Perkenalan tentang Nuklir
Nuklir adalah bagian paling kecil di dalam atom yang menyimpan energi besar. Energi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembangkit listrik, pengobatan medis seperti radioterapi untuk kanker dan diagnosa melalui CT scan serta PET scan, pengendalian hama, peningkatan hasil panen, dan lain sebagainya. Nuklir disimpan dalam berbagai wadah seperti reaktor, kolam pendingin, dan kontainer limbah nuklir.
Namun, hidup tidak selalu mulus. Terdapat beberapa kasus di mana fasilitas nuklir mengalami kerusakan, menyebabkan penyebaran radioaktif atau kebakaran. Kejadian ini bahkan menyebabkan korban jiwa. Melalui artikel ini, saya ingin memberikan gambaran betapa mengerikannya kasus kecelakaan nuklir dari berbagai belahan dunia.
Kecelakaan Nuklir di Windscale, Inggris pada 1957
Pada 10 Oktober 1957, terjadi kebakaran intens selama tiga hari di pembangkit listrik tenaga nuklir di Windscale, Inggris. Reaktor-reaktor tersebut dinamakan Pile: Pile No. 1 dibangun pada 1950 dan Pile No. 2 pada 1951. Reaktor itu terdiri dari granit dengan batang uranium dan memiliki dua cerobong setinggi 125 meter.
Reaktor di Windscale mengalami panas berlebih karena tekanan politik agar reaktor bekerja secepat mungkin untuk program senjata nuklir Inggris. Proses pemanasan rutin pada Pile No. 1 menunjukkan progres yang tidak baik, membuat suhunya meningkat tanpa turun kembali sama sekali. Pada 10 Oktober, terungkap bahwa uranium terbakar hingga dua hari berikutnya, diperparah oleh hembusan kipas angin yang memperbesar kobaran api.
Hasilnya, setelah insiden kebakaran di Windscale, radiasi menyebar ke lingkungan sekitar, menyebabkan 200 kasus kanker akibat paparan radiasi. Selain itu, larangan konsumsi susu selama beberapa minggu karena sapi terkontaminasi.
Kecelakaan Nuklir di Tokaimura, Jepang pada 1999

Kecelakaan nuklir di Tokaimura terjadi pada 1999 di pabrik pengolahan bahan bakar milik JCO, perusahaan siklus bahan bakar nuklir. Pada 30 September 1999, tiga pekerja menyiapkan uranium yang diperkaya hingga uranium-235.
Saat volume larutan tangki pengedapan mencapai sekitar 40 liter, masa kritis dimulai. Pada titik itu, reaksi fisi nuklir mulai memancarkan radiasi gamma dan neutron yang berbahaya, menyerang 27 pekerja di dalam pabrik.
Radioaktif yang menyebar ke luar pabrik menyebabkan petugas setempat mengevakuasi 39 rumah tangga dalam radius 350 meter. Sementara itu, warga dalam radius 10 km dihimbau untuk tetap berada di dalam rumah.
Sayangnya, dua dari 27 pekerja dinyatakan meninggal dunia akibat paparan zat radioaktif. Satu meninggal 12 minggu pasca insiden dan satu lagi 7 bulan setelahnya. Terungkap bahwa keduanya telah menerima dosis radiasi di atas 1000 miligray.
Kecelakaan Nuklir di Goiania, Brazil pada 1987

Sebuah wadah radioaktif telah bocor karena penanganan yang salah di Goiania, Brazil pada 1987, menelan 4 korban jiwa. Dua orang menemukan sumber terapi radiasi. Di dalam baja dan tabung timah terdapat kapsul kecil berisi radioaktif berbahaya berisi cesium-137.
Dua orang penemu radiasi menderita mual dan luka bakar akibat radiasi, membuat salah satu korban harus diamputasi lengannya karena mengalami luka bakar. Ada satu orang yang membawa pulang beberapa cesium. Anaknya yang bermain dengan cesium (tanpa sepengetahuannya) membuatnya meninggal sebulan kemudian. Tragisnya, bibi si anak itu juga meninggal akibat radiasi cesium. Dua korban lainnya adalah pekerja di tempat barang rongsokan.
Efek domino radiasi menyebabkan 250 orang lainnya terkena paparan tersebut, salah satunya menderita kanker payudara. Untuk mengatasi hal ini, pihak berwenang melakukan pembersihan skala besar-besaran di lokasi yang terkontaminasi.
Kecelakaan Nuklir di Kyshtym, Uni Soviet pada 1957

Kecelakaan nuklir terjadi di pabrik pengolahan plutonium Mayak dekat Kyshtym, Uni Soviet pada 1957. Kecelakaan disebabkan oleh kegagalan memperbaiki sistem pendingin di dalam tangki yang ada limbah nuklir cair. Bocornya gumpalan zat radioaktif seperti cesium-137 dan strontium-90.
Gumpalan zat radioaktif tersebut menyebar seluas ratusan mil, menyasar warga setempat yang memiliki ratusan ribu penduduk. Hasilnya, beberapa bulan setelah insiden, terdapat banyak pasien rumah sakit yang terkena penyakit akibat paparan radiasi.
Meskipun banyak manfaatnya untuk kebutuhan dasar seperti energi listrik dan kesehatan, radioaktif nuklir yang bocor justru menyebabkan gejala jangka pendek (langsung membuat orang tewas) dan jangka panjang terjangkiti kanker. Ini lah hal yang perlu kita ketahui bersama sebelum berurusan dengan nuklir. Semoga bermanfaat ya artikel ini.