Kebakaran Hebat Menghancurkan Cafe Tiara di Gorontalo
Kebakaran yang terjadi di Cafe Tiara, sebuah tempat hiburan malam (THM) di kawasan permukiman penduduk Kelurahan Dulomo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menimbulkan kerugian besar. Kejadian ini terjadi pada pagi hari setelah aktivitas kafe ditutup sekitar pukul 08.30 WITA.
Nena Wulandary, pemilik usaha, mengatakan bahwa ia baru saja pulang dari tempat usahanya tersebut. Saat itu, ia belum sempat terlelap dari bekerja sepanjang malam. Tiba-tiba, ia kaget begitu menyaksikan kebakaran yang terjadi di lokasi usahanya.
Perkembangan Kebakaran
Api dengan cepat menjalar di lantai dua bangunan yang digunakan sebagai mess karyawan. Bahkan lantai bawah yang menjadi area utama usaha pun terbakar, meski tidak separah di bagian atas bangunan. Dari informasi awal, asap tebal pertama kali terlihat keluar dari bagian atas bangunan. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk memadamkan kobaran api dan sisa asap yang bertahan cukup lama.
Nena mengatakan bahwa sebelum pulang, ia memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi mati dan kafe sudah dibersihkan bersama karyawan. “Saya sudah close (tutup) sejak pagi, sekitar mau jam 7. Di dalam sudah aman, karyawan sudah bersih-bersih. AC, kulkas, showcase, semua sudah saya matikan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Meski operasional telah ditutup, Nena menyebut masih ada karyawan yang berada di sekitar area kafe. Namun, tidak ada aktivitas memasak maupun penggunaan peralatan listrik tambahan. Saat api mulai terlihat, karyawan akan menelepon pemilik kafe, tetapi jaringan wifi di kafe tiba-tiba terputus.
Sumber Api Diduga dari Kabel Listrik
Salah satu karyawan kemudian mendatangi rumah pemilik untuk menyampaikan kondisi tersebut. Nena mengaku, saat kembali ke lokasi usai mendapat informasi dari karyawan, api sudah terlihat menyala di bagian atas bangunan. Ia menduga sumber api bukan berasal dari dalam area utama kafe, melainkan dari sambungan kabel listrik di bangunan sebelah yang berdekatan langsung dengan Kafe Tiara.
Di area tersebut terdapat gudang dan tempat penyimpanan peralatan sound system. “Di atas itu ada gudang, tempat sound. Ada kabel sambungan di situ, mungkin koslet lalu api membesar,” ujarnya.
Struktur lantai dua yang sebagian besar berbahan gipsum dan material tidak permanen membuat api cepat membesar. “Yang di atas itu bahannya gipsum, tidak permanen, makanya cepat. Kalau di bawah tidak, cuma di sekitaran atas saja,” katanya.
Kerusakan yang Terjadi
Dari pantauan, lantai dua bangunan menjadi bagian yang paling parah terdampak kebakaran. Dinding dan plafon tampak hangus, rangka atap menghitam, dan beberapa bagian terlihat berlubang akibat jilatan api. Lantai dua bangunan diketahui memiliki lima kamar yang digunakan sebagai mess karyawan. Dua kamar tampak tidak terbakar, sementara beberapa kamar lainnya dan bagian utama lantai dua mengalami kerusakan cukup berat.
Selain kamar mess, sejumlah peralatan usaha dan perangkat sound system juga berada di lantai dua. Amatan di lokasi, beberapa peralatan tampak hangus dan rusak, sementara sebagian lainnya berhasil dievakuasi setelah api mulai terkendali. Bagian barat bangunan terlihat mengalami kerusakan paling parah. Puing plafon dan sisa material bangunan berserakan di lantai. Aroma gosong masih tercium kuat di sekitar lokasi beberapa jam setelah kebakaran.
Penanganan oleh Petugas Pemadam Kebakaran
Nena memastikan tidak ada ledakan tabung gas dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, tidak ada aktivitas memasak dan seluruh tabung gas dalam kondisi tidak digunakan. “Tabung tidak meledak. Posisi karyawan tidak ada yang masak,” katanya.
Soal kerugian, Nena mengaku belum dapat memastikan nilai pastinya. Pendataan terhadap peralatan dan barang yang terdampak masih dilakukan. “Saya belum tahu kerugiannya berapa. Banyak alat-alat di dalam, sound-sound juga,” ujarnya.
Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh karyawan dipastikan dalam kondisi selamat. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Pemadaman Api dan Kesadaran Masyarakat
Di lokasi yang sama, Danru Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo, Hasan, P., mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 20 personel untuk menangani kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih satu jam. “Kita turunkan sekitar 20 orang. Untuk kondisi seperti ini, pemadaman kurang lebih satu jam,” ujarnya.
Hasan menjelaskan, api di bagian atas bangunan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan karena masih terdapat sisa asap dan material bangunan yang mudah terbakar. “Yang di atas agak lama karena masih ada sisa asap. Kita pastikan tidak ada titik api lagi,” katanya.
Ia menambahkan, secara umum tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik. “Kami harap masyarakat lebih waspada. Kalau rumah atau tempat usaha ditinggalkan, perhatikan arus listrik, colokan dicabut, kompor dan regulator gas juga diperhatikan,” ujarnya.
Terlihat sejumlah armada pemadam kebakaran terparkir di sekitar lokasi. Petugas terlihat naik ke lantai dua untuk memastikan tidak ada sisa api, sementara sebagian lainnya melakukan penyemprotan lanjutan di area yang masih mengeluarkan asap. Aparat TNI dan Polri turut membantu mengamankan lokasi dan juga membantu memadamkan api. Sejumlah warga tampak menyaksikan proses pemadaman dari area kebakaran.
Hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya, sisa asap masih terlihat keluar dari bagian atas bangunan. Petugas memastikan lokasi benar-benar aman sebelum meninggalkan area.