8 Fakta Mengejutkan tentang Skandal Shia LaBeouf

Amanda Almeirah
4 Min Read

Shia LaBeouf: Dari Bintang Hollywood ke Skandal dan Masalah Pribadi

Shia LaBeouf, seorang aktor yang dikenal sebagai bintang film Transformers, telah menjadi sorotan media selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari kariernya yang menjanjikan hingga berbagai skandal yang menghiasi hidupnya, LaBeouf memiliki kisah yang kompleks. Meskipun begitu, ia tetap menjadi sosok yang menarik perhatian publik.

Awal Kariernya di Dunia Hiburan



Shia LaBeouf lahir pada tahun 1986 di Los Angeles. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakatnya dalam dunia akting. Ia memulai kariernya sebagai aktor cilik dan menjadi bintang Disney Channel. Salah satu perannya yang paling dikenal adalah Louis Stevens dalam serial Even Stevens (2000). Selain itu, ia juga tampil dalam film seperti Holes (2003), Constantine (2005), Disturbia (2007), Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008), dan Nymphomaniac (2013).

Peran Besar dalam Film Transformers



Pada tahun 2007, LaBeouf memperoleh peran utama dalam film Transformers yang disutradai oleh Michael Bay. Film ini membawanya ke jajaran bintang papan atas Hollywood. Ia kemudian melanjutkan perannya sebagai Sam Witwicky dalam dua sekuel film tersebut, yaitu Transformers: Revenge of the Fallen (2009) dan Transformers: Dark of the Moon (2011). Di masa itu, ia juga tampil dalam film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull dan Wall Street: Money Never Sleeps.

Kontroversi dan Masalah Pribadi



Setelah kesuksesan di industri hiburan, perilaku LaBeouf mulai mengundang kontroversi. Pada tahun 2013, ia mundur dari drama Broadway Orphans karena konflik dengan Alec Baldwin. Dalam sebuah esai di Vulture, Baldwin menyatakan bahwa LaBeouf dipecat. Selain itu, LaBeouf juga membuat kejutan di karpet merah Festival Film Berlin dengan membawa kantong kertas bertuliskan “SAYA GAK TERKENAL LAGI.”

Tuduhan Plagiarisme



Pada tahun 2013, LaBeouf merilis film pendek orisinal berjudul howardcantour.com. Film ini dianggap menjiplak karya Daniel Clowes. LaBeouf mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf. Namun, permintaan maafnya juga dianggap plagiat dari Yahoo Answers. Hal ini bukan pertama kalinya LaBeouf berurusan dengan masalah plagiarisme, seperti yang dilaporkan oleh Esquire.

Masalah Hukum dan Penangkapan



LaBeouf sering ditangkap karena masalah hukum. Pada tahun 2014, ia ditangkap di Studio 54 Theatre karena perilaku tidak tertib. Tahun 2015, ia ditangkap karena mabuk di tempat umum. Pada tahun 2017, ia ditahan karena menyerang pengunjung di instalasi seninya. Pada tahun 2020, ia ditangkap karena penyerangan dan pencurian. Penangkapan terbaru terjadi pada Februari 2026 saat Mardi Gras di New Orleans.

Tuduhan Kekerasan oleh Mantan Pacar



Pada tahun 2020, penyanyi FKA Twigs menggugat LaBeouf atas pelecehan dan kekerasan seksual. Mantan pacar lainnya, Karolyn Pho, juga menyatakan bahwa LaBeouf melakukan pelecehan seksual dan fisik. LaBeouf membantah tuduhan tersebut, mengklaim bahwa PTSD dan kecanduan alkohol membuatnya menyakiti orang-orang di sekitarnya.

Kontroversi dalam Film Don’t Worry Darling



Film Don’t Worry Darling (2022) awalnya akan dibintangi oleh LaBeouf. Namun, Olivia Wilde memecatnya karena konflik dengan Florence Pugh. LaBeouf memberikan email dan klip video untuk membuktikan bahwa ia tidak dipecat. Ia menyatakan bahwa pemecatannya tidak pernah terjadi.

Pemecahan Rumah Tangga dan Penangkapan Terbaru



Pada awal tahun 2026, LaBeouf ditangkap untuk keempat kalinya saat Mardi Gras di New Orleans. Rupanya, ia dan istrinya, Mia Goth, telah berpisah setahun sebelumnya. LaBeouf juga diduga menghina dua laki-laki secara homofobik selama perayaan tersebut. Pernyataannya tentang kegagalan dan tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya juga menjadi bagian dari kisahnya.

Kesimpulan

Kisah Shia LaBeouf menunjukkan bagaimana keberhasilan bisa diikuti oleh berbagai tantangan. Dari kariernya yang gemilang hingga masalah hukum dan personal, LaBeouf menjadi contoh betapa kompleksnya kehidupan seorang selebriti. Meski begitu, ia masih tetap menjadi subjek yang menarik perhatian publik.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *