JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk terus menguat menuju level 8.377–8.440 pada perdagangan Rabu (18/2/2026) setelah libur Tahun Baru Imlek. Beberapa saham seperti INDY, ISAT, MAPI, dan UNTR menjadi fokus rekomendasi dari para analis.
Tim analis MNC Sekuritas mencatat bahwa IHSG ditutup melemah sebesar 0,64% ke level 8.212 pada Jumat (13/2/2026). Meskipun area koreksi minimal telah tercapai, tekanan jual masih mendominasi pasar.
Dalam skenario terbaik, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan sebagai bagian dari wave (c) dari wave [x], menuju rentang 8.377–8.440. Namun, perlu diwaspadai potensi koreksi ke area 8.098–8.155.
Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di 7.863 dan 7.712, sedangkan resistance di kisaran 8.354 dan 8.517.
Rekomendasi MNC Sekuritas:
-
INDY – Buy on Weakness
INDY terkoreksi sebesar 0,84% ke harga 3,560 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volumenya cenderung turun. Dalam skenario terbaik, INDY saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 5. -
Buy on Weakness: 3,190–3,420
- Target Price: 3,840, 4,070
-
Stoploss: di bawah 3,150
-
ISAT – Buy on Weakness
ISAT menguat sebesar 0,45% ke harga 2,230, namun masih didominasi oleh tekanan jual. Pergerakannya pun masih tertahan oleh MA60. Kami memperkirakan, posisi ISAT saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave C. -
Buy on Weakness: 2,120–2,180
- Target Price: 2,310, 2,400
-
Stoploss: di bawah 2,090
-
MAPI – Buy on Weakness
MAPI menguat sebesar 2,32% ke harga 1,325 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi MAPI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave A dari wave (B). -
Buy on Weakness: 1,265–1,305
- Target Price: 1,385, 1,440
-
Stoploss: di bawah 1,255
-
UNTR – Sell on Strength
UNTR menguat sebesar 2,26% ke harga 29,400 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 5, sehingga UNTR masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 26,375–28,325. -
Sell on Strength: 29,575–29,800
Pasar Nantikan Katalis Baru
Sebelumnya, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif setelah libur Imlek seiring pasar menanti katalis baru dari keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan rilis laporan keuangan 2025.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah menjelaskan bahwa IHSG dalam sepekan terakhir menguat sebesar 3,49%, menjadi sinyal awal pemulihan pasca isu Morgan Stanley Capital International (MSCI), meskipun tekanan eksternal masih membayangi.
“Pasar domestik diproyeksikan bergerak dinamis dengan fokus utama pada pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada 19 Februari sebagai sentimen kunci,” ujarnya.
Ekspektasi stabilisasi suku bunga serta arah kebijakan moneter ke depan dinilai memengaruhi risiko aset lokal. Keputusan BI juga akan menjadi penentu arus dana asing sekaligus indikator kepercayaan investor terhadap stabilitas makro domestik.
Selain itu, data pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan ekspansi sehat mencerminkan perbaikan permintaan sektor riil dan menjadi katalis positif bagi pasar. Kondisi ini memberi bantalan fundamental bagi IHSG di tengah ketidakpastian global.
Hari menilai reformasi pasar modal domestik juga menunjukkan progres, terutama dalam peningkatan transparansi dan tata kelola yang berpotensi meningkatkan daya tarik bagi investor asing dalam jangka menengah hingga panjang.
Investor juga disarankan mencermati rilis inflasi domestik, neraca perdagangan, serta laporan keuangan emiten kuartal IV/2025 yang dapat memberi arah lanjutan bagi indeks.
Secara teknikal, Indo Premier memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak konsolidatif setelah gagal menembus resistance 8.300, dengan support di kisaran 8.120. Selama resistance belum terlampaui, pergerakan indeks cenderung sideways dengan volatilitas terbatas.
Dalam kondisi tersebut, investor disarankan lebih selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat, khususnya sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih ditopang permintaan global serta harga relatif stabil.
Adapun saham pilihan Indo Premier pekan ini meliputi Bank Tabungan Negara (BBTN) target Rp1.555, Matahari Department Store (LPPF) target Rp1.945, dan Harum Energy (HRUM) target Rp1.285 per saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.