Orang yang Merawat Orang Tua Sambil Menghidupi Anak Dewasa Biasanya Punya 8 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi

Nurlela Rasyid
3 Min Read

Peran yang Berat: Merawat Orang Tua dan Menafkahi Anak-anak

Merawat orang tua lanjut usia sambil tetap menafkahi anak-anak yang sudah dewasa bukanlah peran yang ringan. Dalam psikologi, situasi ini sering disebut sebagai fenomena “generasi sandwich” — istilah yang dipopulerkan oleh Dorothy A. Miller pada tahun 1980-an. Mereka “terjepit” di antara dua tanggung jawab besar: orang tua yang menua dan anak-anak yang belum sepenuhnya mandiri secara finansial.

Menariknya, penelitian dalam psikologi perkembangan dan keluarga menunjukkan bahwa orang-orang dalam posisi ini sering kali memperlihatkan pola perilaku yang khas. Beberapa dari mereka bahkan menghadapi tantangan emosional dan psikologis yang cukup berat karena tekanan dari kedua pihak.

Delapan Perilaku Umum yang Ditunjukkan

Berdasarkan perspektif psikologi, terdapat delapan perilaku yang umumnya ditunjukkan oleh individu dalam posisi “generasi sandwich”. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Kesulitan dalam Mengatur Waktu

    Mereka sering kesulitan untuk mengatur waktu antara tugas-tugas rumah tangga, pekerjaan, serta perawatan orang tua dan anak-anak. Hal ini bisa menyebabkan stres dan kelelahan fisik maupun mental.

  • Rasa Bersalah yang Tinggi

    Banyak dari mereka merasa bersalah jika tidak bisa memberikan perhatian yang cukup kepada salah satu pihak. Rasa bersalah ini bisa menjadi beban berat yang memengaruhi kesejahteraan emosional mereka.

  • Peningkatan Tekanan Emosional

    Kombinasi antara tanggung jawab finansial dan emosional membuat mereka rentan mengalami depresi atau kecemasan. Mereka sering merasa ditekan dari berbagai arah tanpa ada tempat untuk bernapas.

  • Perubahan Pola Komunikasi dengan Keluarga

    Hubungan dengan anggota keluarga lainnya bisa menjadi lebih kompleks. Misalnya, komunikasi dengan anak-anak yang sudah dewasa bisa menjadi lebih formal atau penuh ketegangan, sementara hubungan dengan orang tua mungkin lebih intensif.

  • Keterbatasan dalam Aktivitas Sosial

    Banyak dari mereka mengurangi partisipasi dalam kegiatan sosial karena keterbatasan waktu dan energi. Hal ini bisa menyebabkan isolasi sosial dan penurunan kualitas hidup.

  • Mencari Dukungan Eksternal

    Untuk mengatasi tekanan, banyak dari mereka mencari bantuan dari teman, keluarga, atau layanan profesional seperti konselor atau psikolog. Ini menunjukkan bahwa mereka sadar akan pentingnya dukungan eksternal.

  • Peningkatan Kesadaran akan Kesehatan

    Karena tekanan yang tinggi, mereka mulai lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental mereka sendiri. Beberapa bahkan mulai melakukan olahraga rutin atau mengubah pola makan.

  • Kemampuan Adaptasi yang Tinggi

    Meskipun menghadapi tantangan, banyak dari mereka menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Mereka mampu menyeimbangkan berbagai tanggung jawab dengan cara yang unik dan kreatif.

Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan pertumbuhan keluarga inti, fenomena “generasi sandwich” akan semakin umum. Penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memberikan dukungan yang memadai, baik melalui kebijakan sosial maupun program bantuan yang dapat membantu para individu dalam situasi ini.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *