Inchcape siap hadirkan merek otomotif baru, tingkatkan ekspansi di RI

Nurlela Rasyid
3 Min Read



JAKARTA – Sebagai salah satu distributor otomotif global, Inchcape mengambil langkah strategis untuk membuka peluang memperkenalkan merek kendaraan baru di pasar otomotif Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari rencana ekspansi perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan industri yang terus berkembang.

Managing Director Interim Inchcape Indonesia, Bagus Susanto, menjelaskan bahwa secara global, perusahaan menaungi sekitar 50 merek otomotif. Dengan portofolio tersebut, Inchcape melihat adanya peluang untuk menambahkan merek baru yang akan dipasarkan di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar lokal dan meningkatkan persaingan.

Di pasar domestik, Inchcape bermitra dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) untuk mengelola beberapa merek ternama seperti Mercedes-Benz, Great Wall Motor, Jaguar, Land Rover, serta Harley-Davidson. Peran kemitraan ini mencakup importir resmi, pengembangan jaringan dealer, hingga strategi pemasaran di pasar lokal.

“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Inchcape di Indonesia, kami akan terus mengembangkan bisnis dari merek-merek yang sudah ada, termasuk merek-merek baru yang berpotensi diperkenalkan ke depan. Mengenai merek apa saja, tentu akan lebih menarik jika diumumkan pada momentum yang tepat,” ujar Bagus di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dari sisi Great Wall Motor (GWM), perusahaan masih melakukan kajian terhadap produk global yang dinilai sesuai dengan kebutuhan konsumen domestik. Pendekatan ini mencakup evaluasi terhadap berbagai lini model yang berpotensi dipasarkan di Indonesia. Misalnya, melalui model Tank yang telah diperkenalkan, maupun merek Haval, Ora, serta merek lain yang dimiliki GWM seperti Wey. Untuk saat ini, Inchcape masih dalam tahap evaluasi. Nantinya, perusahaan akan menghadirkan produk-produk terbaru di Indonesia.

Sebagai catatan, saat ini Inchcape memiliki fasilitas perakitan kendaraan di Wanaherang, Jawa Barat. Pabrik tersebut digunakan untuk merakit kendaraan secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD) untuk merek Mercedes-Benz dan GWM.

Di sisi lain, perusahaan juga mencermati dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi industri otomotif domestik. Konflik Iran dengan AS-Israel mendorong harga minyak Brent menembus US$100 per barel serta pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Meski demikian, Bagus menyampaikan bahwa Inchcape Indonesia tetap optimistis dan fokus memperkuat fondasi bisnis. Perseroan akan terus melakukan kajian strategis terhadap produk yang akan diluncurkan guna memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan volume penjualan.

Selain itu, Inchcape berencana memperluas jaringan dealer sejalan dengan peningkatan penjualan. Perusahaan juga menitikberatkan peningkatan layanan kepada pelanggan melalui penjualan, layanan purnajual, servis, dan penyediaan suku cadang.

“Terkait situasi industri terkini, khususnya dengan peristiwa global yang terjadi belakangan ini, kami terus mengamati dan mengevaluasi perkembangan yang ada. Namun demikian, optimisme untuk tahun ini tetap terjaga. Kami berharap industri atau pasar otomotif dapat tumbuh sekitar 5%,” pungkasnya.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *