5 Alasan Mengapa Garam Berlebihan Berbahaya untuk MPASI Anak

Kaila Azzahra
3 Min Read

Memasuki Usia 6 Bulan, Si Kecil Mulai Dikenalkan dengan MPASI

Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan MPASI atau makanan pendamping ASI. MPASI diberikan untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi yang tidak dapat dipenuhi hanya oleh ASI. Melalui MPASI, bayi juga bisa mengenal berbagai tekstur dan rasa makanan.

Namun, orang tua perlu memperhatikan penggunaan bumbu dalam MPASI, termasuk jumlah garam yang diberikan. Garam memberikan rasa gurih pada makanan, tetapi anak di bawah usia 1 tahun belum membutuhkan tambahan garam. Orang tua boleh mulai menambahkan sedikit garam saat anak mencapai usia 1 tahun, tetapi harus sesuai takaran yang disarankan.

Alasan Tidak Boleh Memberikan Banyak Garam pada MPASI Anak

Berikut ini beberapa alasan mengapa pemberian garam harus benar-benar diperhatikan oleh para orang tua dan tidak boleh diberikan secara berlebihan:

  • Meningkatkan risiko gangguan ginjal

    Penggunaan garam secara berlebihan dalam MPASI dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal pada bayi. Kadar garam tinggi dalam tubuh bayi menyebabkan peningkatan pembuangan protein melalui urine, yang dapat memengaruhi fungsi ginjal yang masih berkembang.

  • Meningkatkan risiko penyakit di masa depan

    Garam berlebihan dalam MPASI diketahui meningkatkan risiko obesitas, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi, hingga penyakit jantung. Kebiasaan makan sejak kecil akan membentuk pola makan di masa depan, sehingga penting untuk menghindari makanan tinggi garam.

  • Kebutuhan natrium sudah terpenuhi dari ASI atau susu formula

    Bayi hanya membutuhkan sekitar 200–400 mg natrium dalam sehari, yang sudah cukup dari ASI atau susu formula. Menambahkan garam justru membuat asupan natrium berlebihan tanpa manfaat apa pun.

  • Rasa asli makanan membantu anak belajar mencicip

    Bayi tidak membutuhkan rasa yang kuat seperti asin karena indra perasa mereka lebih sensitif dibanding orang dewasa. Tanpa garam, anak akan belajar mengenali rasa alami dari bahan makanan seperti labu, kentang, brokoli, atau ayam. Ini baik untuk perkembangan pola makan sehat.

  • Risiko gangguan elektrolit

    Asupan garam berlebihan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh bayi, yang bisa memicu dehidrasi, pembengkakan, masalah jantung, bahkan kejang dalam kasus ekstrem.

Kebutuhan Garam pada Anak Berdasarkan Usia

Orang tua perlu memperhatikan kebutuhan garam anak sesuai usianya. Berikut adalah rekomendasi:

  • Anak usia 1–3 tahun: 2 gram per hari atau 0,8 gram sodium
  • Anak usia 4–6 tahun: 3 gram per hari atau setara dengan 1,2 gram sodium
  • Anak usia 7–10 tahun: 5 gram per hari atau setara dengan 2 gram sodium
  • Anak usia 11 tahun ke atas: 6 gram per hari atau 2,4 gram sodium

Itulah beberapa alasan mengapa si kecil tidak boleh diberikan asupan garam berlebihan. Asupan garam berlebihan bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.

Susu Pertumbuhan Rasa Vanila untuk usia 1–3 Tahun.

Dengan 0g Sukrosa dan satu-satunya susu dengan Lactobacillus Reuteri, probiotik baik untuk dukung pencernaan baik si kecil.

LACTOGROW PRO dukung Tubuh Aktif dan Berpikir Kreatif si Kecil.

Nestlé LACTOGROW PRO diformulasikan secara khusus oleh para ahli di Nestlé Research Centre dan Switzerland.

Share This Article
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *