Inflasi Jawa Barat Naik 2,54%, BPS: Masih Terkendali. Pengamat: Harga Pangan Mengkhawatirkan

Nurlela Rasyid
4 Min Read

Inflasi Jawa Barat pada November 2025

Pada bulan November 2025, Jawa Barat kembali mengalami inflasi sebesar 2,54 persen secara tahunan. Angka ini dianggap cukup terkendali, meskipun pihak berwenang memperkirakan adanya tekanan inflasi yang lebih besar menjelang bulan Desember 2025.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan inflasi adalah harga emas dunia yang masih berada di atas rata-rata harga bulan sebelumnya. Selain itu, cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah juga memberikan dampak signifikan terhadap pasokan hortikultura.

Menurut Fungsional Statistisi Ahli Madya, Ninik Anisah, dalam rilis berita resmi dari Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, inflasi bulanan pada November 2025 mencapai 0,16 persen. Sementara itu, inflasi secara tahun kalender sebesar 2,19 persen dan secara tahun ke tahun sebesar 2,54 persen.

Kelompok Pengeluaran yang Berkontribusi Terbesar

Dari seluruh kelompok pengeluaran, dua kelompok yang memiliki andil inflasi tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,09 persen serta makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Kedua kelompok ini menjadi penyumbang dominan terhadap inflasi pada November 2025.

Secara regional, inflasi bulanan yang tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 0,29 persen, diikuti oleh Kota Bandung sebesar 0,24 persen.

Komoditas yang Menyumbang Inflasi

Komoditas yang paling berkontribusi terhadap inflasi bulanan antara lain emas perhiasan sebesar 0,09 persen, wortel, bawang merah, dan cabai merah masing-masing sebesar 0,03 persen, serta jeruk sebesar 0,02 persen.

Perkembangan Harga Komoditas Pangan

Pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menyatakan bahwa inflasi Jawa Barat pada November 2025 sudah cukup terkendali. Namun, ia menyoroti adanya tekanan dari faktor fundamental seperti kenaikan harga emas yang terus-menerus serta kenaikan harga komoditas pokok seperti telur dan daging ayam ras.

Menurut Acuviarta, pada November 2025 hanya cabai merah yang masih mengalami kenaikan harga. Namun, tren kenaikan tersebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Sementara itu, harga daging ayam dan telur mulai menurun.

Faktor Penyebab Inflasi

Kombinasi antara faktor global dan domestik menjadi penyebab utama kenaikan inflasi. Di tingkat domestik, spekulasi dan peningkatan permintaan di beberapa tempat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi.

Selain itu, perubahan kondisi cuaca dan spekulasi harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga menjadi faktor pemicu inflasi. Acuviarta menilai bahwa inflasi yang tinggi bisa membahayakan, terlebih karena akan memasuki bulan Desember yang biasanya mengalami kenaikan inflasi.

Persiapan untuk Bulan Desember

Menurut dia, inflasi historis cenderung naik pada bulan Desember, apalagi jika ada momen Ramadan dan Lebaran pada Februari dan Maret 2026. Oleh karena itu, pemerintah harus waspada terhadap potensi lonjakan harga yang mungkin terjadi.

Acuviarta menyatakan bahwa idealnya inflasi pada bulan Desember tidak boleh melebihi kisaran 0,3-0,4 persen. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya khusus untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Ia juga memperkirakan bahwa inflasi pada akhir tahun 2025 bisa mencapai 2,4 hingga 2,5 persen. Meskipun masih dalam target inflasi yang ditetapkan pemerintah, yaitu 2,5 persen plus minus 0,5 persen, angka tersebut akan mendekati batas atas target tersebut.

Perhatian Serius terhadap Lonjakan Inflasi

Gejala lonjakan inflasi sudah terlihat sejak Oktober 2025. Selain dipicu oleh harga emas di tingkat global, kenaikan harga telur dan daging ayam juga terjadi akibat MBG.

“Jika kenaikan harga emas tidak bisa dihindari, maka kenaikan harga cabai merah, beras, telur, dan daging ayam perlu diperhatikan serius,” kata Acuviarta.

Ia menyarankan pemerintah untuk mensosialisasikan pergeseran komoditas pangan, terutama bagi pengelola MBG. Misalnya, penggunaan telur dan daging ayam ras dapat diganti dengan ikan atau telur puyuh.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *