Perbedaan Embrio, Janin, dan Bayi yang Wajib Diketahui Ibu Hamil

Hartono Hamid
4 Min Read

Pengertian Embrio, Janin, dan Bayi dalam Masa Kehamilan

Saat memasuki masa kehamilan, banyak istilah yang akan Mama dengar. Di antara banyak istilah tersebut, mungkin Mama pernah mendengar istilah embrio, janin, dan bayi. Ketiga istilah ini digunakan untuk menggambarkan berbagai tahap perkembangan janin di dalam rahim.

Embrio adalah sel yang dihasilkan dari proses fertilisasi atau pembuahan. Saat sel sperma dan sel telur bertemu, keduanya membentuk zigot yang kemudian membelah menjadi sel-sel embrionik. Sel-sel ini terus berkembang hingga akhirnya menjadi janin pada minggu ke-10 kehamilan. Tahap embrio berlangsung hingga usia kehamilan mencapai 10 minggu, jika dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT).

Berikut adalah tahapan perkembangan embrio dari minggu pertama hingga minggu ke-sembilan:

  • Minggu 1 dan 2: proses fertilisasi atau pembuahan
  • Minggu 3: embrio yang dihasilkan saat fertilisasi akan bergerak menuju dinding rahim sehingga dapat mengambil nutrisi dari sekitarnya
  • Minggu 4: awal terbentuknya sistem saraf pusat
  • Minggu 5: jantung bayi sudah mulai berdetak. Selain itu, mata, telinga, dan lengan mulai terbentuk
  • Minggu 6: kaki sudah mulai terbentuk
  • Minggu 7: jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk
  • Minggu 8: kelopak mata dan telinga sudah terbentuk
  • Minggu 9: alat kelamin mulai terbentuk

Tahap Perkembangan Janin

Setelah tahap embrio selesai, maka masuklah ke tahap janin yang dimulai pada minggu ke-10 kehamilan hingga akhir masa kehamilan di minggu ke-40. Pada awal tahap ini, semua sistem organ utama telah terbentuk, tetapi belum matang.

Berikut adalah tahapan perkembangan janin:

  • Minggu 10-13: ginjal janin sudah terbentuk dan mulai memproduksi urine
  • Minggu 14-17: janin sudah mulai bisa menggerakan tangan, kaki, dan mata. Di minggu ini tulang bayi pun sudah mulai mengeras
  • Minggu 18-21: alis dan rambut kepala janin sudah terlihat
  • Minggu 22-26: berat badan janin terus bertambah dan sudah mulai tumbuh kuku jari
  • Minggu 27-30: paru-paru dan otak janin sudah berkembang dengan maksimal
  • Minggu 31-35: pupil mata mulai dapat merespons cahaya
  • Minggu 36-40: berat badan janin bertambah

Pengertian Bayi

Setelah janin lahir maka akan disebut sebagai bayi, dan bayi yang baru lahir dapat disebut juga dengan istilah neonatus. Dalam istilah medis, sebutan neonatus digunakan untuk bayi berusia di bawah 28 hari. Meski organ tubuhnya sudah berkembang di dalam rahim, bayi perlu beradaptasi untuk menggunakan organ tubuhnya sendiri, seperti misalnya untuk bernapas. Saat dalam kandungan janin bernapas dengan bantuan plasenta, sedangkan saat lahir bayi harus bernapas untuk mengambil oksigennya sendiri.

Selain itu, bayi juga perlu beradaptasi dengan lingkungan baru karena kondisi saat di dalam rahim dan di lingkungan luar tentu saja berbeda.

Perbedaan Antara Embrio, Janin, dan Bayi

Istilah embrio, janin, dan bayi digunakan untuk menggambarkan berbagai tahap kehamilan. Sehingga dapat dikatakan bahwa perbedaan di antara ketiganya terletak pada waktu dan tahapan perkembangannya. Embrio merupakan tahap awal perkembangan manusia di dalam rahim. Tahap embrio berlangsung selama delapan minggu setelah pembuahan terjadi. Setelah itu, di minggu ke-10 kehamilan, maka masuklah ke tahap janin hingga akhirnya di minggu ke-40 janin lahir yang disebut sebagai bayi.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *