Siswa SMPN 1 Kuningan Tampilkan Seni Sunda Melalui Pembelajaran Mendalam

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Kegiatan Kokurikuler SMPN 1 Kuningan Berbasis Budaya Sunda

Kegiatan kokurikuler yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kuningan berhasil mencuri perhatian masyarakat. Acara ini bertajuk “Pasar Edukasi dan Seni Budaya Sunda” dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning approach). Kegiatan berlangsung selama tiga hari di sekolah setempat, dan melibatkan seluruh peserta didik dari kelas VII hingga IX.

Kepala SMPN 1 Kuningan, H Adang Kusdiana, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas mata pelajaran. Dengan tema “Ngarumat Budaya, Ngaronjatkeun Kabisa”, acara ini menekankan pentingnya merawat bahasa sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Abidin, serta Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Udin Khaerudin.

Menurut H Adang, kegiatan ini menjadi bukti transformasi pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran berbasis budaya tidak hanya memperkaya identitas siswa tetapi juga membentuk karakter seperti jujur, kreatif, bertanggung jawab, dan terampil. Anak-anak belajar berpikir, bekerja, dan berkolaborasi secara nyata.

Transformasi Pembelajaran yang Bermakna

Kegiatan ini mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan berjalan lancar. Pasar Edukasi dan Seni Sunda menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung menyenangkan, bermakna, dan mengakar pada identitas budaya. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menjadi pribadi yang memiliki karakter Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, sesuai visi pembentukan karakter pelajar di masa depan.

Kabid Abidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan kurikulum merdeka dengan budaya lokal. Kegiatan ini adalah implementasi nyata Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman. Pasar Edukasi dan Seni Sunda bukan hanya mengenalkan budaya, tetapi juga membentuk karakter dan kecakapan hidup.

Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Melalui pendekatan deep learning, kegiatan ini memungkinkan peserta didik mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Melalui simulasi Pasar Edukasi dan pementasan Seni Sunda, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkan pengalaman nyata dan refleksi mendalam.

Ketua panitia kegiatan, Hamduli, menjelaskan bahwa program ini berjalan melalui kolaborasi lintas mata pelajaran, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antar ilmu dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan Pasar Edukasi Sunda, peserta didik mengelola stand jajanan khas Sunda seperti Hucap, Peuyeum Ketan, Cireng, Batagor, Kue Klepon, dan puluhan kuliner tradisional lainnya. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan Bahasa Sunda, lengkap dengan perhitungan modal, promosi, dan pencatatan laporan keuangan.

Karya Seni yang Mengangkat Nilai Budaya

Beberapa karya seni ditampilkan, seperti Drama Sunda, Pupuh, Rampak Tari, Musik Tradisional, Dongeng, Puisi, Pencak Silat, dan kreasi seni lainnya. Seluruh kegiatan mengangkat nilai karakter Sunda Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Udin Khaerudin, menegaskan bahwa nilai strategis kegiatan tersebut dalam pembangunan kualitas pendidikan daerah.

Kita mengapresiasi kreativitas sekolah yang mampu menghadirkan pembelajaran yang otentik dan berdampak. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan program berbasis kearifan lokal serta memperkuat profil pelajar yang berkarakter Pancawaluya.

Hasil dan Rencana Masa Depan

Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan laporan observasi lintas mata pelajaran, dokumentasi digital (foto, video, dan vlog), produk kreatif siswa dalam bentuk karya seni dan kuliner. Selain itu, peningkatan kemampuan siswa pada dimensi kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. SMPN 1 Kuningan berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan sekaligus membuka kerja sama dengan komunitas budaya, pelaku UMKM, dan instansi pendidikan lainnya.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *