Tren Lantai yang Akan Mendominasi pada 2026
Seperti hal-hal lain di rumah, tren lantai berubah dari waktu ke waktu. Pada tahun 2026, lantai tidak lagi menjadi hal yang dipikirkan belakangan. Sebaliknya, lantai diperlakukan sebagai momen desain yang disengaja. Mengingat, lantai menjadi bagian integral dari sebuah rumah atau bangunan, sehingga penting untuk memilih desain serta kualitas yang baik.
Berikut beberapa tren lantai teratas yang akan populer pada 2026:
Pola Herringbone
Semua desainer interior yang kami ajak bicara sepakat bahwa pola herringbone akan menjadi tren besar pada 2026. Dinamakan demikian karena kemiripannya dengan kerangka ikan herring, pola lantai ini menampilkan papan berbentuk V yang saling terkait, biasanya terbuat dari kayu atau ubin.
“Lantai papan herringbone kayu menghadirkan nuansa karakter Eropa klasik yang luar biasa ke sebuah rumah,” kata Katelyn Gilmour, pendiri dan desainer utama KBG Design—sebuah firma desain interior arsitektur layanan lengkap yang berbasis di San Jose, California, Amerika Serikat.
Ini menunjukkan kemewahan yang tenang, tetapi dapat dilakukan dengan kayu asli atau varietas LVP—yang membuatnya sangat tahan lama dan terjangkau.
Bagian terbaik dari lantai herringbone adalah ini bukan tren yang cepat berlalu. Pola ini telah digunakan selama berabad-abad dalam berbagai aplikasi, termasuk lantai kayu keras dan ubin, pelapis dinding dapur, dan jalan bata.
Sekarang, pola ini kembali populer di rumah-rumah modern bersamaan dengan pola lantai tradisional lainnya, seperti chevron dan parket.
Karpet Seluruh Ruangan
Selanjutnya, tren lantai teratas yang akan populer pada 2026 adalah karpet seluruh ruangan. “Satu hal yang mungkin mengejutkan kamu adalah karpet seluruh ruangan diprediksi akan kembali populer pada Tahun Baru,” kata Mugdha Girish Uma, pendiri dan desainer utama MGU-Design—sebuah studio desain interior yang berbasis di Los Angeles.
Alasannya hampir sama seperti sebelumnya, karpet membantu membuat ruangan terasa lebih hangat dan nyaman—dua kualitas yang menjadi prioritas utama bagi pemilik rumah dan desainer.
Jika merasa pusing karena perubahan tren yang tiba-tiba ini, kamu tidak sendirian. Namun, para desainer sepakat versi karpet di rumah pada 2026 akan terlihat sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Lupakan karpet berbulu tebal, warna putih cerah, abu-abu kantor yang steril, dan cokelat bernuansa oranye. Karpet akan berfokus pada perpaduan bentuk dan fungsi. Pikirkan karpet berbulu pendek, warna-warna alami, dan penataan karpet berlapis untuk menciptakan ruangan yang terasa hangat, berlapis, dan mengundang tanpa usaha.
Pola yang Dicat
Menurut Virginia Toledo, pendiri dan desainer utama Toledo Geller—sebuah firma desain interior butik yang berbasis di Franklin Lakes, New Jersey—lantai yang dicat dengan pola berani akan semakin populer pada 2026.
“Seiring kita secara kolektif merangkul sentuhan artistik dan penataan berlapis yang bijaksana di rumah kita, lantai yang dicat memberikan peluang luar biasa untuk menanamkan kepribadian ke dalam sebuah ruangan,” imbuhnya.
Lantai yang dicat tidak hanya menawarkan fleksibilitas dan kesempatan untuk mengubah lantai menjadi pernyataan desain yang sesungguhnya, tetapi juga cocok untuk proyek DIY, yang semakin populer di kalangan pemilik rumah.
Uma juga mengatakan pola yang dicat akan menjadi tren besar pada 2026, tetapi ia memperkirakan akan melihatnya di ruang lebih kecil, seperti kamar mandi dengan ubin yang dilukis tangan.
Meski ubin yang dilukis tangan biasanya diperuntukkan untuk dinding, ubin tersebut akan masuk ke lantai pada 2026. Mengapa? “Ubin tersebut menambahkan kesan dramatis organik secara instan ke sebuah ruangan yang membuat ruangan terasa sangat indah dan tertata rapi,” katanya.
Finishing Matte
Finishing matte juga menjadi tren lantai teratas yang akan populer pada 2026. Tahun 2026 adalah tentang memadukan bentuk dan fungsi, itulah sebabnya Gilmour mengatakan lantai dengan finishing matte akan menjadi yang terpopuler.
Baik lantai kayu, papan vinil, laminasi, atau ubin, finishing yang licin dan mengkilap sudah ketinggalan zaman, digantikan finishing matte dan satin yang tampak lebih alami.
“Ini masuk akal karena permukaan yang mengkilap lebih mudah memperlihatkan goresan, debu, rambut, kotoran, dan penyok daripada finishing matte atau satin,” kata Gilmour.
Permukaan yang mengkilap memantulkan cahaya, yang kemudian dengan mengerikan memantulkan apa yang tidak ingin kamu lihat di lantai.
Selain itu, finishing yang mengkilap cenderung licin, yang merupakan sesuatu yang ingin dihindari sebagian besar pemilik rumah.
Lantai Papan Lebar
Terakhir, tren lantai teratas yang akan populer pada 2026 adalah lantai papan lebar. Lantai papan lebar telah populer selama beberapa tahun terakhir dan para desainer sepakat tren ini tidak akan berubah pada 2026.
Menggunakan papan lebar dapat membuat ruangan terasa lebih luas, lebih modern, dan lebih elegan. Hal ini juga membantu menekankan karakter alami kayu serta mengurangi kesan ramai secara visual berkat lebih sedikit sambungan antar papan.
“Secara umum, para desainer dan pemilik rumah terus menyukai warna kayu terang dengan finishing alami, seperti kayu ek putih,” imbuh Uma.
Pastikan menghindari kayu dengan nuansa oranye karena dapat mengurangi keindahan tampilan.