Regulasi RI Tersendat, Bahan Bakar Jerami Bobibos Dikerjakan Timor Leste

Bayu Purnomo
7 Min Read

Inovasi Energi Baru: Bobibos yang Tidak Diproduksi di Indonesia

Bobibos, bahan bakar alternatif berbasis limbah pertanian, akhirnya akan diproduksi secara massal di negara tetangga, Timor Leste. Meski inovasi ini dibuat oleh anak muda Indonesia, produksi massal tidak dilakukan di dalam negeri karena tantangan regulasi.

Alasan Produksi di Luar Negeri

Pembina Bobibos, Mulyadi, menegaskan bahwa inovasi ini bukanlah ajang pencarian panggung, melainkan upaya nyata mencari solusi energi bersih yang terjangkau. “Ini adalah terobosan untuk bahan bakar alternatif berbasis sumber daya ramah lingkungan yang belum dimanfaatkan optimal,” ujarnya.

Bobibos diklaim telah lulus uji kelayakan, emisi, dan teknis. Namun, ia bukan sebagai pengganti, tetapi pelengkap sistem energi yang ada. Sayangnya, regulasi Indonesia saat ini hanya mengakui tiga sumber bahan bakar nabati: tebu, sawit, dan jagung. Jerami, yang menjadi bahan dasar Bobibos, belum masuk daftar.

Minat dari Timor Leste

Di tengah hambatan regulasi di dalam negeri, Timor Leste justru bergerak cepat. Negara tersebut telah menyiapkan regulasi khusus dan mengalokasikan lahan seluas 25.000 hektare untuk mempercepat produksi Bobibos. Pemerintah Timor Leste bahkan sedang membahas kerja sama resmi dengan target launching produksi pada Februari 2026.

Mulyadi menegaskan bahwa ini bukan bentuk pengkhianatan. “Bobibos adalah bahan bakar solusi dunia,” jelasnya.

Komunikasi dengan Pemerintah RI

Meski peluang besar datang dari luar, Mulyadi memastikan komunikasi dengan otoritas dalam negeri tetap berjalan. Timnya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Pertamina, hingga Lembaga Kepresidenan. “Kami terbuka dan serius mendorong inovasi energi nasional. Semoga kehadiran Bobibos nantinya dapat meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.

Mengenal Bobibos

Belakangan, anak muda Indonesia membuat gebrakan dengan menciptakan bahan bakar jenis baru yang ramah lingkungan. Bukan dari hasil penambangan minyak, bahan bakar yang dinamakan Bobibos ini berasal dari limbah pertanian nabati alias biofuel.

Performa yang ditawarkan oleh produk ini diklaim bisa menempuh perjalanan yang lebih jauh dibandingkan dengan bahan bakar minyak solar secara umum. Bobibos juga membuat bahan bakar minyak (BBM) ketar-ketir lantaran bahan bakar ini jauh lebih murah dan dari sumber daya alam yang tidak terbatas.

Bobibos bukan dihasilkan dari pertambangan seperti energi listrik yang belakangan disebut merusak alam karena penambangan nikel yang menjadi bahan baku baterai. Sesuai keterangan M. Ikhlas Thamrin dalam acara peluncuran, Bobibos akan mencakup dua produk utama untuk mesin solar dan bensin. Di antaranya ada yang berwarna merah dan putih.

BBM Bobibos berwarna merah khusus untuk mesin diesel, sementara cairan warna putih untuk mesin bensin. Bobibos diproduksi oleh perusahaan dalam negeri yakni PT Inti Sinergi Formula. Adapun Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!

Peluncuran di Jonggol

Produk bahan bakar itu pertama kali diluncurkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (2/11/2025). Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Sebut saja, Mulyadi selaku tokoh masyarakat sekaligus anggota DPR RI, serta H. Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa Perdanaraya Utama.

Founder BOBIBOS, M. Ikhlas Thamrin, mengatakan inovasi energi baru ini lahir dari tangan anak muda Indonesia. “Melalui riset panjang selama satu dekade, hari ini kami resmi meluncurkan BOBIBOS,” kata Ikhlas Thamrin di Jonggol, Minggu (2/11/2025).

Dia menjelaskan peluncuran BOBIBOS ini menjadi simbol kolaborasi antara inovator muda, pelaku usaha nasional, dan masyarakat daerah dalam mendorong kemandirian energi Indonesia. “Bahan bakar alternatif ramah lingkungan ini mampu mengurangi emisi hingga mendekati nol,” ucapnya.

Ikhlas Thamrin menuturkan bahwa inovasi ini merupakan hasil perjalanan panjang yang berawal dari keresahan akan ketergantungan Indonesia terhadap energi impor. “Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, Ikhlas Thamrin dan tim berhasil menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah. Ikhlas menjelaskan bahwa bahan bakar BOBIBOS merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! “Bahan Bakar ini berasal dari tanaman yang mudah tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di lahan persawahan,” imbuhnya.

Dengan konsep tersebut, BOBIBOS tidak hanya berfokus pada ketahanan energi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional. “BOBIBOS bukan hanya energi, tapi juga harapan. Kita ingin sawah tidak hanya menumbuhkan pangan, tetapi juga energi,” tutur Ikhlas Thamrin.

Performa Bobibos

Berdasarkan hasil uji laboratorium, bahan bakar BOBIBOS memiliki RON (Research Octane Number) mendekati 98, dengan performa yang mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional.

Sementara itu, Mulyadi, yang juga dikenal sebagai putra daerah Jonggol dan penggagas inisiatif ini, menyampaikan bahwa peluncuran BOBIBOS merupakan langkah nyata menuju kedaulatan energi bangsa. “Dulu kita berjuang menolak kenaikan harga BBM, kini saatnya kita melahirkan solusi. Indonesia harus berani bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen energi terbarukan,” ujar Mulyadi.

Mulyadi juga mengungkapkan bahwa BOBIBOS telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian ESDM. Sehingga BOBIBOS siap dikembangkan lebih luas melalui kerja sama lintas sektor.

Dalam kesempatan yang sama, H. Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa Perdanaraya Utama, menyatakan kesiapannya mendukung pemakaian bahan bakar BOBIBOS untuk armada bus miliknya yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. “Kami siap menjadi perusahaan transportasi pertama yang menggunakan bahan bakar karya anak bangsa ini. Kalau dulu Hino bisa mendunia karena kemitraan strategis, saya yakin BOBIBOS juga bisa,” paparnya.

Dengan semangat kolaborasi antara inovator muda, pelaku industri, dan pemerintah, BOBIBOS diharapkan menjadi tonggak baru lahirnya ‘Energi Merah Putih’. “Ini sebuah langkah menuju Indonesia yang mandiri, hijau, dan berdaya saing di kancah global,” tandas Mahpud.

Peluncuran BOBIBOS diakhiri dengan doa bersama dan peresmian simbolis pengisian bahan bakar pada kendaraan yang telah diuji, termasuk mobil Fortuner dan Alphard.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *