Kehidupan Ekonomi di CFD Boulevard Makassar
Kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menarik minat banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setiap akhir pekan, lebih dari 800 pelaku UMKM memadati area ini dengan berbagai jenis usaha seperti kuliner, produk kreatif, dan layanan jasa. Aktivitas ini tidak hanya memberikan ruang bagi para pedagang untuk berkembang, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang mencari produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau.
Kehadiran UMKM di CFD Boulevard
Menurut Camat Panakkukang, Syahril, animo masyarakat dan pelaku UMKM yang tinggi menjadi tanda positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mengungkapkan bahwa jumlah pelaku usaha di CFD Boulevard saat ini telah mencapai lebih dari 800 tenant, meski kehadirannya bersifat fluktuatif setiap pekan. Aktivitas tersebut bahkan mampu menciptakan perputaran uang hingga puluhan juta rupiah hanya dalam beberapa jam.
“Animo berdagang UMKM bertambah, dan banyak masyarakat yang berbelanja ini betul-betul bagus. Tapi kami akan terus melakukan pembenahan dan penataan agar lebih baik lagi,” kata Syahril.
CFD Boulevard memberikan ruang usaha terbuka yang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar tanpa harus terbebani biaya operasional tinggi. Di sisi lain, masyarakat diuntungkan dengan kemudahan akses terhadap berbagai produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau. Simbiosis ini menjadikan CFD sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.
Penataan Kawasan dan Pengelolaan Lapak
Secara umum, para pelaku usaha yang berjualan di kawasan CFD sudah mulai menunjukkan kedisiplinan. Syahril menyebutkan bahwa pengelolaan lapak dan aktivitas pedagang sudah dilimpahkan ke pihak pengelola, namun kecamatan tetap bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendampingi.
“Alhamdulillah pelaku usaha sudah mulai tertib. Pengelolaan memang sudah dilimpahkan ke pihak pengelola, tetapi kecamatan tetap bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendampingi,” tuturnya.
Pemerintah kecamatan juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya terdampak penertiban di sejumlah titik untuk bisa berjualan di kawasan CFD Boulevard. Dia memastikan sejumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Pantai Losari telah difasilitasi untuk bergabung di CFD Boulevard. Pemerintah kecamatan bahkan telah menyiapkan lapak lengkap dengan nomor untuk mereka.
“Kami sudah memberikan imbauan kepada para UMKM yang sebelumnya terdampak penertiban agar bisa masuk dan berjualan di sini,” ungkap Syahril.
Layanan Kesehatan Gratis dan Evaluasi Parkir
Tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan CFD Boulevard juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik. Salah satunya melalui layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh puskesmas Kecamatan Panakkukang. Ini bagian dari edukasi kesehatan sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang beraktivitas di CFD.
“Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir lima puskesmas.”
Selain memastikan geliat UMKM berjalan optimal, pihak Kecamatan Panakkukang akan bersama PD Parkir dan Dishub melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik yang masih memerlukan penataan. Terutama terkait pelanggaran parkir kendaraan yang belum tertib. Langkah ini dilakukan agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga, sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang di kawasan CFD.
Fokus pada Penataan Kawasan
Syahril menegaskan penataan kawasan tetap menjadi perhatian utama agar aktivitas yang berlangsung semakin tertib dan nyaman. “Ada beberapa hal yang perlu kami benahi, terutama terkait keberadaan mobil yang mulai masuk dalam dua minggu terakhir ini, itu jadi bagian dari fokus penataan kami,” jelasnya.