Enam Persen Bayi Indonesia Lahir dengan Berat Rendah, Rentan Stunting

Lani Kaylila
4 Min Read

Masalah Kesehatan pada Bayi Baru Lahir yang Perlu Diperhatikan

Hasil pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) 2025 menunjukkan bahwa masih ada beberapa masalah kesehatan dasar pada bayi baru lahir yang memerlukan perhatian serius sejak awal kehidupan. Salah satu temuan utama adalah adanya bayi dengan berat lahir rendah yang memiliki potensi risiko kesehatan lanjutan, termasuk stunting.

Berdasarkan data pemeriksaan bayi usia dua hari, sekitar 6 persen bayi tercatat memiliki berat lahir di bawah 2,5 kilogram. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa angka ini cukup tinggi dan menjadi perhatian penting. Ia menyatakan bahwa bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan di masa depan jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Pencegahan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin dan pemenuhan gizi seimbang menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko berat lahir rendah. Selain itu, pemberian ASI secara teratur setiap dua hingga tiga jam serta pemeriksaan rutin minimal sebulan sekali menjadi kunci dalam mengejar pertumbuhan berat badan bayi.

Data menunjukkan bahwa sekitar 390 ribu bayi dengan berat lahir rendah tercatat dan masuk dalam sistem Puskesmas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan perawatan intensif terhadap bayi-bayi tersebut.

Kelainan Bawaan yang Ditemukan

Selain berat lahir rendah, CKG 2025 juga menemukan sejumlah kelainan bawaan pada bayi. Tiga kelainan yang paling banyak terdeteksi adalah kekurangan enzim pelindung sel darah merah, penyakit jantung bawaan kritis, dan kekurangan hormon tiroid.

Penyakit jantung bawaan kritis terjadi akibat struktur jantung atau pembuluh darah besar yang tidak normal sejak lahir dan memerlukan tindakan operasi. Kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor-faktor yang terjadi selama masa kehamilan. Sementara itu, kekurangan hormon tiroid pada bayi menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kualitas tumbuh kembang jangka panjang.

Maria Endang menjelaskan bahwa bayi dengan kekurangan hormon tiroid harus segera mendapatkan pengobatan maksimal satu bulan setelah kelahiran. Jika ditangani tepat waktu, anak dengan kondisi ini masih dapat tumbuh dengan kecerdasan optimal. Namun, keterlambatan penanganan berisiko menyebabkan gangguan intelektual permanen.

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini menjadi penentu kualitas hidup anak di masa depan. Untuk kasus kekurangan hormon tiroid, pengobatan harus dimulai secepat mungkin dan seluruh biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. Pemeriksaan enzim pelindung sel darah merah bertujuan mencegah risiko penurunan hemoglobin akibat konsumsi obat atau makanan tertentu yang dapat memicu pecahnya sel darah merah.

Kementerian Kesehatan juga menyoroti pentingnya pencegahan sebelum kehamilan melalui skrining calon pengantin yang telah menjadi bagian dari layanan kesehatan. Ibu hamil diimbau menghindari paparan zat berbahaya seperti rokok dan alkohol selama kehamilan.

Untuk kasus penyakit jantung bawaan kritis, Kemenkes telah melakukan penguatan layanan jantung di berbagai wilayah Indonesia guna memastikan bayi yang terdeteksi dapat segera memperoleh tindakan medis yang dibutuhkan.

Langkah Pencegahan dan Penanganan Dini

Temuan CKG 2025 pada bayi baru lahir ini menjadi dasar penting bagi upaya pencegahan dan penanganan dini, agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat sejak hari pertama kehidupan. Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, risiko kesehatan jangka panjang dapat diminimalkan, sehingga memberikan kesempatan bagi bayi-bayi untuk berkembang secara optimal.


Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *