Kisah Perawat Jember Bantu Ibu Melahirkan di Pesawat Hingga Darurat Mendarat

Hartono Hamid
3 Min Read

Aksi Heroik Perawat Jember Saat Bantu Persalinan Darurat di Pesawat

Sebuah kejadian tak terduga terjadi saat penerbangan Saudi Airline rute Jeddah–Jakarta berlangsung. Seorang penumpang asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami proses persalinan mendadak, yang memicu respons cepat dari seorang perawat asal Jember, Febrian Rahmatullah.

Febrian, yang saat itu sedang dalam perjalanan mudik dari Arab Saudi menuju Jakarta, menjadi penyelamat dalam situasi kritis tersebut. Ia bersama tim medis dadakan di pesawat berhasil memandu kelahiran bayi laki-laki dengan peralatan seadanya. Insiden ini memaksa kapten pesawat melakukan pendaratan darurat kembali ke Bandara Jeddah agar ibu dan bayi segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.

Pengalaman Unik Saat Bantu Persalinan di Pesawat

Febrian Rahmatullah merupakan perawat Rumah Sakit (RS) Bina Sehat Jember yang sedang berdinas di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Ta’if, Arab Saudi. Ia sedang mengajukan cuti tahunan untuk pulang ke Indonesia. Di tengah perjalanan, ia secara tidak sengaja membantu seorang penumpang melahirkan.

Menurut Febrian, kejadian tersebut terjadi saat penerbangan baru berjalan satu jam. Kru pesawat menyiarkan pengumuman mencari penumpang yang berprofesi sebagai perawat atau dokter. Ia langsung melapor kepada pramugari dan mendapat informasi bahwa ada penumpang yang akan melahirkan.

“Saat itu posisi kepala bayi sudah terlihat, sehingga seluruh penumpang yang berprofesi sebagai tenaga medis di dalam pesawat segera mengambil tindakan,” ujarnya.

Setelah berjibaku dengan persalinan, akhirnya bayi dengan jenis kelamin laki-laki bisa keluar dengan selamat. Febrian dibantu oleh dua dokter dan satu perawat lainnya. Mereka menggunakan alat seadanya untuk memotong tali pusar bayi. Setelah itu, dokter dan perawat lainnya melakukan perawatan terhadap penumpang asal Indonesia tersebut guna memastikan kondisi ibu dan bayi tetap stabil.

Pendaratan Darurat dan Evakuasi Medis

Setelah kru koordinasi dengan kapten pesawat untuk memutuskan emergency landing dan kembali ke Jeddah, Febrian bersama tim medis bandara melakukan tindakan pengeluaran plasenta. Kemudian, ibu dan bayi dievakuasi untuk dibawa ke rumah sakit terdekat oleh tim medikal airport.

“Setelah itu pada pukul 08.00 pagi kami kembali melakukan penerbangan ke Jakarta dan mendarat dengan selamat,” imbuhnya.

Fokus Utama Penyelamatan Nyawa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu yang melahirkan tersebut merupakan warga asal Lombok yang sedang melakukan perjalanan seorang diri. Ia sudah memiliki dua orang anak sebelumnya dan sedang melakukan perjalanan menuju Indonesia.

Meski demikian, Febrian mengaku tidak sempat menanyakan nama ibu tersebut karena fokus melakukan tindakan medis. “Ibunya mungkin syok juga kaget, jadi hanya bisa diam pasrah nggak ngomong apa-apa,” katanya.

Bagi Febrian, hal ini merupakan pengalaman pertama membantu proses persalinan selama menjadi perawat. Ia mengaku perasaan tegang dan cemas menyelimutinya saat harus bekerja dengan peralatan terbatas. “Jelas kaget, pengalaman pertama bantu lahiran di pesawat dengan alat yang terbatas, cemas pasti, tapi harus tetap profesional memaksimalkan alat yang tersedia,” tuturnya.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *