Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur Terjaga Hingga November 2025
Kondisi stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Jawa Timur (Jatim) hingga November 2025 dipastikan tetap terjaga, menunjukkan kinerja yang solid untuk mendukung perekonomian daerah. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi prospek perekonomian Jawa Timur sepanjang tahun 2026 mendatang.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur Terjaga Hingga November 2025
- Inflasi Terkendali di Tengah Tekanan Musiman
- Pertumbuhan Pasar Modal Jatim yang Signifikan
- Kinerja Perbankan yang Stabil dengan Likuiditas Kuat
- Sektor Asuransi dan Pembiayaan Tetap Tangguh
- Pelindungan Konsumen dan Literasi Keuangan
- Tips Mengelola Keuangan Jelang 2026
Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, menjelaskan bahwa performa apik ini didorong oleh berbagai sektor vital mulai dari perbankan hingga pasar modal. “Kinerja positif tersebut tercermin dari sektor perbankan, industri keuangan nonbank (IKNB), pasar modal, hingga penguatan literasi, inklusi keuangan dan pelindungan konsumen yang terus diperkuat secara berkelanjutan,” ujar Yunita pada Senin (2/2/2026).
Inflasi Terkendali di Tengah Tekanan Musiman
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim, inflasi di wilayah Jatim pada November 2025 tercatat sebesar 2,63 persen secara tahunan (yoy). Angka ini mengalami sedikit peningkatan dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar 2,53 persen (yoy), namun tetap berada di sekitar sasaran inflasi nasional yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.
Kenaikan inflasi ini dipicu oleh lonjakan harga komoditas hortikultura akibat curah hujan tinggi, serta sektor peternakan menjelang momen Natal dan Tahun Baru. “Meski demikian, berbagai stimulus pemerintah seperti subsidi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk angkutan udara turut menahan laju inflasi,” jelas Yunita.
Memasuki Desember 2025, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,93 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,25. Pengendalian ke depan akan difokuskan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Pertumbuhan Pasar Modal Jatim yang Signifikan
Di lokasi pelaporan, kinerja pasar modal di wilayah Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat kuat sepanjang tahun lalu. Berdasarkan pantauan, jumlah investor yang tercermin dari Single Investor Identification (SID) mengalami lonjakan sebagai berikut:
- SID saham mencapai 1,1 juta atau tumbuh 33,15 persen yoy.
- SID reksa dana mencapai 2,09 juta atau meningkat 25,29 persen yoy.
- Nilai transaksi beli saham mencapai Rp 25,7 triliun, tumbuh 97,50 persen yoy.
- Nilai transaksi jual saham mencapai Rp 26,1 triliun, naik 118,83 persen yoy.
- Total transaksi saham yang mencapai Rp 51,84 triliun mencerminkan peningkatan likuiditas yang signifikan di pasar keuangan daerah.
Kinerja Perbankan yang Stabil dengan Likuiditas Kuat
Data yang dihimpun menunjukkan kinerja intermediasi perbankan tetap kokoh dengan penyaluran kredit tumbuh 2,29 persen yoy menjadi Rp 623,08 triliun. Pertumbuhan ini didominasi oleh kredit investasi dan konsumtif, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 4,49 persen yoy menjadi Rp 826,88 triliun.
Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) net berada di level 1,53 persen, yang menandakan risiko kredit masih sangat terkendali bagi perbankan di Jawa Timur (Jatim).
Sektor Asuransi dan Pembiayaan Tetap Tangguh
Di sektor asuransi, akumulasi pendapatan premi hingga November 2025 mencapai Rp 12,31 triliun atau tumbuh 1,58 persen yoy. Penurunan beban klaim asuransi jiwa dan umum, menunjukkan adanya perbaikan kualitas portofolio serta manajemen risiko yang lebih kuat.
Sementara itu, sektor fintech peer-to-peer lending mencatat jumlah peminjam atau borrower mencapai lebih dari 17 juta orang dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp 11,23 triliun.
Pelindungan Konsumen dan Literasi Keuangan
Sepanjang tahun 2025, OJK Jatim telah menerima 1.066 layanan konsumen melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) dengan fokus masalah SLIK dan restrukturisasi. Upaya edukasi juga terus digencarkan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang menjangkau lebih dari 1,4 juta peserta di seluruh wilayah Jawa Timur (Jatim).
“Dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga, likuiditas yang kuat, serta sinergi lintas pemangku kepentingan, OJK optimistis sektor keuangan Jatim mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam menyongsong tahun 2026 dan Indonesia Emas 2045,” pungkas Yunita.
Tips Mengelola Keuangan Jelang 2026
Melihat tren pertumbuhan pasar modal dan pembiayaan yang dinamis, OJK Jatim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan cerdas dalam mengelola keuangan pribadi. Pastikan melakukan investasi pada lembaga yang terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK untuk menghindari kerugian.
Gunakan layanan pinjaman daring atau fintech secara bijak dan sesuaikan dengan kemampuan bayar guna menghindari beban bunga yang menumpuk. Rutin melakukan pengecekan data pribadi pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk memastikan rekam jejak kredit tetap bersih. Tingkatkan literasi keuangan dengan mengikuti program edukasi resmi agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan tidak wajar.