Tanggapan Prabowo Subianto Terkait Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pernyataan tegasnya terkait insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Peristiwa ini terjadi di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, saat korban sedang berkendara sepeda motor. Tiba-tiba, ia diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan air keras ke wajahnya. Akibatnya, Andrie mengalami luka serius, terutama pada bagian mata.
Insiden ini langsung menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan luas. Andrie Yunus dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menyuarakan isu-isu hak asasi manusia. Fakta mengejutkan kemudian terungkap bahwa pelaku penyiraman air keras tersebut merupakan empat orang anggota aktif dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Keempat pelaku kini telah diamankan dan menjalani penahanan di Rumah Tahanan Militer Super Maximum Security milik Polisi Militer Kodam Jaya yang berlokasi di Guntur.
Fasilitas tersebut dikenal memiliki sistem keamanan tingkat tertinggi dengan pengawasan yang sangat ketat. Proses hukum terhadap kasus ini terus menjadi perhatian masyarakat, sementara pihak berwenang diminta untuk segera mengambil langkah tegas.
Prabowo bicara soal aksi teror itu saat menjawab pertanyaan dari sejumlah tokoh di kediamannya di Hambalang, Bogor. Momen wawancara sejumlah tokoh dengan Prabowo meja bundar itu direkam dan diunggah di YouTube @djojohadikusumo, pada Kamis (19/3/2026). Tokoh pers Najwa Shihab merupakan sosok yang bertanya soal teror terhadap aktivis itu. Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menjawab dengan menyatakan sejumlah sikap tegasnya.
Berikut lima poin tanggapan Prabowo mengenai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus:
-
Sebut Aksi Penyiraman sebagai Terorisme dan Tindakan Biadab
Prabowo menilai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror. “Ini terorisme, tindakan biadab,” kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa pelaku harus segera ditangkap dan diproses hukum. -
Minta Pengusutan Hingga Dalang Utama
Prabowo tidak hanya meminta penegak hukum menangkap pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri aktor intelektual di balik kejadian tersebut. “Harus kita usut sampai siapa yang nyuruh, siapa yang bayar,” tegasnya. Menurutnya, pengungkapan hingga dalang utama menjadi kunci agar kasus serupa tidak terus berulang. -
Tegaskan Tidak Ada Impunitas, Termasuk Jika Libatkan Aparat
Prabowo memastikan tidak akan ada perlindungan bagi siapa pun yang terlibat, termasuk jika pelaku berasal dari aparat negara. “Saya menjamin (tidak akan ada impunitas),” ujarnya. Ia bahkan menyatakan secara langsung menjamin proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu. -
Buka Kemungkinan Adanya Provokasi atau ‘False Flag’
Di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan kemungkinan adanya skenario provokasi dalam kasus-kasus teror. Ia menyebut istilah “false flag operation”, yakni aksi yang sengaja dibuat untuk menggiring opini publik seolah-olah dilakukan oleh pihak tertentu. “Kadang-kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah, itu namanya provokasi,” katanya. Namun demikian, ia tetap menegaskan bahwa semua kemungkinan harus diusut secara objektif. -
Janji Jaga Ruang Aman Kritik dan Tegakkan Hukum
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir tindakan intimidasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik. “Jadi percayalah saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu (teror) terjadi,” ujarnya. Ia juga menyatakan komitmennya membangun pemerintahan yang bersih, termasuk aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, hingga intelijen.
Prabowo menambahkan bahwa dirinya akan terus mendorong pengusutan kasus ini hingga tuntas, meskipun mengakui proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan kerja sama banyak lembaga. “Saya ingin menegakkan hukum,” katanya.
