Masalah SPPG di Tapin Kalsel Terhenti Sementara, Ini Dua Alasannya

Hartono Hamid
4 Min Read

Penutupan Sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Tapin

Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mengalami penutupan sementara. Hal ini terjadi setelah tim Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin, H Nordin, menjelaskan bahwa delapan SPPG yang dihentikan sementara sebagian besar belum memiliki dokumen legalitas lingkungan seperti Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta ada yang belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Dua SPPG karena IPAL, selebihnya belum ada SLHS. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Nordin, Jumat (10/4/2026). Ia menambahkan bahwa pihak pengelola SPPG sebelumnya telah menyampaikan permohonan kepada DLH untuk melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap sistem IPAL yang mereka miliki.

Permintaan tersebut muncul setelah adanya catatan dari tim BGN terkait ketidaksesuaian pengelolaan limbah. Menindaklanjuti hal tersebut, DLH Tapin merencanakan kegiatan sosialisasi kepada seluruh pengelola SPPG. Sosialisasi dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang di Kantor DLH Tapin.

“Kita akan berikan pencerahan terkait kewajiban pengelolaan lingkungan, khususnya IPAL. Mulai dari sistem yang sesuai hingga tata kelola pembuangan limbah agar memenuhi standar yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Nordin, dua SPPG yang teridentifikasi bermasalah terkait IPAL berada di wilayah Pulau Pinang dan Rantau Kiwa. Keduanya kini menjadi prioritas untuk pembinaan agar dapat segera memenuhi persyaratan dan kembali beroperasi.

Selain fokus pada pengelolaan limbah cair, DLH Tapin juga mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat SPPG. Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan sisa makanan menjadi pakan maggot.

“Kami sudah mulai menjajaki kerja sama untuk pengelolaan sisa makanan. Ke depan, setiap SPPG diharapkan bisa mengelola sampah organiknya sendiri, misalnya melalui budidaya maggot,” tambahnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memberikan nilai tambah dari pengelolaan sampah berbasis sumber.

DLH Tapin berharap melalui sosialisasi dan pembinaan tersebut, seluruh pengelola SPPG dapat memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku, sehingga operasional program pemenuhan gizi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Penyebab Penutupan Sementara SPPG

Penutupan sementara operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada awal 2026, khususnya sekitar bulan Februari-Maret, disebabkan oleh beberapa alasan utama yang berkaitan dengan evaluasi mutu dan standar layanan. Berdasarkan informasi terbaru, berikut adalah alasan-alasan utamanya:

  • Menu Tidak Sesuai Standar Mutu: Ditemukan menu makanan bergizi gratis yang berjamur, berbau busuk, bahkan mengandung lele mentah, yang dinilai tidak layak konsumsi.
  • Masalah Sanitasi dan Higiene: Banyak dapur SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memadai.
  • Evaluasi Sarana dan Prasarana: Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap pemenuhan standar operasional prosedur (SOP) dan kelengkapan dapur. Ribuan SPPG dihentikan sementara di beberapa klaster wilayah untuk pembenahan ini.
  • Pelanggaran Berat: Adanya dugaan kecurangan, seperti tindakan mark up harga bahan baku oleh mitra.
  • Kasus Keracunan: Operasional sejumlah SPPG dihentikan karena menyebabkan kasus keracunan makanan pada penerima manfaat.

Penghentian ini bersifat sementara (suspend) dan bertujuan untuk melakukan perbaikan agar standar gizi dan keamanan pangan terjaga, dengan target operasional kembali setelah persyaratan dipenuhi.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *