Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 147: Kegiatan 4

Rafitman
7 Min Read

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 147

Pada halaman 147 buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas 11 kurikulum merdeka, siswa dihadapkan pada tugas mengubah cerita pendek menjadi bentuk naskah drama. Tugas ini merupakan bagian dari Bab 5 yang berjudul Mengenal Keberagaman Indonesia lewat Pertunjukan Drama. Materi ini dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam memahami struktur drama serta mampu mengekspresikan cerita melalui dialog dan adegan.

Berikut adalah kunci jawaban yang dapat digunakan sebagai panduan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Namun, sebelum melihat jawaban, siswa disarankan untuk mencoba menjawab sendiri terlebih dahulu agar proses belajar lebih efektif.

Adegan/Babak 1

  • Tokoh: Joko Sudiro, Mei Wang, dan Tukang Bakmi
  • Dialog antartokoh:
  • Tukang Bakmi: “Ayo pada kenalan. Sudah pada kenal belum? Jangan malu-malu.”
  • Joko Sudiro: “Joko,” “Joko Sudiro…”
  • Mei Wang: “Mei Wang.”
  • Keterangan lakuan:
  • Tukang Bakmi: Jahil dan ceria.
  • Joko Sudiro: Malu-malu sambil mengulurkan tangan.
  • Mei Wang: Malu-malu sambil menyambut tangan Joko.
  • Latar tempat: Pinggir jalan di antara rumah-rumah penduduk.
  • Keterangan suara: Suara sayup dari masjid berupa suara mengaji yang biasa dilakukan setelah salat untuk menunjukkan tokoh Joko bahwa ia pulang dari masjid.
  • Efek suara: Suara tukang bakmi memukulkan sendok ke mangkok. Suara jangkrik untuk menandakan suasana malam hari.
  • Keterangan lampu: Lampu remang pada awal dan akhir. Cahaya lampu fokus ke arah Mei Wang dan Joko ketika mereka berbicara secara bergantian. Pada akhir babak lampu berangsur-angsur meredup.
  • Kostum:
  • Joko: Peci, sarung, dan baju koko.
  • Mei Wang: Rok dan kaos rumah.
  • Tukang Bakmi: Topi, kaos, celana panjang, dan sandal.
  • Tata wajah:
  • Joko: Wajah senang tetapi terlihat malu.
  • Mei Wang: Wajah malu-malu dengan pipi kemerahan.
  • Tukang Bakmi: Wajah ceria dengan senyum terus menggoda keduanya.

Adegan/Babak 2

  • Tokoh: Joko Sudiro, Mei Wang, dan teman Mei Wang
  • Dialog antartokoh:
  • Teman Mei Wang: “Dia pasti membuka jendela buatmu, hahaha.”
  • “Dia pasti membuka jendela buatmu, hahaha.”
  • “Ayolah kalian sudah kenal kan semalam.”
  • “Setiap kita berangkat dia selalu membuka jendela. Jendela hatinya buatmu, hahaha.”
  • Keterangan lakuan: Meledek sambil tertawa lepas.
  • Latar tempat: Panggung dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menggambarkan kamar Joko yang sedang dibuka jendelanya. Bagian kedua menggambarkan teras rumah Mei Wang saat akan beranjak ke gereja.
  • Keterangan suara: Suara alunan lagu ceria terdengar sayup.
  • Efek suara: Sayup-sayup suara ayam berkokok yang menandakan bahwa hari sudah pagi ketika Mei Wang hendak pergi ke gereja.
  • Keterangan lampu: Pengaturan lampu diatur terang agar menandakan bahwa itu suasana pagi hari. Di akhir babak lampu berangsur-angsur meredup.
  • Kostum:
  • Mei Wang dan teman-temannya: Pakaian rapi, bersih, dan formal karena akan pergi ke gereja.
  • Joko: Kaos oblong, rambut acak-acakan, dan sarung.
  • Tata wajah:
  • Mei Wang: Terlihat malu-malu sambil terus digoda teman-temannya yang terlihat ceria.
  • Joko: Tersenyum malu.

Adegan/Babak 3

  • Tokoh: Joko Sudiro dan Mei Wang
  • Dialog antartokoh:
  • Joko Sudiro: “Wayang golek?”

    “Di kamarmu.”

    “Potehi? Aku belum pernah melihat pertunjukannya.”
  • Mei Wang: “Bukan. Itu Wayang Potehi.”

    “Dilarang.”
  • Keterangan lakuan:
  • Joko: Sangat gugup dan malu-malu dengan tangan terus mengucek-ucek taplak kain meja.
  • Mei Wang: Menjawab dengan sedikit kaget, tetapi tetap tenang.
  • Latar tempat: Teras sebuah rumah dengan meja dan kursi yang digunakan oleh Joko dan Mei Wang.
  • Keterangan suara: Tidak ada, agar penonton fokus ke percakapan yang terjadi.
  • Efek suara: Suara jangkrik untuk menandakan suasana malam hari.
  • Keterangan lampu: Pengaturan lampu diatur remang menandakan malam hari. Cahaya lampu ada dua yang masing-masing fokus ke arah Mei Wang dan Joko. Pada akhir babak lampu berangsur-angsur meredup.
  • Kostum:
  • Joko: Celana panjang dan kaos.
  • Mei Wang: Gaun panjang yang memesona.
  • Tata wajah:
  • Joko: Senang untuk memulai pembicaraan.
  • Mei Wang: Terlihat senang dan juga malu.

Adegan/Babak 4

  • Tokoh: Joko Sudiro dan Penginterograsi
  • Dialog antartokoh:
  • Penginterograsi: “Mana Thukul?! Mana Thukul?! Mana Wiji Thukul?!”
  • Joko Sudiro: “Mei Wang…”
  • Penginterograsi: “Otakmu kiri, kau pantas mati!”
  • Keterangan lakuan:
  • Penginterograsi: Membentak Joko Sudiro.
  • Joko Sudiro: Lemas dan tidak berdaya.
  • Penginterograsi: Mengancam Joko sambil menyeretnya keluar panggung.
  • Latar tempat: Latar ruangan yang gelap.
  • Keterangan suara: Suara musik mencekam terdengar beradu keras dengan suara tokoh penginterogasi.
  • Efek suara: Suara gebrakan meja.
  • Keterangan lampu: Lampu hanya menyorot Joko yang sedang diinterogasi dengan sisi lainnya gelap.
  • Kostum:
  • Joko: Kaos dan bercelana panjang jeans yang sudah terlihat lusuh dan kotor.
  • Penginterogasi: Baju tentara dengan sepatu PDH.
  • Tata wajah:
  • Joko: Kesakitan. Ada bercak darah pada bibir, wajah, dan pelipis kanannya juga terlihat babak belur.
  • Penginterogasi: Berwajah sangar, galak, garang dan berambut cepak.

Adegan/Babak 5

  • Tokoh: Joko Sudiro dan Mei Wang
  • Dialog antartokoh:
  • Joko Sudiro: –

    Keterangan lakuan: Joko Sudiro mencari-cari Mei Wang di antara pertunjukkan wayang. Setelah menemukan Mei Wang dan beradu pandang ia terlihat sangat senang, tetapi berubah menjadi sangat ketakutan dan sedih di akhir babak.
  • Mei Wang: –

    Keterangan lakuan: Memandang Joko Sudiro dari jauh dengan tatapan sedih, tetapi lega.
  • Latar tempat: Tempat pertunjukan wayang potehi.
  • Keterangan suara: Suara alunan musik Tiongkok pengiring wayang potehi.
  • Efek suara: Suara kerumunan orang ceria di awal babak dan suara kerumunan orang histeris di akhir babak.
  • Keterangan lampu:
  • Pada awal babak pengaturan lampu diatur berfokus pada pagelaran wayang dan Joko.
  • Cahaya fokus ke arah Mei Wang dan Joko ketika mereka akhirnya saling menemukan satu sama lain.
  • Pada akhir babak, lampu berwarna merah menyorot ke arah semua pemain di panggung dan mati secara tiba-tiba untuk dramatisasi.
  • Kostum:
  • Joko: Kaos dan celana panjang.
  • Mei Wang: Pakaian khas Tionghoa.
  • Tata wajah:
  • Joko: Senang bercampur takut di awal adegan, tetapi berubah menjadi kaget dan sedih di akhir adegan.
  • Mei Wang: Berwajah takut.


Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *