Tragedi Timnas Indonesia U-22 Gagal ke Semifinal SEA Games 2025!

Amanda Almeirah
4 Min Read

Timnas Indonesia U-22 Kalah dalam Laga Pamungkas Grup C SEA Games 2025

Timnas Indonesia U-22 berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Myanmar pada laga pamungkas Grup C SEA Games 2025 yang berlangsung pada Jumat (12/12). Meski demikian, hasil tersebut tidak cukup untuk membawa Garuda Muda melangkah ke babak semifinal.

Kekalahan ini terjadi karena Timnas Indonesia U-22 masih kalah dalam hal produktivitas gol dibandingkan Malaysia. Malaysia, sebagai runner-up terbaik grup, mampu mencetak empat gol dan hanya kebobolan tiga kali. Sementara itu, Garuda Muda hanya mampu mencetak tiga gol dan dua kali kebobolan.

Laga berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand. Timnas U-22 memulai pertandingan dengan permainan agresif dan coba mengambil alih permainan sejak awal agar bisa mencetak gol cepat.

Pada menit keempat, Timnas U-22 mendapatkan peluang pertama lewat Rathan Hannan yang menerima umpan tarik Mauro Zijlstra. Namun tembakan spekukasi gelandang Persija Jakarta itu masih melebar di sisi kanan gawang Myanmar.

Myanmar tidak tinggal diam. Mereka mencoba memberikan perlawanan melalui serangan balik. Namun pertahanan Timnas Indonesia U-22 tetap solid dan belum ada gol yang tercipta.

Di menit ke-17, Timnas U-22 kembali memiliki kesempatan. Kali ini melalui Toni Firmansyah yang memanfaatkan bola liar hasil lemparan ke dalam Robi Darwis di depan kotak penalti Myanmar. Sayangnya, sepakan pemain Persebaya itu belum mengarah tepat sasaran.

Petaka justru menghampiri Timnas Indonesia U-22 di pertengahan babak pertama. Pada menit ke-29, Myanmar sukses memecah kebuntuan setelah memanfaatkan kelengahan Garuda Muda. Gol tercipta dari aksi Min Maw Oo yang menerima operan dari Zaw Win Thein. Bola ditembakkan ke pojok kanan gawang Indonesia, membuat skor menjadi 0-1.

Tertinggal satu gol membuat Timnas Indonesia U-22 lebih agresif. Beberapa kali mereka membangun serangan untuk mencari gol penyama kedudukan. Salah satunya lewat Mauro Zijlstra yang mendapatkan dua peluang berbahaya di dalam kotak penalti pada menit ke-45. Namun, kiper dan pertahanan Myanmar masih mampu menghalangi.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada injury time. Berawal dari sepak pojok Dony Tri Pamungkas, eksekusinya sempat ditangkap kiper Htet Soe Hein. Tapi bola tangkapan sang penjaga gawang justru terlepas. Toni Firmansyah yang berada di depan kiper langsung menceploskan bola untuk mencetak gol. Skor berubah menjadi 1-1 dan hasil sementara babak pertama.

Pada babak kedua, Timnas U-22 kembali tampil menggebrak. Salah satunya lewat Kadek Arel di menit ke-54. Namun sepakannya di dalam kotak penalti tidak membuahkan gol.

Myanmar tidak mudah dikalahkan. Mereka langsung mengancam balik semenit kemudian lewat tendangan Zaw Win Thein. Tapi, tembakan pemain Myanmar itu masih melambung.

Segala upaya coba dilakukan Timnas Indonesia U-22. Ivar Jenner sampai ikut membantu penyerangan hingga dapat peluang pada menit ke-63. Berawal dari lemparan ke dalam, dia coba mengancam. Tapi tak juga menemui sasaran.

Begitu pula dengan Dony Tri yang melepaskan tembakan kaki kiri di menit ke-70. Namun peluang emas itu digagalkan kiper Myanmar.

Garuda Muda sempat hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-72. Semua bermula dari kegagalan Phyo Pyae Sone menyapu bola. Mauro Zijlstra kemudian mengancam semenit setelahnya yang sayang bola kena tiang atas.

Timnas Indonesia U-22 baru bisa menambah gol jelang laga berakhir. Tepatnya pada menit ke-89, lewat Jens Raven. Penyerang Bali United FC itu mencetak gol usai memanfaatkan sundulan Muhammad Ferarri. Skor berubah jadi 2-1.

Intensitas serangan Timnas U-22 makin gencar di injury time. Gol tambahan pun didapat, yang lagi dan lagi dicatatkan atas nama Jens Raven. Sayang itu jadi gol terakhir Garuda Muda sehingga skor akhir 3-1.

Starting XI Indonesia vs Myanmar

Indonesia U-22 (4-3-3):

Daffa Fasya; Frengky Missa, Kadek Arel, Kakang Rudianto, Robi Darwis; Toni Firmansyah, Ivar Jenner, Rayhan Hannan; Dony Tri, Mauro Zijlstra, Rafael Struick

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *