DPRD DKI: Program Mudik Dorong Pariwisata dan Ekonomi Jakarta

Hartono Hamid
7 Min Read

Inovasi “Mudik ke Jakarta” untuk Menggerakkan Pariwisata dan Ekonomi Ibu Kota

Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dinilai memiliki potensi besar dalam mengaktifkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi Ibu Kota selama masa libur Lebaran. Program ini menawarkan pendekatan berbeda terhadap tradisi mudik yang biasanya identik dengan warga Jakarta yang pulang ke kampung halaman.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan inovasi yang menarik dan berani. Menurutnya, inisiatif ini mencoba membalikkan logika tradisional dengan mengajak perantau yang sukses di kampung halaman untuk kembali berkunjung ke Jakarta sebagai wisatawan.

“Program ‘Mudik ke Jakarta’ adalah sebuah inovasi yang menarik dan berani. Biasanya arus mudik identik dengan keluarnya warga dari Jakarta. Program ini mencoba membalik logika tersebut dengan mengajak perantau yang sukses di kampung halaman untuk kembali berwisata ke Jakarta,” ujarnya.

Rio menilai pendekatan ini dapat memperkuat sektor pariwisata dan perdagangan, terutama dengan menyasar keluarga perantau yang memiliki kedekatan emosional dengan Jakarta. Target pasar dari program ini adalah keluarga perantau yang memiliki kenangan emosional dengan kota ini, sehingga mereka bisa diajak berkunjung ke mal, hotel, atau tempat wisata baru yang mungkin belum ada saat mereka tinggal dulu.

Namun, Rio menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada promosi yang kuat serta kemasan paket wisata yang menarik. Jangan sampai hanya menjadi jargon tanpa eksekusi yang menarik.

Di sisi lain, Komisi B DPRD DKI juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) serta pelaku usaha untuk memastikan program ini memiliki target ekonomi yang terukur. Rio menambahkan bahwa DPRD mendorong agar program ini dilengkapi indikator kinerja yang jelas, seperti target kenaikan okupansi hotel, peningkatan transaksi di pusat perbelanjaan, serta jumlah wisatawan yang masuk, agar anggaran yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

Diskon Besar dan Kolaborasi Antar Pelaku Usaha

Rio melihat rencana pemberian diskon besar selama periode Lebaran sebagai langkah positif untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Jakarta. Diskon hingga 80 persen tentu menjadi daya tarik yang kuat, karena bagi wisatawan, ini bisa menjadi alasan besar untuk berbelanja.

Agar dampak ekonomi semakin luas, dia mendorong kolaborasi antara pengelola mal, hotel, transportasi, dan destinasi wisata sehingga paket wisata yang ditawarkan menjadi lebih terpadu. Rio juga berharap potensi wisata lokal seperti kampung tematik, kawasan heritage, dan sentra UMKM turut dilibatkan dalam program tersebut, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

“Agar program ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha besar, saya mendorong promosi yang lebih inklusif. Jakarta memiliki kekayaan di kampung-kampung tematik, kawasan heritage, dan sentra UMKM di pelosok daerah yang menawarkan pengalaman otentik,” katanya.

Paket wisata bernuansa nostalgia juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para perantau yang pernah tinggal di Jakarta. Rio menyarankan agar pemprov secara aktif mengemas paket wisata yang membawa pengunjung untuk bernostalgia ke kampung-kampung kota, seperti menikmati kuliner legendaris di kawasan yang tertata rapi, berbelanja oleh-oleh khas Betawi dari sentra industri rumahan, atau menyusuri kampung kreatif.

Dia juga mendorong agar pelaku wisata lokal dan UMKM terhubung dengan biro perjalanan serta platform digital sehingga lebih mudah diakses wisatawan. Dengan demikian, mereka menjadi tuan rumah yang turut merasakan limpahan ekonomi, bukan sekadar penonton di tengah gemerlap program.

Kesiapan Kota dan Manfaat bagi Warga Jakarta

Rio menambahkan bahwa kesiapan kota juga menjadi faktor penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan selama masa libur Lebaran. Jangan lupa menjaga kebersihan, keamanan, dan kelancaran transportasi selama Lebaran, karena itu adalah modal utama pariwisata.

Rio berharap program tersebut tidak hanya menarik wisatawan dari luar kota, tetapi juga memberikan manfaat bagi warga Jakarta yang tetap berada di ibu kota saat Lebaran. Jangan sampai program ini mengabaikan warga Jakarta sendiri. Pastikan bahwa warga yang tidak mudik juga tetap bisa menikmati kota dengan nyaman dan mendapatkan manfaat ekonomi dari geliat pariwisata ini.

“Kami di Komisi B akan mengawal agar program ini tidak hanya hits di atas kertas, tetapi juga terasa manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya.

Agenda Hiburan dan Diskon Besar Selama Ramadan

DIketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan program “Mudik ke Jakarta” pada Ramadan 2026 dengan tagline “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang.” Program ini menghadirkan diskon mal hingga 80 persen serta berbagai agenda hiburan selama musim mudik.

Pramono mengatakan, program ini disiapkan karena pemerintah meyakini arus mudik dari Jakarta ke daerah akan tetap terjadi dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Pemprov DKI berupaya menghadirkan berbagai kegiatan agar Jakarta tetap hidup selama periode tersebut.

Sebagai bagian dari program tersebut, sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta akan memberikan diskon besar selama Ramadan. Diskon yang ditawarkan bahkan mencapai hingga 80 persen. Beberapa pusat perbelanjaan akan ada yang memberikan diskon sampai dengan 80 persen. Jadi ada diskon 80 persen, 70 persen, ada Ramadan Sale dan sebagainya yang dimulai dari tanggal 4 Maret sampai dengan tanggal 31 Maret.

Selain program belanja, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah kegiatan hiburan untuk masyarakat. Pada 12 Maret akan digelar Hijab Fashion Show di Tanah Abang, kemudian pada 19 Maret akan berlangsung Festival Bedug pada malam hari yang dilanjutkan dengan Pawai Obor. Pramono juga menyetujui pelaksanaan Car Free Night pada malam kegiatan tersebut. Kebijakan ini akan dimulai pukul 22.00 WIB, di mana kendaraan pribadi tidak diperbolehkan melintas di lokasi kegiatan, namun layanan TransJakarta tetap beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *