Wisata Religi Gunung Tidar Magelang Kembali Dibuka Setelah Angin Kencang

Lani Kaylila
3 Min Read

Kompleks Wisata Religi Gunung Tidar Kembali Dibuka dengan Sistem Buka-Tutup

Kompleks wisata religi Gunung Tidar, yang terletak di Kota Magelang, kembali dibuka untuk umum pada hari Minggu (25/1/2026). Penutupan sementara sebelumnya dilakukan setelah terjadinya cuaca ekstrem yang menyebabkan angin kencang dan beberapa pohon tumbang. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026), yang berdampak pada keselamatan pengunjung.

Kawasan wisata ini awalnya ditutup sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keamanan pengunjung. Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang melakukan investigasi langsung di lapangan dan menemukan beberapa pohon yang perlu segera ditebang agar tidak membahayakan pengunjung. Setelah proses penanganan selesai, pihak pengelola memutuskan untuk membuka kembali kompleks wisata tersebut dengan beberapa aturan tambahan.

Sistem Buka-Tutup dan Pengawasan Ketat

Salah satu aturan utama yang diterapkan adalah sistem buka-tutup di lokasi-lokasi rawan. Petugas disiagakan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian serupa serta mengatur arus kunjungan agar tidak terjadi desak-desakan. Selain itu, petugas juga melakukan sosialisasi singkat kepada pengunjung, terutama kepada kepala rombongan, untuk berhati-hati terhadap potensi bahaya seperti pohon tumbang.

Sekretaris DLH Kota Magelang, Irwan Adhie Nugroho, menjelaskan bahwa jika terjadi kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang, pihaknya akan segera menutup kawasan wisata kembali. “Kami sangat menghormati para pengunjung yang datang jauh-jauh untuk berziarah, tetapi keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Pada hari ini, empat pohon rawan telah ditebang dan proses penanganan dimulai sekitar pukul 08.25 WIB. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi secara berkala dan siap mengambil tindakan jika diperlukan.

Pengalaman Peziarah

Syaiful Bakri, seorang peziarah asal Tangerang, Banten, mengaku rombongannya telah melakukan rangkaian ziarah ke berbagai tempat sebelum tiba di Gunung Tidar. Rombongan yang menggunakan dua bus ini dinilai cukup teratur dalam hal pengaturan arus pengunjung. Syaiful mengatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya insiden pohon tumbang sebelumnya. “Ini baru pertama kali saya ke sini,” katanya.

Insiden Pohon Tumbang

Sebelumnya, angin kencang melanda kawasan wisata religi Gunung Tidar, menyebabkan lima orang peziarah tertimpa pohon. Salah satu korban meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi di dua titik berbeda di kompleks wisata. Titik pertama berada di jalur turun Gunung Tidar, di mana Sri Istantini (64), warga Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, tertimpa pohon saat hendak turun dari puncak. Korban mengalami luka di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban sebagai bentuk empati atas musibah tersebut. “Insyaallah, kita upayakan untuk keluarga,” tambahnya.

Langkah-langkah Pencegahan

Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak pengelola dan instansi terkait akan terus memperkuat pengawasan dan pemeliharaan lingkungan di sekitar kawasan wisata. Selain itu, sosialisasi tentang bahaya cuaca ekstrem dan cara menghindari risiko akan terus dilakukan agar pengunjung lebih waspada.




Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *