Renungan Harian Kristen: Beragam Karunia Dalam Melayani Tuhan
Renungan harian Kristen kali ini mengambil judul Beragam Karunia Dalam Melayani Tuhan. Bacaan Alkitab yang digunakan adalah dari 1 Korintus 1:15-16. Dalam ayat tersebut, Paulus menjelaskan bahwa pelayanan kepada Tuhan bukanlah untuk memenuhi keinginan atau kepentingan diri sendiri, tetapi semata-mata demi kemuliaan Tuhan.
Ketika bertemu Kristus dalam perjalanan menuju Damsyik untuk menganiaya dan menangkap jemaat Tuhan di sana, Paulus ditetapkan oleh Tuhan menjadi hamba-Nya yang setia dalam memberitakan Injil. Panggilan utama Paulus adalah menyampaikan Kabar Baik kepada semua orang. Ia fokus pada tugas itu, bukan pada hal-hal lain. Meskipun ada pelayanan lain yang dilakukannya, seperti membaptis, itu tidak menjadi prioritas utamanya.
Memang, Paulus sempat membaptis beberapa orang, seperti Krispus, Gayus, dan Stefanus beserta keluarganya. Namun, jumlahnya tidak banyak. Hal ini terjadi karena situasi dan kondisi tertentu yang memaksa dia untuk melakukan baptisan. Selain itu, ia tidak berkonsentrasi pada baptisan, melainkan pada pemberitaan Injil. Karena itu, baptisan juga dilakukan oleh hamba Tuhan lain sesuai dengan panggilan masing-masing.
Dengan demikian, Paulus terhindar dari kesan bahwa mereka yang dibaptis itu dilakukan di dalam namanya sendiri. Ia ingin menegaskan bahwa sebagai anak Tuhan sekaligus hamba-Nya yang diutus ke dunia, setiap orang harus fokus pada tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tidak perlu mengurusi urusan orang lain, karena setiap orang sudah memiliki tugas, tanggung jawab, serta talenta sesuai panggilan masing-masing.
Bagi setiap orang, Allah memberikan karunia yang berbeda-beda, sesuai rencana dan rancangan-Nya yang mulia bagi hamba-hamba-Nya maupun jemaat yang dilayani. Yang penting bagi Paulus adalah semua orang melakukan tugas dan panggilan pelayanannya dengan setia dan bertanggung jawab kepada Tuhan. Sebab, pelayanan itu berasal dari Allah, oleh kasih karunia-Nya, dan demi kemuliaan-Nya.
Kita hanya alat di tangan-Nya. Jadi, apapun yang kita kerjakan, harus dilakukan untuk kemuliaan Tuhan. Apapun talenta dan karunia yang diberikan oleh Tuhan, jangan dipakai untuk kesombongan atau membawa perpecahan di antara jemaat karena merasa lebih baik dari yang lain. Malah, harus membawa kedamaian bagi sesama dan untuk keagungan nama Tuhan semata.
Demikian pula bagi jemaat, jangan menjadikan para hamba Tuhan dengan segala talenta dan kemampuannya sebagai pengganti Tuhan. Jangan sampai terbentuk kelompok yang memecah jemaat. Baik para hamba Tuhan (pemimpin) maupun umat atau jemaat, harus tumbuh bersama dan hidup bersama dalam iman, sehingga persekutuan jemaat semakin dewasa dan nama Tuhan terus diagungkan selamanya.
Ketegasan Paulus ini ingin mengingatkan kita, umat Tuhan, agar tidak salah orientasi. Jangan bertumpu pada manusia, karena manusia hanya buatan Allah dan alat di tangan-Nya. Manusia bekerja untuk Tuhan, maka yang menjadi fokus kita bukanlah pekerja, tetapi Kristus sendiri.
Maka, semua talenta dan karunia serta segala kekayaan dalam pelayanan jemaat, harus dipersembahkan kepada Tuhan. Jangan bersandar dan mengandalkan manusia. Tetapi tetaplah teguh di dalam Dia, mengutamakan Dia dalam segala hal dan fokus melayani-Nya serta terus menyenangkan hati-Nya, apapun.
Karunia dan talenta bagi kita, bagaimanapun keadaan kita, serta di mana pun kita berada, jadikan Tuhan sebagai fokus dan yang utama. Bukan kita (manusia).
Demikian firman Tuhan hari ini:
“Sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.” (ayat 15-16)
Sahabat Kristus, apa gunanya kita memiliki dunia ini kalau kita kehilangan nyawa kita? Namun, jika kita hidup mengutamakan Tuhan, maka kehidupan kita akan diberkati-Nya secara melimpah, dijamin, dan pasti menikmati keselamatan kekal.
Maka jangan mengandalkan manusia dan dunia. Tapi carilah Tuhan dan utamakan Dia. Layani Dia, muliakan Kristus, bukan manusia. Karena manusia tak berdaya dan hampa adanya. Tuhan saja yang kekal.
Apapun yang kita miliki, dari Tuhan asalnya. Maka gunakan segala potensi diri kita untuk kemuliaan Tuhan. Layani Dia lebih dan lebih lagi. Maka Tuhan memberkati kita lebih dan lebih lagi dengan limpahnya. Amin.