Pengabdian yang Tak Terlupakan
Astronot senior Sunita Williams resmi pensiun dari NASA per 24 Desember 2025. Ini menjadi akhir dari masa kerjanya selama 27 tahun di lembaga antariksa terkemuka dunia. Selama kariernya, Williams tidak hanya menjadi bagian dari sejarah penerbangan luar angkasa, tetapi juga menjadi ikon bagi banyak orang yang tertarik dengan eksplorasi ruang angkasa.
Williams dikenal karena pengalamannya yang unik dan tak terduga. Salah satu momen paling menonjol dalam kariernya adalah ketika ia terjebak di luar angkasa selama sembilan bulan. Awalnya, misi yang dijalaninya hanya direncanakan berlangsung delapan hari. Namun, masalah teknis pada wahana antariksa yang ditumpanginya membuat situasi berubah drastis.
Misi yang Berubah Drastis
Pada Juni 2024, Williams bersama rekannya, Barry “Butch” Wilmore, berangkat ke luar angkasa untuk menjalani misi uji terbang kapsul berawak pertama buatan Boeing bernama Starliner. Misi ini digadang-gadang sebagai tonggak baru dalam penerbangan komersial NASA. Namun, saat Starliner menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), terjadi masalah pada sistem propulsinya. Akibatnya, kapal tersebut dinilai tidak layak digunakan untuk membawa astronot kembali ke Bumi.
Kondisi ini membuat Williams dan Wilmore terdampar di ISS selama sembilan bulan. Mereka jauh melampaui durasi misi awal yang hanya delapan hari. Solusi kepulangan mereka belum ditemukan hingga beberapa bulan lamanya. Akhirnya, NASA memutuskan untuk mempercayakan kepulangan kedua astronaut kepada SpaceX milik Elon Musk.
Kembali ke Bumi dengan SpaceX
Keputusan itu secara tidak langsung mengesampingkan Boeing dari misi pemulangan awak. Williams dan Wilmore akhirnya kembali ke Bumi menggunakan wahana SpaceX pada Maret 2025. Wilmore lebih dahulu mengumumkan pensiun pada Agustus 2025, sementara Williams menyusul beberapa bulan kemudian.
Meski misi terakhirnya diwarnai insiden, Williams menyampaikan rasa bangga dan syukur atas perjalanan panjangnya bersama NASA. Ia menyebut bahwa luar angkasa adalah tempat yang paling ia sukai. Selain itu, ia juga menyebut pengabdiannya selama hampir tiga dekade sebagai sebuah kehormatan besar.
Administrator NASA Jared Isaacman turut memberikan penghormatan atas kontribusi Williams dalam pengembangan penerbangan antariksa manusia. Dalam pernyataannya, Isaacman menyebut Williams sebagai sosok perintis yang berperan besar dalam membentuk masa depan eksplorasi luar angkasa.
Rekor dan Prestasi
Selama kariernya, Williams mencatatkan total 608 hari berada di luar angkasa, menjadikannya astronaut NASA dengan waktu kumulatif terlama kedua di luar Bumi. Ia juga menempati peringkat keenam dalam daftar penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh astronaut AS. Capaian tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh insiden Starliner.
Williams telah menyelesaikan sembilan kali spacewalk dengan total durasi 62 jam. Capaian tersebut menjadikannya perempuan dengan waktu spacewalk terlama, sekaligus peringkat keempat dalam daftar waktu kumulatif spacewalk terbanyak sepanjang sejarah.
Profil Suni Williams
Williams lahir pada 19 September 1965 di Euclid, Ohio, AS, dari orang tua keturunan India dan Slovenia. Ia besar di Needham, Massachusetts. Ia menempuh pendidikan di United States Naval Academy dengan gelar Bachelor of Science dan kemudian meraih Master of Science dalam Manajemen Teknik dari Florida Institute of Technology.
Sebelum bergabung dengan NASA, Williams berkarier di Angkatan Laut AS (US Navy) sebagai pilot uji coba dan instruktur, mengumpulkan ribuan jam terbang serta pengalaman dalam lebih dari 30 jenis pesawat. Dipilih sebagai astronot NASA pada 1998, Williams menjadi salah satu figur paling berprestasi dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.
Suni Williams menjalani tiga misi utama ke International Space Station (ISS), termasuk Expedition 14/15 (2006–2007), Expedition 32/33 (2012), dan Expedition 71/72 (2024–2025). Selama kariernya, ia mencatat lebih dari 608 hari di ruang angkasa, menempatkannya sebagai astronot NASA dengan total waktu terbang luar angkasa kedua terbanyak.
Williams juga memegang rekor waktu berjalan di luar kapal (spacewalk) terbanyak untuk perempuan, dengan total lebih dari 62 jam melalui sembilan extravehicular activities. Pada 2006, ia bahkan menjadi orang pertama yang menjalankan maraton di luar angkasa menggunakan treadmill di ISS.
Momen Paling Menonjol
Salah satu momen paling menonjol dalam karier Williams terjadi saat ia dan rekan astronot Butch Wilmore meluncur dengan kapsul Boeing Starliner pertama yang berawak pada Juni 2024. Cerita ini menjadi sejarah besar bagi NASA, sebuah penerbangan uji coba yang semula direncanakan berlangsung satu minggu namun berubah menjadi tinggal di stasiun lebih dari sembilan bulan akibat masalah teknis pada Starliner.
Mereka akhirnya kembali ke Bumi pada Maret 2025 dengan kapsul SpaceX Crew Dragon. Selain prestasi teknisnya, Williams juga dikenal karena perannya dalam pelatihan astronot, kolaborasi internasional, dan dukungannya terhadap misi NASA masa depan. Termasuk program Artemis ke Bulan dan persiapan eksplorasi Mars.
Dalam pernyataannya menyambut masa pensiunnya, ia menyebut telah merasa sangat terhormat bisa melayani di Astronaut Office dan berharap langkah-langkah yang dibuat selama kariernya.