Harga plastik melonjak, pedagang es Cirebon kewalahan

admin
4 Min Read

Kenaikan Harga Plastik Mengancam Pendapatan Pedagang Es di Cirebon

Kenaikan harga plastik yang mencapai lebih dari 100 persen telah memengaruhi berbagai sektor, termasuk para pedagang es di Kota Cirebon. Hal ini menyebabkan peningkatan biaya produksi yang sangat signifikan, sehingga banyak pedagang terpaksa menaikkan harga jual produk mereka. Namun, kenaikan tersebut tidak selalu diterima dengan baik oleh konsumen.

Di kawasan Pasar Pagi, Kota Cirebon, Minggu (5/4/2026), situasi ini terlihat jelas. Para pedagang es seperti Aeni (60) mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan permintaan pasar. Aeni sempat mencoba menaikkan harga es sebesar Rp 1.000 per bungkus, tetapi langkah ini justru mendapat protes dari pembeli.

“Ini kan naik semua, sedotan naik, plastik naik,” ujar Aeni saat ditemui di lokasi. Ia mengatakan bahwa kenaikan harga bahan baku sudah terjadi sejak sebelum bulan puasa, dan dampaknya sangat terasa pada pendapatan harian. Sebelumnya, omzetnya bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 250 ribu per hari, namun kini sulit mencapai Rp 100 ribu.

Aeni juga menyebutkan bahwa kondisi saat ini jauh lebih sepi dibanding sebelumnya. Banyak pembeli yang tidak lagi datang ke tempatnya karena kenaikan harga. Akibatnya, ia terpaksa mengembalikan harga jual seperti semula meski harus menerima penurunan keuntungan.

Dampak Kenaikan Harga pada Konsumen

Dari sisi pembeli, kenaikan harga juga menimbulkan keterkejutan. Banyak konsumen yang tidak mengetahui adanya lonjakan harga plastik sebagai penyebab naiknya harga es. Salah satu pembeli, Husen Sadara (32), mengaku terbiasa membeli es dengan harga tetap, sehingga kaget saat terjadi kenaikan.

“Ya kalau kita sebagai pembeli kan, awalnya beli Rp 5.000, tadi juga beli Rp 5.000, sekarang masih tetap Rp 5.000. Jadi tahunya segitu harganya,” ujar Husen. Ia menilai, konsumen umumnya tidak memperhitungkan kenaikan bahan baku yang dialami pedagang.

Menurut Husen, faktor kenyamanan juga memengaruhi pilihan pembeli, terutama penggunaan kemasan. “Kalau pakai cup kan enak, bisa dibawa kayak gelas. Kalau plastik biasanya lebih murah,” jelas dia.

Penyebab Kenaikan Harga Plastik

Harga berbagai jenis plastik di pasaran dilaporkan terus mengalami kenaikan, bahkan mencapai lebih dari 100 persen, terutama untuk plastik kemasan dan kantong kresek. Kenaikan ini diduga dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku impor di tengah konflik global, yang berdampak langsung pada harga di tingkat pedagang kecil.

Para pedagang hanya bisa bertahan, meski harus rela keuntungan menipis bahkan omzet turun tajam. Situasi ini menunjukkan betapa rentannya ekonomi mikro terhadap fluktuasi harga global.

Tantangan yang Dihadapi Pedagang

Pedagang es di Cirebon kini berada dalam posisi serba sulit. Mereka harus menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya produksi, tetapi sering kali dihadapkan pada penolakan dari pembeli. Hal ini membuat banyak pedagang memilih bertahan di harga normal meski omzet anjlok drastis.

Aeni dan para pedagang lainnya terus berusaha mencari solusi agar dapat tetap bertahan di tengah situasi yang tidak menentu. Namun, tantangan ini akan terus berlanjut selama harga plastik terus meningkat dan permintaan pasar tidak stabil.


Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *