5 anime 2025 dari studio ternama yang gagal, kualitas buruk!

Eka Syaputra
4 Min Read

Daftar Anime 2025 yang Dinilai Gagal Meski Diproduksi oleh Studio Top

Tahun 2025 menjadi tahun yang dinantikan oleh banyak penggemar anime. Banyak judul besar yang dirilis, baik dari film layar lebar maupun serial animasi. Namun, tidak semua anime sukses menarik perhatian penonton. Bahkan beberapa di antaranya justru mendapat kritik tajam karena kualitasnya yang dinilai buruk. Berikut adalah daftar anime yang gagal meskipun diproduksi oleh studio ternama.

1. One Punch Man Season 3 (J.C. Staff)

Anime One Punch Man sudah lama dikenal sebagai salah satu judul populer dalam dunia anime. Namun, sejak musim kedua, kualitasnya mulai menurun. J.C. Staff, studio yang mengambil alih produksi, sebenarnya memiliki reputasi yang cukup baik. Mereka pernah menangani berbagai judul seperti Bakuman, Food Wars!, dan The Disastrous Life of Saiki K. Namun, untuk One Punch Man Season 3, mereka gagal mempertahankan kualitas yang sebelumnya.

Masalah utama terletak pada visual yang kurang dinamis dan kesalahan teknis. Salah satu episode bahkan mencetak rating terendah di IMDb, hanya 1.5. Ini membuat banyak fans kecewa dengan kinerja J.C. Staff dalam menangani proyek besar ini.

2. Rent a Girlfriend Season 4 (TMS Entertainment)

TMS Entertainment adalah salah satu studio besar di Jepang yang pernah menghasilkan berbagai judul anime populer seperti Dr. Stone dan Detective Conan. Namun, Rent a Girlfriend justru menjadi salah satu proyek yang sering menuai kritik. Sejak debutnya pada 2020, rating musim pertama hingga keempat tidak pernah melebihi angka 7 di My Anime List.

Di musim keempat, anime ini masih gagal memperbaiki plot yang rumit dan karakter yang tidak menarik. Hal ini membuat anime ini kehilangan daya tarik, terutama bagi penonton baru.

3. Please Put Them On, Takemine-san (LIDENFILMS)

Anime ini dibuat dengan dukungan dari berbagai perusahaan hiburan terkemuka di Jepang. LIDENFILMS, studio yang menggarapnya, juga dikenal karena karya-karya seperti Rurouni Kenshin reboot dan Tokyo Revengers. Namun, Please Put Them On, Takemine-san justru mendapat kritik karena terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan genre yang ditawarkan.

Genre harem dan ecchi yang diusung oleh anime ini dinilai melampaui batas, bahkan bisa dikatakan berada di ambang batas hentai. Banyak penonton merasa tidak nyaman saat menonton anime ini, terutama di tempat umum.

4. Tougen Anki (Studio Hibari)

Tokugen Anki adalah salah satu anime yang sempat diantisipasi oleh banyak penggemar. Sayangnya, anime ini justru mendapat banyak kontroversi. Salah satu masalah utamanya adalah soal orisinalitas. Banyak pihak menyebut bahwa anime ini meniru elemen dari anime lain seperti Ao no Exorcist dan Naruto.

Meskipun visualnya cukup bagus, minimnya orisinalitas membuat banyak penonton tidak menyukai anime ini. Hal ini membuat Tougen Anki menjadi salah satu anime yang dinilai gagal meski dijagokan oleh studio Hibari, yang sebelumnya dikenal lewat Assassination Classroom.

5. Farmagia (Bridge)

Hiro Mashima, mangaka legendaris yang menciptakan Fairy Tail, turut serta dalam proyek Farmagia. Namun, ia hanya bertugas sebagai desainer karakter dan dunia. Meskipun disebut-sebut dibesut oleh studio yang sama dengan Fairy Tail, Farmagia justru mendapat banyak kritik.

Karakter-karakter yang muncul dinilai kurang memiliki “nyawa” dan daya tarik emosional. Selain itu, banyak yang mengkritik Hiro Mashima karena kurang berani menggambar karakter yang original. Karakter-karakter dalam Farmagia terlihat mirip dengan tokoh dari Fairy Tail atau bahkan Pokemon.

Itu dia sederet anime 2025 yang digarap oleh studio animasi top, tapi kualitasnya justru gagal. Apakah kamu setuju dengan penilaian ini?

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *