Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon

Eka Syaputra
4 Min Read

Kehilangan Seorang Prajurit TNI di Lebanon

Farizal Rhomadhon, seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI dalam misi perdamaian dunia United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), meninggal dunia saat bertugas di Lebanon akibat serangan dari Israel. Insiden ini menjadi duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI, dan seluruh bangsa Indonesia.

Kepergian Farizal Rhomadhon menjadi simbol dedikasi dan pengorbanan para prajurit TNI dalam menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia di wilayah konflik. Selain satu prajurit yang gugur, terdapat juga prajurit lain yang menjadi korban, yaitu 1 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Hal ini menunjukkan betapa tingginya risiko yang dihadapi oleh para prajurit saat menjalankan tugas di daerah yang penuh ketegangan.

Sebagai prajurit TNI, Farizal dikenal menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Ia merupakan bagian dari pasukan perdamaian Indonesia yang dikirim ke wilayah konflik untuk menjaga stabilitas dan keamanan dunia. Namun, tugas mulia tersebut harus dibayar mahal.

Profil Farizal Rhomadhon

Farizal Rhomadhon lahir di Kulon Progo, DIY pada 3 Januari 1998. Ia baru berusia 28 tahun saat tiada. Prajurit berpangkat Praka itu adalah prajurit TNI dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 113/ Jaya Sakti yang berada di bawah naungan Brigif 25/ Siwah, Kodam Iskandar Muda. Jabatan terakhirnya ialah Taban Provost 1 Ru Provost Kima.

Posisi ini adalah jabatan operasional untuk menjaga disiplin dan tata tertib di lingkungan Kompi Markas satuan Yonif. Menjadi seorang prajurit, Farizal sangat berdedikasi dengan profesinya. Ia bahkan pernah menerima dua penghargaan. Melalui penghargaan tersebut, ia diberikan tanda kehormatan berupa Satyalancana Dharma Nusa (SL Dharma Nusa) serta Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun sebagai lambang loyalitas, disiplin, dan pengabdian tanpa cacat.

Praka Farizal kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023. Keduanya dikaruniai seorang putri yang kini berusia 2 tahun. Keluarga mereka tinggal di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/ JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireun, Aceh.

Ditugaskan dalam Misi Internasional

Pada April 2025, Praka Farizal ditugaskan dalam misi PBB yakni pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Diketahui, misi ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kontribusi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan perdamaian global. Ia tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Pada Minggu, 29 Maret 2026, setahun setelah ia resmi ditugaskan, Farizal gugur akibat serangan Israel. Peristiwa itu terjadi pada pukul 20.44 waktu Lebanon atau Senin, 30 Maret 2026, pukul 01.40 WIB dini hari. Insiden ledakan proyektil tersebut terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.

Melansir dari Kompas, insiden itu terjadi tepat ketika konflik Israel dan Hizbullah memanas. UNIFIL mengaku belum mengetahui asal usul proyektil tersebut dan kini penyelidikan sedang berlangsung.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengungkapkan belasungkawa atas kematian Farizal. “Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan anggota pasukan penjaga perdamaian yang meninggal dunia, serta kepada Indonesia,” kata Guterres melalui akun X pribadinya. “Saya mendoakan agar anggota pasukan penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya,” sambungnya.

Mabes TNI mengonfirmasi kabar itu pada Senin, 30 Maret 2026. Jasad Farizal kini disemayamkan di East Sector Headquarters. “Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *