Mengapa Satelit Tidak Jatuh Meski Terpengaruh Gravitasi?

Amanda Almeirah
4 Min Read

Apa Itu Satelit Buatan?



Satelit buatan adalah objek yang dibuat oleh manusia dan diluncurkan ke orbit menggunakan roket. Ukuran satelit ini sangat bervariasi; beberapa satelit berbentuk kubus dengan ukuran sekecil 10 cm, sementara beberapa satelit komunikasi memiliki panjang hingga 7 meter dengan panel surya yang bisa membentang hingga 50 meter.

Satelit digunakan untuk berbagai tujuan, seperti mempelajari Bumi dan planet lain, berkomunikasi, serta mengamati alam semesta yang jauh. Bahkan, satelit mampu membawa manusia di dalamnya, seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Pesawat Ulang-Alik.

Satelit buatan pertama adalah Sputnik 1 Uni Soviet, yang diluncurkan pada tahun 1957. Sejak saat itu, banyak negara lain juga meluncurkan satelit, sehingga saat ini terdapat lebih dari 3.000 wahana antariksa yang beroperasi mengorbit Bumi. Setiap satelit memiliki misi tertentu, seperti penelitian ilmiah, pengamatan cuaca, dukungan militer, navigasi, pencitraan bumi, dan komunikasi. Perangkat pada satelit dirancang tahan terhadap radiasi dan ruang hampa.

Bagaimana Satelit Tetap Berada Pada Orbitnya?



Satelit sangat bergantung pada keseimbangan antara kecepatan dan gravitasi untuk tetap berada di orbit. Untuk mencapai luar angkasa, roket harus berakselerasi hingga kecepatan 25.039 mph (40.320 kph) agar dapat lepas dari gravitasi Bumi. Setelah itu, satelit perlu menjaga keseimbangan kecepatannya agar tidak jatuh ke Bumi atau terlempar ke luar angkasa.

Keseimbangan ini disebut sebagai orbit, yaitu keseimbangan antara gaya gravitasi yang menarik satelit dan inersia gerak satelit, yaitu kecenderungan satelit untuk terus bergerak. Contohnya, satelit yang mengorbit lebih dekat ke Bumi membutuhkan kecepatan lebih tinggi untuk melawan gravitasi yang lebih kuat. Kecepatan rata-rata satelit biasanya sekitar 17.000 mph, memungkinkan mereka mengorbit pada ketinggian sekitar 150 mil (242 kilometer) dari permukaan Bumi.

Kecepatan Satelit Ditentukan Oleh Jaraknya Dari Bumi



Kecepatan satelit ditentukan oleh jaraknya dari Bumi, karena gravitasi Bumi semakin lemah seiring meningkatnya ketinggian. Berikut adalah beberapa jenis orbit berdasarkan ketinggian:

  • Orbit Bumi Rendah (LEO)

    Satelit di LEO berada sekitar 160 hingga 2.000 kilometer di atas Bumi. Karena gravitasi lebih kuat, satelit ini harus bergerak cepat untuk tetap berada di orbit. Mereka biasanya menyelesaikan satu orbit dalam waktu 90 menit.

  • Orbit Bumi Menengah (MEO)

    Satelit di MEO mengorbit antara 2.000 hingga 35.000 kilometer di atas Bumi. Gravitasi lebih lemah, sehingga mereka dapat bergerak lebih lambat daripada satelit di LEO.

  • Orbit Geostasioner Bumi (GEO)

    Satelit GEO mengorbit sekitar 35.786 kilometer di atas khatulistiwa Bumi. Mereka bergerak dengan kecepatan yang sama dengan rotasi Bumi, sehingga tampak diam relatif terhadap permukaan tanah. Ini membuatnya ideal untuk pemantauan cuaca dan komunikasi berkelanjutan.

  • Orbit Elips Tinggi (HEO)

    Dengan orbit oval yang panjang, satelit HEO memberikan pandangan yang lebih luas di wilayah tertentu. Ini sangat berguna untuk kebutuhan komunikasi khusus, terutama di lintang tinggi.

Berapa Lama Satelit Dapat Bertahan Di Orbit?



Waktu yang dihabiskan satelit di orbit sangat bergantung pada ketinggiannya. Satelit di orbit rendah cenderung lebih rentan terbakar dan jatuh karena gesekan udara di atmosfer. Sebaliknya, satelit di orbit lebih tinggi biasanya dapat bertahan hingga puluhan tahun karena hampir tidak ada hambatan udara.

Jika sebuah satelit sudah tidak berfungsi lagi, operator biasanya memindahkan satelit tersebut ke orbit “kuburan” yang jauh dari orbit lain, atau membiarkannya turun secara perlahan menuju Bumi agar hancur terbakar saat melewati atmosfer.

Satelit tidak jatuh ke Bumi karena memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan keseimbangan orbit yang stabil. Inilah mengapa satelit tetap berada di luar angkasa.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *