Gaya Mewah Istri Gubernur Kaltim Ternyata Punya Utang Rp112 Miliar

Nurlela Rasyid
5 Min Read

Gaya Glamor dan Kekayaan Sarifah, Istri Gubernur Kaltim yang Jadi Sorotan

Sarifah Suraidah Abidien Harum, istri dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud, kini menjadi perbincangan publik. Bukan hanya karena statusnya sebagai pendamping kepala daerah, tetapi juga karena gaya hidupnya yang glamor serta laporan kekayaannya yang mencengangkan. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik.

Laporan Harta Kekayaan yang Menggegerkan

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diterbitkan pada 22 Maret 2025, total kekayaan bersih Sarifah mencapai sekitar Rp166,5 miliar. Angka ini terdiri dari berbagai aset seperti tanah, bangunan, kendaraan, hingga kas dan setara kas. Di sisi lain, ia juga melaporkan utang sebesar Rp112,6 miliar. Setelah dikurangi dengan utang tersebut, jumlah kekayaan bersihnya tetap sangat besar.

Rincian kekayaan Sarifah antara lain:
* Tanah dan Bangunan – Rp26,5 miliar
* Terdiri dari lima aset properti di Jakarta Selatan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara.
* Aset terbesar adalah tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp15 miliar.
* Alat Transportasi – Rp250 juta
* Memiliki tiga unit kendaraan, yaitu Suzuki X-Over (2007), Honda Freed (2008), dan Honda CRV (2010).
* Kas dan Setara Kas – Rp28 miliar
* Harta Lainnya – Rp224 miliar

Jejak Karier yang Menjanjikan

Sarifah lahir di Balikpapan pada 1 Januari 1981. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha yang menjabat pimpinan PT Barokah Agro Perkasa selama hampir satu dekade, dari 2014 hingga 2023. Karier politiknya kemudian mengalami peningkatan ketika ia resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar. Ia maju dari daerah pemilihan Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi sang suami yang memilih bertarung dalam kontestasi Pemilihan Gubernur.

Di internal partai, Sarifah juga memegang peran strategis sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kalimantan Timur.

Aktivitas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Di luar aktivitas politik, Sarifah dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan komunitas Bestie Sarifah Suraidah (BSS) serta menginisiasi Harum Center Foundation, sebuah lembaga yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kegiatan kemanusiaan di Kalimantan Timur. Kiprah sosial ini menjadi sisi lain dari sosok Sarifah yang jarang terlihat di balik gemerlap sorotan gaya hidupnya.

Gaya Penampilan yang Mencolok

Sarifah dikenal aktif membagikan aktivitasnya melalui akun Instagram pribadi. Dalam berbagai unggahan, ia kerap tampil mengenakan gaun panjang bermotif bunga, dipadukan dengan perhiasan mencolok serta topi lebar yang memberi kesan klasik dan glamor. Penampilan tersebut membuat sebagian warganet menyamakan gayanya dengan bangsawan Eropa atau perempuan Belanda tempo dulu. Gaya busana yang unik dan berani itu pun menempatkan Sarifah sebagai figur publik yang tak pernah luput dari sorotan media sosial.

Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Sorotan terhadap Sarifah semakin menguat seiring polemik yang menimpa suaminya, Gubernur Kaltim Rudy Masud. Polemik tersebut bermula dari anggaran pengadaan mobil dinas operasional gubernur di Jakarta dengan nilai fantastis mencapai Rp8,5 miliar. Rudy Masud secara terbuka menyatakan keberatannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah. “Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh,” tegas Rudy saat menanggapi kritik.

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang diproses merupakan SUV hybrid mewah dengan mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP, didukung motor listrik 140 kW. Kebijakan ini memicu aksi protes ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM).

Pembelaan Rudy Masud: Etalase Indonesia dan IKN

Menanggapi kritik tersebut, Rudy Masud meminta publik tidak berprasangka buruk. “Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut masih berada dalam koridor hukum, merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006. Rudy juga menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). “Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong,” jelasnya.

Persepsi Publik terhadap Kekuasaan

Sorotan terhadap Sarifah Suraidah Abidien Harum menunjukkan bagaimana figur pendamping kepala daerah kini tak lagi berada di balik layar. Gaya hidup, laporan kekayaan, hingga aktivitas politik dan sosialnya ikut membentuk persepsi publik terhadap kekuasaan. Di tengah polemik anggaran dan tuntutan transparansi, nama Sarifah menjadi simbol bagaimana citra, kekuasaan, dan kepercayaan publik saling berkelindan dan terus diuji di ruang demokrasi.




Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *