Sambut TA 2026/2027, SRMP 15 Mojokerto Tingkatkan Akademik dan Kebiasaan Berasrama Siswa

Zaiful Aryanto
5 Min Read

Persiapan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto untuk Tahun Ajaran Baru

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto telah memulai persiapan lebih awal menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya, SRMP 15 Mojokerto melakukan persiapan lebih dini karena para siswa membutuhkan adaptasi khusus di lingkungan boarding school.

Kepala SRMP 15 Mojokerto, Heri Susanto menjelaskan bahwa pihak sekolah mengoptimalkan staf pengajar yang terdiri dari 12 guru kelas, satu guru agama, dan lima wali asuh. Proses akademik serta pola hidup berasrama siswa dikelola secara optimal. Persiapan khusus mencakup modul pembelajaran, pembiasaan karakter di lingkungan asrama, hingga dukungan psikologis. Hal ini penting karena latar belakang siswa sangat beragam.

Menurut Heri, persiapan khusus ini sangat penting karena siswa belum terbiasa jauh dari keluarga dan harus menetap di asrama selama 24 jam. “Kami juga akan mempersiapkan dari sisi psikologisnya, meski dari segi kesiapan mereka sudah mampu karena ada seperti MPLS,” tambahnya.

Saat ini, SRMP 15 Mojokerto dapat menampung 50 siswa dengan dua rombongan belajar (rombel) masing-masing 25 siswi dan 25 siswa. Proses pembelajaran dan asrama terpisah. Selama menempuh pendidikan di sekolah rakyat, mereka didampingi oleh 37 staf pengajar, wali asuh, dan tenaga kependidikan. Setiap wali asuh mendampingi 10 siswa secara intensif.

Gedung Permanen di Dawarblandong

Operasional SRMP 15 Mojokerto masih menempati bangunan gedung Diklat Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Mojokerto di Jalan Terusan Nomor 199, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, (Jatim). Pemkab Mojokerto telah menghibahkan lahan seluas lebih dari 8 hektare untuk pembangunan gedung sekolah rakyat permanen di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.

Proyek pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang mencakup lembaga pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian PU yang diharapkan terealisasi pada 2026 ini. Kapasitas awal sekolah adalah 50 siswa dan dua kelas, namun bangunan permanen nanti diproyeksikan dapat menampung 1.000 siswa, setara dengan sekolah rakyat di Indonesia.

Skema Penerimaan Siswa Baru

Keberlanjutan sekolah rakyat untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, saat ini pihak sekolah masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemda. Para siswa juga sangat menanti pembangunan gedung permanen SR di Dawarblandong. Terlebih, program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto semakin diminati masyarakat, mereka antusias ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Nantinya, proses seleksi siswa baru akan semakin ketat, sesuai DTEN (Data Tunggal Ekonomi Nasional) Desil 1 dan Desil 2 dari Kemensos RI. “Kita masih menunggu arahan dari Kemensos dan Bapak Bupati nanti, terkait lokasi belajar untuk siswa baru nanti. Kalau harapan kami, gedung permanen di Dawarblandong bisa segera rampung sehingga dapat memfasilitasi banyak siswa, karena kapasitasnya 1.000 siswa,” ujar Heri.

Fasilitas Sekolah Rakyat di Mojokerto

Siswa sekolah rakyat di Mojokerto mendapat fasilitas gratis mulai dari pendidikan, asrama, peralatan sekolah, makan tiga kali sehari, dan lainnya. Menu makanan dari MBG (Makan Bergizi Gratis) yang didesain prasmanan, dan siswa boleh mengambil secara bebas bahkan diperbolehkan menambah jika masih lapar.

Salah satu guru SRMP 15 Mojokerto, Salsabilah Tazkia (25) mengatakan, selain pembelajaran akademik para siswa juga disediakan 10 ekstrakurikuler (ekskul). Ekskul itu meliputi musik, paduan suara, banjari, voli, futsal, sepak bola, bahasa inggris, Coding, tari, OSN karya ilmiah atau Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

“Pembelajaran akademik mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, nanti dilanjutkan ekskul dan pembelajaran dari wali asuh setiap malam,” kata Salsa. Menurutnya, perubahan menonjol dari seluruh peserta didik adalah terkait motivasi keinginan belajar yang semakin kuat. Dan memang perlu effort untuk membimbing siswa yang notabene berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

“Mereka sama seperti umumnya siswa, cuma perlu beberapa kali dinasehati agar berubah. Telaten dan sabar, buktinya mereka mau berubah yang dulunya motivasi belajar rendah, sekarang suka belajar bahkan antuasias ke perpustakaan,” bebernya.

Perubahan dalam Kehidupan Siswa

Kepala SRMP 15 Mojokerto, Heri Susanto menambahkan, pembelajaran siswa sudah berjalan selama enam bulan. Para siswa juga semakin betah, bahkan mereka ingin cepat kembali ke asrama saat libur semester selama dua pekan, 22 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Perubahan jam jenguk siswa diubah, dari awalnya setiap 1 pekan sekali seiring berjalannya waktu menjadi setiap 1 bulan dan sekarang menjadi setiap 3 bulan sekali dengan tujuan melatih kemandirian.

“Siswa merasa senang, terbukti sudah 1 semester ini mereka semakin kerasan dan ketika libur ingin kembali ke asrama. Karena di asrama juga memiliki fasilitas lebih difasilitasi oleh pemerintah khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian Sosial (Kemensos),” tandasnya.

Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *