Penerbitan obligasi korporasi 2025 tembus Rp215,6 triliun, rekor enam tahun

Nurlela Rasyid
4 Min Read

Penerbitan Obligasi Korporasi Mencapai Rekor Tertinggi dalam 6 Tahun



Jakarta — Penerbitan obligasi korporasi pada tahun 2025 menjadi yang terbesar dalam enam tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya tren positif di sektor keuangan, khususnya dalam pengumpulan dana melalui instrumen utang. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga akhir tahun 2025 telah terdapat 181 emisi dari 78 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp215,6 triliun.

Beberapa perusahaan besar memang aktif menerbitkan obligasi dengan nilai besar. Salah satunya adalah PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) yang menerbitkan PUB Obligasi Berkelanjutan V SMART dengan target dana sebesar Rp5 triliun. Di sisi lain, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga mengeluarkan Obligasi dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan Tahap I Tahun 2025 senilai Rp1 triliun.

Selain itu, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Mayora Indah Tahap III Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebesar Rp827,55 miliar. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melanjutkan program PUB Obligasi Berkelanjutan I dengan melepas Obligasi Tahap II Tahun 2025 senilai Rp721,61 miliar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat bahwa penerbitan obligasi korporasi pada 2025 merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 2024, terdapat 144 penerbitan obligasi korporasi. Pada 2023, angkanya turun sedikit menjadi 120 penerbitan, dan di 2022 sebanyak 123 obligasi korporasi diterbitkan.

Faktor Pendorong Lonjakan Penerbitan Obligasi

Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian, faktor utama yang mendorong lonjakan penerbitan obligasi korporasi pada 2025 adalah siklus penurunan suku bunga baik secara domestik maupun global. Terutama di tingkat domestik, Bank Indonesia (BI) melakukan pemangkasan suku bunga secara agresif sebanyak 125 basis poin hingga mencapai level 4,75% pada 2025.

“Situasi ini mendorong emiten untuk menerbitkan obligasi korporasi, mengingat kebutuhan akan refinancing dan ekspansi bisnis semakin meningkat di tengah tren kondisi ekonomi yang mulai membaik,” ujarnya kepada Bisnis.

Fajar juga memprediksi bahwa penerbitan obligasi korporasi pada tahun ini masih akan tetap positif. Mengacu pada data BEI, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline. Baru-baru ini, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 senilai Rp1,5 triliun. Obligasi tersebut merupakan bagian dari rencana total dana sebesar Rp6 triliun.

Katalis Penerbitan Obligasi Korporasi 2026

Sentimen yang akan memengaruhi minat penerbitan obligasi korporasi adalah ekspektasi pelonggaran moneter di masa depan. Selain itu, sentimen lainnya adalah pergerakan yield surat berharga negara (SBN) yang relatif stabil serta volatilitas nilai tukar rupiah yang semakin rendah seiring dengan ekspektasi melemahnya dolar AS pada 2026.

Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi juga menyatakan bahwa penerbitan obligasi korporasi meningkat pada 2025 karena BI memangkas suku bunga acuannya sebesar 125 basis poin pada 2025.

“Biaya pendanaan menjadi lebih murah. Selain itu, faktor pendukung lainnya adalah kebutuhan refinancing yang masih tinggi, preferensi emiten mencari pendanaan domestik di tengah volatilitas global, serta diversifikasi pembiayaan,” ujar Putri kepada Bisnis.

Menurutnya, ramainya penerbitan obligasi korporasi akan berlanjut pada 2026 seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan yang juga berlanjut. Selain kebutuhan refinancing, penerbitan juga didorong oleh kebutuhan pendanaan belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja yang meningkat secara selektif seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *