Program TEFA Culinary di SMKN 3 Sukabumi Dukung Pengembangan Keterampilan Siswa
SMKN 3 Sukabumi, sekolah menengah kejuruan yang berfokus pada pariwisata dan industri kreatif, telah menjadi contoh inovasi dalam pembelajaran kue kering melalui program Teaching Factory (TEFA) Culinary. Program ini mendapat dukungan penuh dari Bogasari, salah satu perusahaan besar di bidang pangan.
Program TEFA Culinary Lebaran 1447 H yang digelar di SMKN 3 Sukabumi berhasil menghasilkan sebanyak 3.124 toples aneka kue kering. Produksi ini melibatkan 10 guru, 3 asisten, serta 140 siswa. Selain itu, 8 siswa dari SLB Handayani juga diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
Tujuan utama dari penglibatan siswa SLB adalah untuk memberi mereka pelatihan kemandirian berwirausaha. Dengan demikian, mereka dapat memiliki kemampuan yang memadai untuk menjalani kehidupan mandiri setelah lulus.
Inovasi Pembelajaran di Bidang Cookies
SMKN 3 Sukabumi dipilih sebagai contoh inovasi pembelajaran di bidang cookies oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata. Ini menunjukkan bahwa sekolah tersebut memiliki program yang sangat baik dalam pengembangan keterampilan siswa.
Menurut Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, produksi TEFA Culinary kali ini merupakan yang keenam sejak tahun 2021. Namun, dengan adanya pendampingan khusus dari Bogasari, kualitas dan kuantitas produksi kue kering meningkat pesat.
“Kami tidak hanya didukung secara keilmuan dari sisi teori, tapi juga keahlian dari sisi praktik,” ujar Ira.
Bahan Baku yang Berkualitas
Untuk kebutuhan produksi kue Lebaran ini, Bogasari menyediakan bahan baku terigu yang sudah terfortifikasi. Bahan baku ini terdiri dari 10 sak Kunci Biru dan 5 sak Segitiga Biru. Produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga kaya akan vitamin dan nutrisi.
Pelatihan Keahlian Peserta Didik
Tujuan utama dari program TEFA Culinary adalah untuk melatih keahlian para peserta didik agar memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan adanya TEFA, peserta didik akan belajar tentang standar prosedur operasional (SOP) dari perusahaan serta penggunaan alat yang sama dengan yang ada di industri.
Selain hardskill, melalui TEFA ini para peserta didik juga belajar karakter budaya kerja industri mulai dari kedisiplinan, kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi antar anggota tim pada divisi yang telah dibagi.
“Peserta didik juga dilatih memiliki kesiapan mental manakala setelah lulus benar-benar siap untuk bekerja di dunia industri,” pungkas Ira.
Kesimpulan
Program TEFA Culinary di SMKN 3 Sukabumi telah membuktikan bahwa kerja sama antara sekolah dan industri dapat memberikan hasil yang luar biasa. Dengan dukungan dari Bogasari, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam industri makanan. Hal ini tentu akan membantu mereka dalam menjalani karier di masa depan.