Cara mencegah kerusakan elektronik akibat petir!

Wahyudi
4 Min Read

Musim Hujan dan Bahaya Petir yang Mengancam Perangkat Elektronik

Musim hujan dengan cuaca ekstrem masih mengintai hampir seluruh wilayah Indonesia pada akhir tahun ini. Terkadang disertai dengan sambaran petir yang berisi muatan listrik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kondisi barang elektronik, termasuk peralatan rumah tangga. Petir dapat menyebabkan gangguan listrik sesaat, kerusakan komponen elektronik, korsleting, sehingga mengganggu kestabilan alat elektronik. Bahkan bisa mati total. Hal tersebut disebabkan karena kilatan cahaya tersebut dapat menimbulkan beberapa efek seperti lonjakan arus, gangguan jaringan internet, dan kerusakan langsung pada rangkaian elektronik.

Gejala yang ditimbulkan bila terjadi lonjakan arus seperti TV atau kulkas yang mati tiba-tiba, komputer restart sendiri, lampu berkedip-kedip, adapter charger rusak. Sedangkan kerusakan langsung biasanya terjadi jika petir menyambar jaringan listrik atau tiang listrik di dekat rumah. Gejalanya seperti bau hangus dari perangkat, TV tidak mau menyala sama sekali, modem atau router internet mati total, dan set top box yang tidak merespon.

Kenapa Petir Dapat Merusak Benda Elektronik?

Petir membawa energi listrik yang sangat besar. Saat menyambar dekat jaringan listrik atau kabel telekomunikasi, bisa terjadi hal berikut:

  1. Arus Induksi

    Petir yang menyambar dekat kabel listrik bisa menimbulkan gelombang elektromagnetik yang menginduksi arus tambahan ke kabel rumah.

  2. Kenaikan Tegangan Mendadak

    Misalnya tegangan rumah normal yaitu 220 Volt, tiba-tiba setelah ada sambaran petir berubah menjadi jutaan volt. Kemudian lonjakan tersebut akan masuk ke perangkat elektronik di rumah. Seperti stop kontak, kabel TV, kabel internet, lalu mengalir ke perangkat dan merusak komponen elektronik sensitif.

  3. Grounding yang Buruk

    Jika sistem grounding rumah tidak baik, arus induksi petir tidak bisa dibuang ke tanah.

Cara Menangkal dan Mencegah Kerusakan

Ada beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk menangkal kerusakan benda elektronik akibat sambaran petir, yaitu:

  1. Cabut Perangkat Saat Hujan Badai

    Ini adalah cara paling simple dan aman, yaitu dengan melakukan:
  2. Cabut colokan TV
  3. Cabut charger
  4. Cabut modem/ONT dan router
  5. Cabut laptop/PC dari stop kontak
  6. Jangan hanya mematikan dari tombol shut down atau power, karena arus listrik masih tetap ada.

  7. Pasang Surge Protector

    Surge Protector (SP) seperti saklar pelindung yang memutus arus jika terjadi lonjakan tegangan. Harganya relative murah hingga sedang, sekitar Rp50.000 – Rp200 ribu. Bisa dipakai untuk TV, kulkas, computer, modem, dan lainnya.

  8. Gunakan Stabilizer/UPS

    Stabilizer bisa membantu menahan lonjakan dan menjaga tegangan tetap stabil. UPS juga membuat listrik tidak mati mendadak yang penting untuk Personal Computer.

  9. Pasang Arrester

    Arrester adalah penangkal petir khusus listrik. Biasanya dipasang di MCB atau panel listrik utama rumah. Berfungsi untuk menyerap tegangan besar dari petir sebelum masuk ke perangkat.

  10. Pastikan Rumah Punya Grounding yang Baik

    Grounding adalah sistem pengamanan listrik yang menghubungkan instalasi listrik ke tanah menggunakan kabel dan batang logam khusus. Tujuannya adalah mengalirkan kelebihan arus atau tegangan (misalnya dari petir atau korsleting) ke tanah, sehingga tidak masuk ke perangkat elektronik atau membahayakan manusia. Grounding yang buruk dapat beresiko mengakibatkan kerusakan yang sangat tinggi. Sedangkan grounding bagus memiliki batang tembaga yang ditanam dalam tanah, dan terhubung ke instalasi listrik.

  11. Lindungi Kabel Internet

    Bisa menggunakan lightning protector untuk kabel LAN, grounding untuk antenna TV atau parabola, dan lindungi kabel luar ruangan agar tidak langsung terkena induksi.

Itulah cara-cara praktis yang bisa dilakukan agar perangkat elektronik di rumah tidak rusak karena sengatan petir yang akhir-akhir ini sering terjadi.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *