Ambisi Monetisasi Grup Merdeka

Bayu Purnomo
4 Min Read

Proyek Strategis Grup Merdeka Berpotensi Tingkatkan Prospek Saham

Di tengah dinamika pasar modal yang terus bergerak, Grup Merdeka menunjukkan prospek yang menjanjikan melalui sejumlah proyek strategis yang direncanakan pada tahun 2026. Dua perusahaan utama dalam grup ini, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), menjadi fokus utama karena kontribusi mereka terhadap pertumbuhan keuangan dan operasional.

Proyek Tambang Emas Pani: Tantangan Awal dan Potensi Jangka Panjang

Salah satu proyek yang sedang dikembangkan oleh MDKA adalah Tambang Emas Pani. Meskipun proyek ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap arus kas perusahaan, beberapa analis menyatakan bahwa efeknya belum akan terlihat secara langsung pada tahun pertama operasional. Faktor utama yang menghambat adalah kurva pembelajaran atau learning curve.

Menurut Nafan Aji Gusta Utama, Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, proyek emas baru seperti Tambang Pani membutuhkan waktu transisi sekitar 6 hingga 12 bulan untuk mencapai tingkat pemulihan operasional yang stabil. Selama periode ini, biaya operasional cenderung tinggi karena ketidakstabilan rantai pasok dan logistik.

“Biaya tinggi di fase awal ini bisa menekan margin keuntungan perseroan, tetapi kondisi tersebut diyakini akan tertutupi oleh produktivitas tambang di masa depan,” ujar Nafan. Ia juga menilai bahwa meski arus kas belum optimal, kontribusi EBITDA diperkirakan mulai terlihat di tahap awal operasional.

Nafan menyarankan MDKA untuk bersikap konservatif dalam menetapkan target produksi emas di Tambang Pani. Menurutnya, wajar jika target awal ditetapkan di bawah kapasitas optimal sembari mematangkan proses produksi sebelum bergerak lebih agresif di tahun-tahun berikutnya.

Proyek Nikel dan HPAL: Optimisme yang Lebih Kuat

Berbeda dengan proyek emas, segmen nikel melalui MBMA menunjukkan prospek yang jauh lebih agresif. Hal ini didorong oleh rekam jejak global yang sudah teruji serta adanya transfer teknologi pada proyek HPAL (High Pressure Acid Leaching).

“Proyek HPAL milik MBMA memberikan optimisme tinggi karena didukung pengalaman operasional yang matang,” ujar Nafan. Ia percaya bahwa proyek ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional perusahaan.

Dengan dinamika tersebut, optimalisasi cash flow Grup Merdeka secara keseluruhan diproyeksikan baru akan terasa lebih kuat pada tahun kedua setelah operasional di Tambang Pani berjalan dengan stabil dan efisien.

Rekomendasi Investasi dan Target Harga

Berdasarkan analisis tersebut, Nafan memberikan rekomendasi beli untuk saham MDKA dengan target harga Rp4.310 per saham. Rating serupa juga diberikan kepada saham MBMA dengan target harga di level Rp830 per saham.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, juga merekomendasikan beli saham MBMA namun dengan target harga yang lebih rendah yakni Rp745 per saham. Mereka melihat prospek MBMA di tahun 2026 masih menjanjikan seiring dengan rencana peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.

Sementara itu, untuk MDKA, keduanya menempatkan peringkat dan target harga dalam status under review. Alasannya, harga saham MDKA saat ini telah melampaui target harga sebelumnya di level Rp3.000 per saham.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Ryan dan Reggie menyatakan risiko yang patut dicermati investor ke depan meliputi keterlambatan pemilihan mitra strategis pada proyek tembaga Tujuh Bukit, risiko eksekusi pada proyek EMAS dan MBMA, serta potensi penurunan harga komoditas akibat kebijakan hawkish dari Bank Sentral AS, The Fed.

Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham MDKA kini berada di level Rp3.340 dan MBMA di Rp730 hingga perdagangan Rabu (1/4). Banderol ini masing-masing mencerminkan pertumbuhan sebesar 46,49% dan 28,07% sejak awal tahun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *