Persebaya Surabaya Masih Memiliki Peluang 40 Persen untuk Menembus Empat Besar Super League 2025/2026
Persebaya Surabaya masih memiliki peluang sebesar 40 persen untuk menembus empat besar dalam kompetisi Super League 2025/2026. Kemenangan atas Malut United diprediksi menjadi kunci yang bisa mengubah peta persaingan secara drastis.
Optimisme ini muncul setelah Green Force menunjukkan karakter kuat saat menahan imbang Persib Bandung pada pekan ke-24 Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3) malam, berakhir dengan skor 2-2 dalam laga intens yang memacu adrenalin sejak menit pertama.
Pelatih Bernardo Tavares memberikan apresiasi atas semangat juang para pemain. Ia melihat mentalitas pantang menyerah sebagai modal penting menghadapi sisa kompetisi yang makin ketat.
Persebaya Surabaya sempat unggul lebih dulu lewat gol penalti Bruno Moreira. Namun situasi berbalik ketika Persib mampu mencetak dua gol cepat pada awal babak kedua dan membuat publik GBT terdiam.
Saat tekanan memuncak dan waktu makin menipis, Francisco Rivera muncul sebagai pembeda. Golnya pada menit ke-83 memastikan satu poin tetap tinggal di Surabaya dan menjaga napas panjang di papan atas.
Selepas laga, Tavares meminta semua pihak tetap menyikapi hasil itu dengan kepala tegak sekaligus rendah hati. Ia menilai pertandingan berlangsung terbuka dengan peluang sama besar bagi kedua tim.
”Kita harus tetap rendah hati menyikapi hasil ini. Kami punya peluang, lawan juga punya peluang. Mereka sempat mengenai tiang gawang. Kami ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain karena posisi kita sempat tertinggal 1-2 di kandang,” kata Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti organisasi pertahanan yang perlu dibenahi. Meski kebobolan dua gol, ia melihat respons positif karena tim tidak kehilangan fokus hingga menit akhir.
”Ada beberapa kesalahan dari sisi kami di sana, dan kami harus memperbaikinya. Saya rasa kami menciptakan banyak peluang, begitu juga dengan lawan. Saya memuji para pemain atas kegigihan mereka,” ucap Bernardo Tavares.
Dukungan ribuan Bonek dan Bonita juga mendapat sorotan khusus dari Tavares. Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo dinilai menjadi bahan bakar emosional yang menjaga daya juang tim tetap menyala.
”Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap sikap para pemain. Di tengah banyak situasi yang tidak bisa kami kendalikan, mereka menunjukkan mentalitas yang hebat. Saya rasa sikap ini muncul karena Bonek dan Bonita datang ke stadion untuk mendukung tim,” tandas Bernardo Tavares.
Kini fokus beralih pada hitung-hitungan realistis menembus empat besar Super League. Berdasarkan klasemen pekan ke-24, ambang batas posisi keempat diperkirakan berada di kisaran 60 hingga 62 poin.
Saat ini Persebaya Surabaya mengoleksi 39 poin dan masih menyisakan 10 pertandingan. Artinya, mereka membutuhkan tambahan minimal 22 hingga 24 poin untuk benar-benar aman di zona empat besar.
Target itu setara dengan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang, atau enam kemenangan dan empat seri. Tantangannya, lima dari sepuluh laga tersisa dimainkan di kandang lawan.
Laga tandang melawan Borneo FC, Persija, dan Malut United diprediksi menjadi ujian terberat. Rasio poin tandang Persebaya saat ini berada di angka 1,55 sehingga peningkatan performa away mutlak diperlukan.
Tiga Skenario yang Mungkin Terjadi
Secara simulasi probabilitas, terdapat tiga skenario yang mungkin terjadi hingga akhir musim:
-
Skenario Optimistis
Dengan peluang 25 persen, Persebaya Surabaya diperkirakan finis dengan 60 hingga 63 poin. -
Skenario Realistis
Skenario ini memiliki peluang terbesar, yakni 45 persen, dengan raihan akhir 56 hingga 58 poin. Dalam kondisi ini, posisi empat besar masih sangat bergantung pada hasil tim pesaing. -
Skenario Pesimistis
Dengan peluang 30 persen, Persebaya terpeleset di laga derby atau menghadapi tim papan bawah yang berjuang lolos degradasi. Jika itu terjadi, poin akhir diperkirakan tak mencapai 55 dan peluang empat besar makin menipis.
Satu pertandingan yang disebut sebagai final sesungguhnya adalah duel kontra Malut United pada pekan ke-29. Mengingat aturan liga mengutamakan head to head sebelum selisih gol, kemenangan di laga itu memberi keuntungan ganda. Jika mampu menang atas Malut United, jarak poin bisa terpangkas langsung sekaligus meningkatkan moral tim.
Probabilitas 40 persen saat ini bahkan bisa melonjak hingga sekitar 65 persen jika dua laga terdekat menghasilkan minimal empat poin. Artinya, momentum tidak boleh terbuang percuma. Konsistensi di laga wajib menang seperti melawan Madura United, PSBS Biak, Persis, Semen Padang, dan Persik juga akan sangat menentukan.
Persebaya Surabaya kini berada di persimpangan musim yang krusial. Semangat juang yang diperlihatkan saat melawan Persib harus dijaga agar mimpi finis di empat besar Super League tetap realistis.
Dengan dukungan Bonek dan Bonita yang tak pernah surut, asa itu masih menyala. Pertanyaannya tinggal satu, mampukah Green Force menjawab peluang 40 persen itu menjadi kenyataan di akhir musim? Layak untuk Dinantikan.