau lebih tenang. Jika terjebak dalam rip current, jangan panik dan hindari melawan arus tersebut. Sebaiknya, coba berenang menyamping untuk keluar dari jalur arus atau berenang perlahan ke arah diagonal ke pantai. Jangan ragu untuk meminta bantuan penjaga pantai jika diperlukan.

Wisatawan Padati Pantai Parangtritis

Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, kawasan wisata Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menjadi buruan pelancong dari berbagai daerah. Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rohmad Riwanto, berujar kunjungan wisatawan di lokasi wisata alam tersebut mengalami lonjakan cukup signifikan.

“Pada Rabu (24/12/2025) dari pagi sampai pukul 19.00 WIB, ada 6.216 pengunjung di Pantai Parangtritis yang masuk melalui TPR Pantai Parangtritis,” katanya, kepada , Jumat (26/12/2025). Kemudian, pada sehari berikutnya atau pada Kamis (25/12/2025) dari pagi hingga pukul 19.00 WIB, terdapat 10.971 pengunjung Pantai Parangtritis. Artinya, jumlah wisatawan itu meningkat sebanyak 4.755 pengunjung.

Sedangkan, pada Jumat (26/12/2025) sampai pukul 15.19 WIB, tercatat ada 5.212 pengunjung. Rohmad mengaku belum bisa memperkirakan peningkatan kunjungan pada hari ini, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. “Saya belum bisa memastikan kondisi pengunjung saat ini apakah lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Apalagi saat ini sedang hujan. Nanti, kita tunggu sampai pukul 19.00 WIB,” ujar dia.

Disampaikannya, kunjungan wisatawan Pantai Parangtritis selama libur Nataru ini cukup beragam. Bahkan, hampir semua kalangan datang menghabiskan waktu libur di kawasan itu. Demikian pula dengan asal daerah wisatawan Pantai Parangtritis yang disebut-sebut cukup beragam. Beberapa di antaranya, ada wisatawan yang berasal dari Jakarta dan Jawa Barat.

“Dan selama libur Nataru ini, terdapat tambahan personel TPR Parangtritis. Kalau hari biasa ada 10 orang, saat ini ada 14 orang untuk memungut retribusi wisatawan Pantai Parangtritis,” ujar dia.

Tambah Personel

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, berujar, bahwa pihaknya telah menambahkan jumlah personel pemungut retribusi di TPR wisata. “Selama Nataru ini, kami menambah personel untuk pelayanan di TPR. Dari sekitar 40 orang petugas retribusi, kini naik tiga kali lipat menjadi sekitar 120 orang,” jelas dia. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjukan kunjungan wisatawan di objek wisata Bumi Projotamansari.

Dengan begitu, pelayanan pembelian tiket masuk pada semua destinasi wisata beretribusi diharapkan dapat berjalan lancar. “Dengan optimalisasi jumlah personel pelayanan retribusi itu, kami berharap semua pengunjung wisata dapat terlayani dengan baik dan tidak ada potensi wisatawan yang tidak membayar retribusi, meskipun terjadi lonjakan kunjungan,” pinta dia.

Pantau Lalu Lintas dan Kemacetan Jogja via CCTV

Bagi wisatawan, warga Kota Yogyakarta dan sekitanya yang hendak bepergian saat ini, ada baiknya menyimak situasi lalu lintas dan kemacetan di sejumlah titik vital di Jogja lewat closed circuit television (CCTV). Pasalnya, dalam sepekan ini, Jogja diprediksi akan diserbu sekitar 10 juta orang dari luar daerah yang akan liburan Natal 2025 dan Tahun baru 2026.

Pemkot Yogyakarta menempatkan CCTV di antaranya di Malioboro, sekitaran Buderan UGM, Hotel Melia Purosani, daerah Kotabaru, jalur ke Kaliurang, Pantai Parangtriris dan lainnya. Berikut adalah daftar sejumlah CCTV atau kamera pemantau milik Pemkot Yogyakarta yang dapat diakses untuk memperoleh informasi kondisi beberapa ruas jalan utama.


















Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *