BTPN Syariah Lantik Mulya Siregar Sebagai Komut dan Sendiaty Jadi Komisaris

Hartono Hamid
4 Min Read

Perubahan Susunan Dewan Komisaris BTPN Syariah

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPSt) PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) telah menyetujui perubahan susunan dewan komisaris perusahaan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah penunjukan Mulya Effendi Siregar sebagai Komisaris Utama/Independen. Ia menggantikan Kemal Azis Stamboel, yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Komisaris Utama.

Selain itu, RUPSt juga menetapkan Sendiaty Sondy sebagai anggota dewan komisaris. Manajemen BTPN Syariah menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi dan dedikasi Kemal Azis Stamboel selama menjabat sebagai Komisaris Utama. Melalui kepemimpinan dan arahan strategisnya, ia berperan penting dalam memperkuat komitmen BTPN Syariah dalam mendorong akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat prasejahtera produktif di Indonesia.

Pengakuan atas Kontribusi Kemal Azis Stamboel

Kemal Azis Stamboel memiliki peran penting dalam memperkuat komitmen BTPN Syariah dalam memberdayakan masyarakat. Dengan kepemimpinannya, manajemen perseroan berhasil meningkatkan kualitas pengawasan dan strategi pengembangan bisnis. Selain itu, ia juga berkontribusi dalam penguatan sistem tata kelola perusahaan yang baik.

BTPN Syariah juga menyambut kehadiran Sendiaty Sondy sebagai Komisaris. Manajemen percaya bahwa bergabungnya Sendiaty akan semakin memperkuat komitmen perseroan dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan pengalaman panjang di bidang perbankan, khususnya dalam fungsi pengawasan dan manajemen risiko, kehadiran Sendiaty diharapkan dapat mendukung BTPN Syariah untuk terus memperluas akses layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.

Profil Sendiaty Sondy



Sendiaty Sondy pernah menjabat sebagai Head of Risk Management di PT Bank SMBC Indonesia, yang merupakan bank induk perseroan. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan nasional dan internasional, Sendiaty memiliki rekam jejak kuat dalam penguatan sistem pengawasan dan manajemen risiko.

Pengalamannya mencakup penugasan di Deutsche Bank Cabang Jakarta, Deutsche Bank AG Cabang London, serta Deutsche Bank AG Asia Pacific Head Office Cabang Singapura. Di sana, ia berkontribusi dalam proses due diligence, pengembangan sistem origination credit, dan reformasi kebijakan kredit. Selama berkarier di Bank Danamon pada periode Agustus 2004 hingga Desember 2011, Sendiaty memimpin implementasi Central Liability System, yang berperan penting dalam penguatan infrastruktur pengelolaan risiko perusahaan.

Susunan Dewan Komisaris BTPN Syariah



Berikut susunan Dewan Komisaris BTPN Syariah:

Komisaris Utama/Independen: Mulya Effendi Siregar

Komisaris Independen: Dewie Pelitawati

Komisaris: Ongki Wanadjati Dana

Komisaris: Sendiaty Sondy

Tidak ada perubahan susunan Dewan Direksi dan Dewan Pengawas Syariah perseroan. Berikut komposisi lengkapnya:

Dewan Direksi

Direktur Utama: Hadi Wibowo

Direktur Kepatuhan: Arief Ismail

Direktur: Fachmy Achmad

Direktur: Dwiyono Bayu Winantio

* Direktur: Dewi Nuzulianti

Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Ketua: Ikhwan Abidin

Anggota: Muhamad Faiz

* Anggota: Cecep Maskanul Hakim

Pembagian Dividen dan Kinerja Keuangan



Selain menetapkan susunan komisaris, RUPSt BTPN Syariah juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp85,70 per lembar saham atau setara dengan Rp660 miliar. RUPSt juga menyetujui laba ditahan sebesar Rp521 miliar. Hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap stakeholders, khususnya investor, yang telah mempercayai Bank BTPN Syariah dalam memberdayakan masyarakat inklusi.

Hasil kinerja 2025 yang telah dipublikasikan pada Februari lalu menunjukkan kinerja positif. Laba bersih perseroan mencapai Rp1,2 triliun pada 2025, tumbuh 13 persen secara tahunan (year on year/yoy). Penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,35 triliun. Rasio keuangan Bank tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7 persen.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *