Kemendikdasmen Resmikan 8 Sekolah di Nunukan dan Sebatik, Pernyataan Haru Warga Perbatasan

Rafitman
4 Min Read

Pemerintah Perhatikan Pendidikan di Daerah Terpencil

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran yang efektif.

Pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan 8 sekolah yang telah direvitalisasi di Pulau Sebatik. Pulau Sebatik merupakan salah satu pulau kecil yang berada di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pulau ini memiliki batas langsung dengan negara tetangga, Malaysia, sehingga menjadi wilayah yang sangat strategis.

Menurut Wamendikdasmen Atip, pelaksanaan program ini merupakan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, sesuai dengan amanat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa upaya perbaikan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. “Salah satu komponen penting adalah tersedianya sarana pendidikan yang memadai, yang memenuhi syarat-syarat terciptanya sekolah yang aman, nyaman serta mendukung pembelajaran yang efektif,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga sekolah untuk menjaga fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun. “Toilet, itu jangan satu tahun di bangun, tahun keduanya kotor. Menjaga dan memelihara itu sangat penting,” pesannya.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Hermanus, menyambut baik kunjungan Kemendikdasmen ke Pulau Sebatik. Menurutnya, kunjungan ini bukan hanya sekadar kunjungan biasa, tetapi memiliki pesan kuat bahwa negara memberikan perhatian nyata kepada masyarakat yang tinggal di tapal batas. Ia menekankan bahwa anak-anak perbatasan memiliki hak yang sama untuk belajar dengan layak, dan tumbuh menjadi generasi bangsa yang berkualitas.

“Secara khusus atas nama Bapak Bupati saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri dan Wakil Menteri Dikdasmen, yang memberikan atensi khusus kepada Kabupaten Nunukan, atas pemberian revitalisasi yang luar biasa,” ujar Hermanus.

Perubahan di Sekolah SMK Negeri 1 Nunukan

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Nunukan, Jathu Roswita, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, setiap hujan turun saat kegiatan belajar mengajar, para siswa maupun guru merasa khawatir bahwa atap maupun plafon akan runtuh akibat sudah lapuk. “Biasa kami pakaikan terpal untuk menahan supaya tidak bocor ke bawah, juga dengan jumlah siswa kami 752 tentu jumlah toilet kurang,” ujar Roswita.

Dengan revitalisasi ini, Roswita menyebut dapat menciptakan rasa aman dan nyaman, untuk siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini juga berpengaruh kepada motivasi siswa untuk masuk sekolah dan belajar. “Alhamdulillah, setelah mendapatkan revitalisasi ini, siswa atau peserta didik kami merasa senang, lebih termotivasi untuk datang ke Sekolah, karena mendapati sekolahnya sudah aman, nyaman, bangunannya menarik,” ujar Roswita.

Manfaat bagi Guru dan Siswa

Senada dengan itu, Guru SMAS K St. Gabriel Nunukan, Suryani, menyebutkan sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi ini. Ia berharap ke depannya program ini dapat terus berlanjut merata di berbagai wilayah di Indonesia. “Sangat merasa terbantu sekali, karena di sekolah saya kebetulan gedung perpustakaannya belum ada, lalu toiletnya masih kurang, makanya dengan bantuan ini kami mendapatkan toilet dan perpustakaan, sangat membantu sekali untuk anak-anak bisa membaca dengan baik karena ada gedungnya, mudah-mudahan untuk ke depannya kalau ada bantuan-bantuan lagi yang masih kurang di sekolah mudah-mudahan bisa dibantu kembali,” harap Suryani.

Siswa Kelas XII SMKN 1 Nunukan, Agus Gustiawan, menyebutkan bahwa setelah dilakukan revitalisasi, ia dan teman-temannya merasa sangat terbantu dan juga lebih bersemangat untuk belajar di sekolah. “Sekarang sudah di renovasi, jadi tidak takut lagi, tidak becek lagi, tidak takut lagi runtuh, kami belajar semakin lancar tidak seperti dulu. Apa lagi toiletnya diperbaiki semua. Untuk pak Presiden, Pak Wakil Menteri terima kasih atas revitalisasinya, kami sebagai siswa di perbatasan sangat terbantu,” pungkas Agus sumringah.


Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *