Misteri Kematian Lula Lahfah Terus Mengemuka
Kematian influencer Lula Lahfah masih menjadi perhatian publik setelah polisi menemukan sejumlah obat-obatan di kamarnya. Temuan ini memperkuat penyelidikan yang sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab kematian sang influencer.
Penemuan Obat-obatan di Kamar Lula
Polisi menemukan 44 butir obat dari tujuh jenis berbeda dalam sebuah kotak merah jambu di kamar apartemen Lula. Tujuh jenis obat tersebut termasuk dalam golongan obat keras, yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Tidak ada indikasi overdosis dalam kasus ini, menurut pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Beberapa hari sebelum kematian Lula, rekaman CCTV menunjukkan bahwa dia pergi ke Rumah Sakit Pondok Indah bersama asistennya, Cindy. Sementara itu, asisten rumah tangga (ART) Lula, Asiah, terekam turun ke lantai dasar apartemen dan kembali naik sambil membawa tabung gas yang dibungkus plastik.
Tabung Gas yang Menjadi Perhatian
Tabung gas yang ditemukan di kamar Asiah disebut sebagai barang titipan yang awalnya dibawa dari lobi apartemen. Saat diamankan oleh polisi, tabung tersebut sudah dalam kondisi kosong. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya DNA atau sidik jari Lula pada badan tabung, sehingga polisi memastikan bahwa tabung tersebut milik Lula.
Daftar Obat yang Ditemukan
Selain tabung gas, penyidik juga menemukan puluhan obat-obatan di kamar Lula. Berikut adalah daftar obat-obatan yang ditemukan:
-
Citalopram
Golongan: Antidepresan (SSRI – Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)
Kegunaan utama: Mengatasi depresi, gangguan kecemasan, gangguan panik, dan OCD (off-label di beberapa negara)
Catatan: Bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak. -
Dietilpropion
Golongan: Anoreksan / stimulan
Kegunaan utama: Menekan nafsu makan pada terapi obesitas jangka pendek
Catatan penting: Berpotensi menimbulkan ketergantungan
Umumnya hanya digunakan dalam waktu singkat dan dengan pengawasan ketat dokter. -
Sulpirid
Golongan: Antipsikotik tipikal (benzamide)
Kegunaan utama: Obat antipsikotik golongan benzamida (generasi pertama atau atipikal).
Dalam dosis rendah sering digunakan untuk gangguan lambung dan psikosomatis.
Sedangkan dosis tinggi digunakan untuk antipsikotik (skizofrenia). -
Mepivakain
Golongan: Anestesi lokal
Obat bius lokal pada tindakan medis atau gigi
Digunakan pada pembedahan kecil dan prosedur diagnostik
Catatan: Mirip lidokain, tetapi durasi kerja sedikit lebih lama. -
Enkainid (Encainide)
Golongan: Antiaritmia (Kelas IC)
Kegunaan utama: Mengatasi gangguan irama jantung (aritmia ventrikel)
Catatan penting: Penggunaannya sangat terbatas karena risiko efek samping fatal
Di banyak negara sudah jarang atau tidak lagi digunakan. -
Paramomisin (Paromomycin)
Golongan: Antibiotik aminoglikosida
Kegunaan utama: Infeksi parasit usus (amebiasis, giardiasis), infeksi cacing tertentu, leishmaniasis (terutama visceral), dan infeksi bakteri usus
Catatan: Bekerja di saluran cerna dan sedikit diserap tubuh. -
Klozapin (Clozapine)
Golongan: Antipsikotik atipikal
Kegunaan utama: Skizofrenia berat yang tidak responsif terhadap obat lain
Mengurangi risiko bunuh diri pada pasien skizofrenia
Peringatan serius: Dapat menyebabkan agranulositosis (penurunan sel darah putih)

Kesimpulan
Tidak ada satu pun dari daftar obat tersebut yang termasuk obat bebas atau bebas terbatas. Semuanya harus melalui resep dokter, bahkan beberapa hanya boleh diberikan oleh dokter spesialis atau hanya digunakan di fasilitas kesehatan. Penyidik terus melakukan penelusuran untuk mencari titik terang penyebab kematian Lula Lahfah.