Kegiatan Halal Bihalal dan Rihlah Syawal 1447 H di Pantai Manggar
Sebanyak 1.000 kader, simpatisan, dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Balikpapan menghadiri acara halal bihalal dan rihlah Syawal 1447 H di Pantai Manggar, Balikpapan Timur, Minggu (12/4/2026). Acara yang digagas oleh keluarga besar DPD PKS Kota Balikpapan ini berlangsung di Lamin Puja Sera, Pantai Manggar, dengan mengambil tema “Menguatkan Ukhuwah Meneguhkan Berikhmat untuk Balikpapan”.
Menurut Ketua Panitia, Jafar Sidiq, momen silaturahim ini bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan, saling memaafkan sesama, serta memperkuat konsolidasi antarkader PKS.
Acara halal bihalal dan rihlah Syawal dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan diawali bersih-bersih Pantai Manggar dan senam sehat Nusantara PKS bersama. Selanjutnya, peserta dilibatkan dalam sarapan pagi yang menikmati hidangan makan ringan serba rebusan yang sudah dipersiapkan oleh panitia.
Sebagai wujud cinta tanah air dan menjaga nilai persatuan serta kesatuan, peserta bersama-sama mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, hymne Kota Balikpapan, mars PKS, serta pembacaan Al-Qur’an oleh Ustadz Muhamad Fikri dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Rusdy.
Hadir dalam acara ini antara lain Ketua DPW PKS Kalimantan Timur, H. Ardiansyah Sulaiman yang diwakili oleh Bendahara Khairul Alim, Ustadz Fahrul Rozi selaku Ketua DWS PKS Kaltim, Teguh Puji Handoko dari BKAP Balikpapan, Encik Mulyadi Ketua MPD PKS, Wakil MPD H. La Ode Nasir SE yang juga anggota DPRD Provinsi Kaltim Fraksi PKS, Dr. Wakidi BPUKB PKS, para anggota DPRD Kota Balikpapan seperti Jafar Sidik, H. Laisa Hamisa, Hj. Iim Rahman, serta Ketua DPD PKS Kota Balikpapan, para Ketua DPC Balikpapan beserta struktur serta para undangan.
Dalam sambutannya, Jafar Sidiq menyampaikan bahwa acara halal bihalal ini merupakan rangkaian kegiatan penutup Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan oleh struktur PKS kota Balikpapan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara tersebut.
Dijelaskan bahwa jumlah peserta yang hadir kurang lebih mencapai 1.000 orang. Sementara itu, H. Nasrul Hamdi dalam arahannya menyampaikan bahwa halal bihalal merupakan kearifan lokal yang sangat baik dan perlu dilestarikan.
Penguatan Silaturahim dan Konsolidasi Kader PKS
Selain penguatan silaturahim, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi bersih-bersih pantai sebagai bentuk tanggung jawab PKS terhadap lingkungan. Peserta juga diajak untuk melakukan senam sehat Nusantara sebagai komitmen menjaga kesehatan.
Di sisi lain, silaturahim ini menjadi bentuk konsolidasi penguatan bagi kader PKS. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat struktur organisasi serta memanfaatkan situasi dan kondisi untuk merekrut kader baru agar bisa bergabung dengan PKS.
“Terima kasih atas kerjasama semua pihak dan yang sudah berkenan hadir dalam acara PKS di momen Syawal. Silaturahim ini untuk menguatkan tali persaudaraan, saling maaf memaafkan sesama kita dan juga memperkuat konsolidasi mulai dari DPW, pengurus tingkat DPD, kemudian DPC dan juga ranting serta semua keluarga besar PKS,” ujar Nasrul.
Kontribusi PKS untuk Bangsa dan Negara
Bendahara DPW PKS Kaltim, Khairul Alim, menyampaikan bahwa acara bertema “Menguatkan Ukhuwah Meneguhkan Berikhmat” membawa keberadaan PKS untuk bekerja secara kolektif dan beramal dengan mengembangkan potensi masing-masing. Tujuan utamanya adalah untuk dakwah.
“Seperti yang sering disampaikan Presiden PKS, kita yakin bahwa partai kita ini atau organisasi kita ini adalah organisasi yang akan memberikan kontribusi besar untuk Bangsa dan Negara. Kenapa karena salah satunya adalah kita punya landasan yang kuat baik dari sisi keyakinan, keimanan maupun alasan-alasan yang lain,” ujarnya.
Ia berharap melalui Ramadan yang telah kita lewati ini akan memberikan kontribusi terbaik untuk PKS. Dengan program kegiatan yang mengantar nilai-nilai ketakwaan.
Pesan dari Ustadz Fahrul Rozi
Ustadz Fahrul Rozi, Ketua DWS, dalam sambutannya yang singkat mengingatkan peserta tentang pentingnya bertakwa. Ciri-ciri orang yang bertakwa adalah orang yang tidak ingin tidak berkontribusi dalam kegiatan dakwah.
Di sisi lain, Fahrul Rozi juga menyampaikan bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat. Perbedaan pendapat boleh saja ada, namun selisih paham jangan dibawa ke dalam hati. “Jangan dendam. Tidak ada di antara kita orang-orang yang tidak punya dosa. Pintunya hanya pintu ilmu dan pintu taubat,” ujarnya.