Firdha Razak Bantah Pernyataan Rafi Ikhsan Soal Penjualan Barang Vina Luciana

Hartono Hamid
4 Min Read

Klarifikasi Firdha Razak Mengenai Tuduhan Penjualan Barang Vina Luciana

Tuduhan yang menyebutkan bahwa Rafi Ikhsan menjual barang-barang milik istrinya, Vina Luciana, menjadi perhatian publik setelah muncul dalam sebuah podcast. Menanggapi isu tersebut, Firdha Razak memberikan klarifikasi kepada media.

Pada hari Kamis (5/3/2026), saat ditemui di Polda Metro Jaya, Firdha menegaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam podcast tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Ia bahkan menyebutnya sebagai kebohongan.

“Ya sesuai obsesinya dia, pengin tampil, pengin ngetop ya kan, tapi dengan jalur yang salah ya akhirnya tercapai. Mudah-mudahan obsesinya dia untuk menjadi artis juga bisa ya,” ujar Firdha Razak.

Firdha menilai bahwa keinginan untuk dikenal publik seharusnya tidak ditempuh dengan menyampaikan cerita yang tidak benar. Menurutnya, apa yang disampaikan dalam podcast tersebut jauh dari fakta yang sebenarnya.

“Cuma sayangnya kebohongan dia bisa ketakar gitu lho. Apa yang dia ceritakan itu kan yang di podcast itu kan bohong ya,” sambungnya.

“Saya bisa pastikan dan saya bisa bertanggung jawab atas apa yang saya ucapkan bahwa dia berbohong,” ujar Firdha.

Salah satu hal yang dibantah Firdha adalah tuduhan bahwa Rafi menjual barang-barang milik Vina. Ia menegaskan pihaknya memiliki bukti dan telah melakukan pendataan terhadap barang-barang tersebut.

“Contohnya seperti dia bilang di podcast kalau Rafi menjual barang-barangnya Vina, ya kan? Saya punya bukti dan kita sudah inventariskan barang-barang ini apa barang-barangnya Vina, yang itu enggak benar,” ujarnya.

Menurut Firdha, tidak pernah ada penjualan barang milik Vina seperti yang dituduhkan. Ia kemudian menjelaskan bahwa situasi sebenarnya berkaitan dengan rumah kontrakan yang sebelumnya ditempati.

“Saya tidak pernah, kita khususnya Rafi, Rafi tidak menjual barang-barang Vina,” ungkapnya.

“Tapi karena Rafi harus keluar dari rumah yang katanya Vina dia yang bayar rumah kontrakan itu, yang katanya Vina bayar setiap bulan. Masalahnya itu sudah nunggak berapa bulan. Dia sudah enggak bayar 4 atau 5 bulan,” sambungnya.

Firdha menjelaskan bahwa kontrakan tersebut akhirnya harus dikosongkan karena sudah menunggak pembayaran selama beberapa bulan dan akan ditempati penyewa baru.

“Nah, sudah gitu harus dihuni sama penghuni yang baru. Jadi harus keluar, barang-barangnya diamankan, ditaruh di gudang. Bukan dijual,” ujarnya.

Ia juga menyebut beberapa barang yang dipersoalkan, seperti kulkas dan AC, masih ada hingga sekarang. Bahkan sebagian barang tersebut sempat ia tunjukkan melalui media sosial sebagai bukti.

“Yang seperti dia bilang kulkas, kulkas itu sepinggang, terus AC itu Rafi, yang dibilang TV enggak ada ya. Terus sama barang-barang printilan lainnya yang sempat kemarin saya posting juga di medsos saya bahwa barang-barangnya dia masih utuh gitu lho. Justru diamankan sama Rafi,” sambungnya.

Firdha menambahkan bahwa sebagian barang tersebut kondisinya sudah tidak terlalu baik dan tidak memiliki nilai yang besar. Ia bahkan menyebut barang-barang tersebut hanya memenuhi ruang di rumahnya.

“Masih utuh, malah kalau misalnya kelamaan di rumah saya mau saya buang saja deh. Soalnya apa? Menuh-menuhin ya kan. Karena enggak ada manfaatnya buat kita juga, udah gitu kita sudah difitnah dibilangnya katanya menjual barangnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Firdha mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan untuk menyedekahkan barang-barang tersebut jika ada pihak yang bersedia menerimanya.

“Tapi kayaknya awalnya kita akan sedekahkan dulu, kita akan tanya dulu mau enggak yang disedekahi. Tapi kalau misalnya enggak bisa ya sudah mau enggak mau,” ungkapnya.

Sebelum mengambil keputusan lebih lanjut, Firdha memastikan semua barang akan didata terlebih dahulu. Ia juga berencana melibatkan RT setempat sebagai saksi agar tidak menimbulkan polemik baru.

“Tapi sebelumnya kita akan inventariskan dulu, dicatat, nanti kita panggil RT untuk sebagai saksi bahwa barang itu memang ada di rumah kita diamankan,” ujar Firdha.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *