2 Poin Evaluasi Persebaya Putaran Pertama Bocor! Bernardo Tavares Akhirnya Temukan Jawaban di Jeda Liga

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Evaluasi Persebaya Surabaya di Putaran Pertama Super League 2025/2026

Persebaya Surabaya, yang dikenal dengan nama Green Force, telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa mereka di putaran pertama Super League 2025/2026. Dari hasil evaluasi tersebut, pelatih Bernardo Tavares menemukan solusi untuk memperbaiki dua poin utama yang menjadi kelemahan tim.

Jeda kompetisi tidak hanya digunakan sebagai waktu istirahat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membenahi fondasi tim secara menyeluruh. Tavares langsung mengambil langkah cepat setelah kompetisi memasuki masa jeda putaran pertama. Fokus utamanya adalah pada evaluasi menyeluruh skuad, khususnya dalam memperkuat kedalaman tim dan meningkatkan kualitas persaingan internal.

Dua poin utama hasil evaluasi tersebut berangkat dari pengalaman Persebaya Surabaya sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026. Tavares menilai bahwa tim sering kehilangan momentum akibat kelemahan di duel udara dan situasi bola mati. Menurut pelatih asal Portugal itu, masalah paling krusial musim lalu terletak pada minimnya pemain bertubuh jangkung di dalam skuad. Kondisi ini berdampak langsung pada performa bertahan, terutama saat menghadapi bola mati lawan.

“Kami tidak memiliki terlalu banyak pemain bertubuh tinggi. Inilah sebabnya kami sering kebobolan dari bola mati. Karena itu, keseimbangan dalam skuad menjadi sangat penting,” ujarnya.

Kutipan tersebut menjadi dasar evaluasi utama yang kini coba dijawab Tavares secara konkret. Di kompetisi Super League, Tavares melihat karakter permainan sangat bergantung pada duel fisik dan situasi set piece. Banyak gol tercipta bukan dari skema terbuka, melainkan dari bola mati yang membutuhkan dominasi udara.

“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari bola mati. Kami butuh pemain tinggi untuk duel udara dan bertahan, serta pemain cepat untuk membangun serangan,” tambahnya.

Pernyataan itu menegaskan filosofi keseimbangan yang kini menjadi fokus Persebaya Surabaya. Evaluasi kedua yang tak kalah penting adalah kebutuhan akan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecepatan. Tavares ingin timnya tidak hanya solid saat bertahan, tetapi juga efektif saat transisi menyerang.

Hasil evaluasi tersebut mulai terlihat dari komposisi skuad Persebaya Surabaya jelang putaran kedua Super League 2025/2026. Kini, Green Force memiliki enam pemain dengan tinggi di atas 1,85 meter, tersebar dari lini belakang hingga lini depan. Kehadiran para pemain jangkung ini menjadi solusi konkret atas dua poin evaluasi utama yang disampaikan Bernardo Tavares.

Di lini belakang, Persebaya Surabaya memiliki Gustavo Fernandes yang baru bergabung dengan tinggi mencapai 1,95 meter. Bek tengah ini menjadi opsi penting untuk mengamankan area kotak penalti, terutama saat menghadapi situasi bola mati. Selain Gustavo, ada Leo Lelis dengan tinggi 1,89 meter yang sudah lebih dulu menjadi andalan di jantung pertahanan. Kombinasi keduanya memberi Persebaya Surabaya keunggulan fisik yang sebelumnya kurang dimiliki.

Nama Risto Mitrevski juga memperkaya stok bek jangkung dengan tinggi 1,87 meter. Kehadirannya memberi variasi pilihan bagi Tavares dalam meracik lini belakang yang solid dan agresif. Dari lini tengah, Persebaya Surabaya kini diperkuat Bruno Paraiba dengan tinggi 1,89 meter yang berstatus pemain baru. Sosok ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang antara kekuatan fisik dan distribusi bola.

Milos Raickovic turut melengkapi daftar pemain jangkung di sektor tengah dengan tinggi 1,87 meter. Perannya sangat vital dalam duel udara sekaligus menjaga stabilitas permainan. Di lini depan, Dejan Tumbas hadir sebagai target man dengan tinggi 1,87 meter. Keberadaannya memberi opsi serangan baru, terutama saat Persebaya Surabaya membutuhkan variasi bola atas.

Kondisi ini jelas menjadi keuntungan tersendiri bagi Bernardo Tavares. Enam pemain jangkung tersebut memungkinkan Persebaya Surabaya lebih fleksibel dalam bertahan maupun menyerang. Statistik bertahan Persebaya Surabaya sepanjang musim ini juga menunjukkan kerja keras tim meski masih perlu pembenahan. Catatan 65 penyelamatan, tiga nirbobol, serta 342 intersep menggambarkan intensitas bertahan yang tinggi.

Jumlah sapuan mencapai 293 kali dan blok tembakan sebanyak 58 kali menjadi bukti lini belakang bekerja ekstra keras. Namun, tanpa dominasi duel udara, angka tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil maksimal. Dengan evaluasi yang jelas dan solusi konkret, Persebaya Surabaya kini menatap putaran kedua Super League 2025/2026 dengan optimisme baru. Menarik melihat bagaimana enam pemain jangkung ini akan menjadi senjata utama Bernardo Tavares dalam membawa Green Force tampil lebih solid dan kompetitif.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *