Peluncuran NTT Mart di TTS, Perkuat Gerakan OVOP dan Pemasaran Produk Lokal
Gubernur NTT Melki Laka Lena secara resmi meresmikan NTT Mart di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebagai bagian dari program Dasacita dan dukungan terhadap gerakan One Village One Product (OVOP). Acara peluncuran ini berlangsung pada Selasa (2/12/2025) di Gedung Dekranasda TTS, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, tepatnya di depan jalan Timor Raya.
NTT Mart di TTS menjadi gerai keempat yang dibuka dalam rangka mendorong perekonomian UMKM di NTT. Acara ini juga menandai kolaborasi antara Gubernur NTT dengan Dekranasda Kabupaten TTS untuk membuka akses pasar bagi produk lokal.
Keragaman Produk dan Strategi Pemasaran
Dalam acara tersebut, NTT Mart di TTS menampilkan 85 jenis produk dengan total 947 item dari 20 IKM (Industri Kecil Menengah) di kabupaten TTS. Produk-produk yang ditampilkan mencakup kuliner, kriya, dan fashion yang telah memenuhi syarat layak edar.
Kepala Dinas Perindakop Provinsi NTT, Zet Sony Libing, menjelaskan bahwa NTT Mart By Dekranasda TTS merupakan gerai keempat yang diresmikan oleh Gubernur NTT. Sebelumnya, NTT Mart telah hadir di Provinsi, GMIT Mart, serta NTT Mart Dekranasda Belu.
Sony menyampaikan rencana pengembangan pemasaran secara daring untuk meningkatkan penjualan produk UMKM. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
Apresiasi Bupati TTS
Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov NTT atas inisiatif yang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa gedung Dekranasda telah dimake up hanya dalam tiga hari agar dapat digunakan sebagai gerai produk UMKM.
Eduard mengatakan bahwa saat ini terdapat 1.042 pelaku IKN binaan yang tersebar di 266 desa dan 12 kelurahan di 32 kecamatan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan masif kepada pelaku UMKM yang berkembang di wilayah ini.
Tantangan dan Solusi
Meskipun ada progres yang signifikan, Eduard mengakui masih ada beberapa tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti modal usaha, jumlah produk, pemerataan harga, legalitas produk, kemasan, dan pemasaran. Namun, program NTT Mart dan pemasaran secara daring diharapkan bisa menjadi solusi untuk masalah-masalah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah membangun rantai pajak dan nilai ekonomi yang kuat serta berkelanjutan. Dengan demikian, nilai rupiah yang dihasilkan dari setiap produk bernilai tambah tetap berputar di wilayah TTS dan NTT.
Potensi Pertanian dan Produk Lokal
Eduard juga menyampaikan bahwa dengan jumlah kelompok tani yang semakin banyak di TTS, potensi hasil pertanian dan produk lokal akan meningkat. Hal ini diharapkan dapat menambah pasokan produk asli TTS yang tersedia di NTT Mart.
Peluncuran NTT Mart By Dekranasda TTS ditandai dengan penekanan pita bersama-sama oleh Gubernur NTT, Bupati TTS bersama wakil bupati, Pimpinan Forkopimda, Sekda TTS, Kadis Perindakop NTT, Ketua Dekranasda TTS, dan Kadis PKK UMKM TTS, disaksikan seluruh tamu undangan.
Acara dilanjutkan dengan penggantian pita dan tinjauan gedung Dekranasda TTS sebagai tanda mulai dibukanya NTT Mart di TTS ini.