3 Dampak Sriwijaya FC Jika Putusan Pengadilan Keluar Hari Ini

Hendra Susanto
4 Min Read

Sriwijaya FC Terancam Kepailitan, Nasib Klub yang Pernah Berjaya di Liga Indonesia

Hari ini, Senin (22/12/2025), menjadi momen penting bagi Sriwijaya FC. Klub sepak bola legendaris yang telah berdiri selama 21 tahun terancam menghilang dari peta sepak bola nasional jika permohonan PKPU (pernyataan kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang) yang diajukan oleh Hotel Majestic Palembang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Niaga Palembang.

Dampak Kepailitan pada Sriwijaya FC

Jika putusan PKPU diterima, beberapa dampak akan segera terjadi:

  • Pengambilalihan aset dan manajemen: Sriwijaya FC secara hukum akan kehilangan kendali atas seluruh asetnya. Seluruh kekayaan klub akan disita dan dikelola oleh seorang kurator yang ditunjuk oleh pengadilan.
  • Kehilangan kendali operasional: Manajemen lama tidak lagi berwenang menjalankan operasional klub, termasuk urusan sepak bola sehari-hari. Semua keputusan finansial dan aset akan diambil alih oleh kurator.
  • Potensi pembubaran (Likuidasi): Jika aset klub tidak cukup untuk membayar semua kreditur, termasuk pemain yang menuntut, Sriwijaya FC bisa dibubarkan atau dilikuidasi.

Proses kepailitan juga akan memengaruhi kemampuan klub untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi profesional. Klub yang berada di bawah manajemen kurator biasanya tidak mampu memenuhi kewajiban operasional dan finansial yang ketat, sehingga keikutsertaan di liga akan sangat terancam.

Sanksi dari PSSI

Jika Sriwijaya FC gagal bertanding atau mengundurkan diri dari liga akibat masalah ini, PSSI akan menjatuhkan sanksi berat. Sanksi tersebut bisa berupa denda finansial hingga miliaran rupiah dan kemungkinan pencoretan dari kompetisi.

Peran Pihak yang Menuntut

Pihak yang menuntut (kreditur, seperti pemain) akan mengurus piutang mereka melalui proses kepailitan di bawah pengawasan kurator. Mereka tidak bisa langsung menjalankan klub atau memaksanya untuk terus ikut liga karena fokusnya adalah pembagian aset yang tersisa.

Kekhawatiran Suporter

Kabar ini membuat ribuan suporter Sriwijaya FC gelisah. Di media sosial, mereka meluapkan kekhawatiran bahwa klub yang pernah mengangkat trofi bergengsi kini bisa tinggal kenangan. “Sriwijaya FC bukan sekadar tim, tapi identitas wong kito,” tulis salah satu akun fanbase.

Tanggapan Kuasa Hukum Sriwijaya FC

Berman Limbong, kuasa hukum Sriwijaya FC, menegaskan bahwa laga kontra PSMS Medan pada 27 Desember mendatang hampir pasti batal jika putusan PKPU jatuh hari ini. Ia juga berharap majelis hakim mempertimbangkan dampak moril dan materiil bagi banyak pihak sebelum menjatuhkan putusan.

“Majelis pasti melihat banyak hal. Kalau kemampuan membayar tidak ada, ngapain di-PKPU-in. Aset Sriwijaya FC itu kebanggaan dan semangat, bukan materi,” tegasnya.

Perspektif Hotel Majestic Palembang

Sementara itu, pihak manajemen Hotel Majestic Palembang mengungkapkan kesulitan keuangan mereka. Suyanto, Manajer Hotel Majestic, menjelaskan bahwa hotel tidak bisa menyediakan sarapan karena kekurangan dana. Ia juga mengungkapkan bahwa hotel harus menanggung biaya konsumsi para pemain yang hingga saat ini belum dibayar oleh manajemen Sriwijaya FC.

Hotel Majestic sendiri memastikan bahwa jika tidak ada sarapan atau makan untuk pemain, pihak hotel akan segera mengonfirmasi hal ini kepada manajemen Sriwijaya FC. Pihak hotel juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pemain, pelatih, dan staf yang terdampak. “Kami mohon maaf kepada semua pihak, ini bukan karena kami sengaja. Kami juga kasihan dengan para pemain, pelatih, dan official yang sudah sangat kesulitan,” ujar Suyanto.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *