Kepala SMAN 1 Tanggul Jadi Satu-satunya dari Jatim Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

Kaila Azzahra
4 Min Read



jatim.

SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah mengumumkan hasil rekrutmen bakal calon kepala SMA Unggul Garuda Baru.

Dari Jawa Timur, hanya satu nama yang lolos, yakni Marta Mila Sughesti. Kepala SMAN 1 Tanggul Jember itu akan ditempatkan di SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Penempatan kepala sekolah program unggulan tersebut mulai berlaku 1 April 2026.

SMA Unggul Garuda Baru merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto. Sekolah berkonsep boarding school negeri itu berada di bawah naungan Kemendikti Saintek dan berfokus pada penguatan sains, teknologi, dan kepemimpinan global.

Proses Rekrutmen yang Ketat

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi capaian tersebut. Dia menyebut keberhasilan itu menjadi bukti kualitas kepala sekolah di Jatim. “Dari proses panjang, hanya satu yang lolos. Ini menunjukkan kualitas kepala sekolah kita tidak perlu diragukan,” ujar Aries, Minggu (12/4).

Dia mengungkapkan awalnya terdapat tujuh pendaftar dari Jawa Timur. Mereka berasal dari SMAN 1 Jember, SMAN 1 Banyuwangi, SMAN 2 Kota Mojokerto, SMAN 1 Lawang Malang, SMAN 1 Gedeg Mojokerto, SMKN 6 Malang, dan SMAN 1 Tanggul Jember.

Menurut Aries, seleksi berlangsung sangat ketat. Salah satu syarat utama adalah kemampuan bahasa Inggris dengan standar internasional seperti IELTS, TOEFL iBT, PTE, dan TOEFL ITP. Dia menilai capaian itu tidak lepas dari pembinaan Dindik Jatim yang selama ini fokus pada penguatan kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah.

“Berbagai pelatihan mendorong kepala sekolah terus berprestasi dan siap bersaing di tingkat nasional,” katanya. Aries berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Jawa Timur.

Pengalaman Marta Mila Sughesti

Sementara itu, Marta Mila Sughesti mengaku proses seleksi menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan besar. Dia menyebut pada tahap awal terdapat 532 pendaftar secara nasional. Dari jumlah itu, 229 peserta lolos seleksi administrasi. Peserta kemudian disaring melalui tes kemampuan bahasa Inggris dengan standar minimal IELTS 6,5; TOEFL iBT 81,5; PTE 58,5; dan TOEFL ITP 550, hingga tersisa 58 peserta terbaik.

“Tahapan seleksi bukan hanya menguji kompetensi, tetapi juga kesiapan memimpin sekolah berstandar global,” ujar Marta. Seleksi berlanjut dengan tes substansi, psikologi, hingga presentasi visi-misi dalam bahasa Inggris di hadapan panelis profesional.

Marta menyebut motivasinya mengikuti seleksi didorong keinginan meningkatkan kualitas pendidikan. “Kepala sekolah harus menjadi learning leader, agen perubahan, dan penggerak ekosistem pendidikan,” katanya.

Prestasi yang Mengesankan

Selama memimpin SMAN 1 Tanggul, Marta mencatatkan berbagai prestasi. Siswanya meraih gold medal Youth International Science Fair 2026, juara Kejurprov Domino, hingga kompetisi inovasi nasional. Tak hanya itu, capaian siswa lolos SNBP juga meningkat signifikan. Pada 2026, sebanyak 40 siswa lolos dari 84 peserta eligible.

Jumlah itu naik dibanding 2025 sebanyak 37 siswa, dan jauh meningkat dari 2024 yang hanya 8 siswa.

Pada tahap awal pemerintah akan membuka empat SMA Unggul Garuda di wilayah Indonesia timur, yakni di NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Belitung Timur.

Share This Article
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *