Samarinda Masuk Tiga Besar Kota Paling Maju di Luar Pulau Jawa
Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, berhasil masuk dalam peringkat tiga besar kota paling maju di luar Pulau Jawa berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025. Dengan skor 4,32, kota yang dikenal dengan julukan “Kota Tepian” ini mampu bersaing dengan kota-kota besar seperti Banjarmasin dan Medan. Perolehan skor ini menunjukkan bahwa Samarinda memiliki daya saing yang kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Pengukuran IDSD yang Komprehensif
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) adalah alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat daya saing suatu daerah secara menyeluruh. Instrumen ini disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan mengacu pada berbagai standar internasional. Pengukuran IDSD menggunakan 12 pilar utama sebagai dasar penilaian, yaitu:
- Institusi
- Infrastruktur
- Adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
- Stabilitas ekonomi makro
- Kesehatan
- Keterampilan
- Pasar produk
- Pasar tenaga kerja
- Sistem keuangan
- Ukuran pasar
- Dinamisme bisnis
- Kapabilitas inovasi
Setiap pilar tersebut mencakup aspek penting dalam pembangunan daerah, sehingga pengukuran IDSD tidak hanya melihat satu aspek, tetapi memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas dan daya saing suatu daerah.
Performa Samarinda yang Mengesankan
Dalam hasil pemeringkatan IDSD 2025, Samarinda berada di posisi ketiga kota paling maju di luar Pulau Jawa. Kota ini memperoleh skor 4,32 poin, hanya terpaut tipis dari dua kota di atasnya, yakni Banjarmasin yang menempati posisi pertama dengan skor 4,35 dan Medan di posisi kedua dengan skor yang sama yaitu 4,32. Masuknya Samarinda dalam tiga besar menjadi pencapaian yang signifikan, mengingat kompetisi yang cukup ketat antar kota di luar Pulau Jawa.
Keberhasilan Samarinda semakin terlihat menonjol karena mampu melampaui sejumlah kota besar lainnya. Dalam daftar yang dirilis, beberapa kota yang berada di bawah Samarinda antara lain Mataram dengan skor 4,26, Padang dengan 4,25, hingga Denpasar yang memperoleh skor 4,23. Selain itu, kota-kota lain seperti Pekanbaru, Gorontalo, Palembang, dan Manado juga berada di bawah Samarinda dalam daftar tersebut.
Keunggulan yang Menjadi Dasar Kemajuan
Keunggulan Samarinda tidak hanya dilihat dari satu aspek, melainkan merupakan hasil dari akumulasi berbagai indikator yang menggambarkan kondisi ekonomi, sosial, dan infrastruktur suatu daerah. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang merujuk pada sejauh mana suatu daerah mampu memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan publik dan kegiatan ekonomi. Sementara itu, dinamisme bisnis menggambarkan tingkat kemudahan dan aktivitas dunia usaha di suatu wilayah.
Daftar 10 Kota Paling Maju di Luar Pulau Jawa Versi BRIN 2025
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh BRIN, berikut adalah daftar 10 besar kota paling maju di luar Pulau Jawa berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025:
- Banjarmasin – 4,35
- Medan – 4,32
- Samarinda – 4,32
- Mataram – 4,26
- Padang – 4,25
- Pekanbaru – 4,24
- Gorontalo – 4,24
- Palembang – 4,23
- Denpasar – 4,23
- Manado – 4,23
Daftar ini menunjukkan bahwa persaingan antar kota di luar Pulau Jawa semakin ketat. Perbedaan skor yang relatif tipis antar kota menandakan bahwa masing-masing daerah terus berupaya meningkatkan daya saingnya. Samarinda, dengan performanya yang konsisten, membuktikan bahwa perkembangan daerah tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.