Kompas Gramedia Gelar Konser Gitaris Bantu Korban Bencana Sumatera

Hendra Susanto
5 Min Read

Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Membangun Kembali Sumatera Pasca-Bencana

Kompas Gramedia mengajak sejumlah gitaris ternama Indonesia untuk menggelar konser amal yang bertujuan membantu pemulihan wilayah Sumatera setelah bencana banjir. Konser yang diberi tajuk “Konser Amal Gitaris untuk Negeri” akan digelar di Studio 1 KompasTV di Jakarta pada Senin (26/1/2026) malam. Acara ini akan disiarkan langsung di KompasTv pada pukul 20.30-21.30 WIB atau 22.30-23.30 WIT.

Hasil penggalangan dana dari konser ini akan dialokasikan melalui Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Sumatera. DKK telah berpengalaman dalam menyalurkan donasi untuk berbagai bencana, termasuk pemulihan pasca-gempa Cianjur pada 2022.

Daftar Gitaris dan Penyanyi yang Ikut Tampil

Para gitaris yang akan tampil dalam konser ini antara lain Dewa Budjana, Eross Candra, Ian Antono, dan Tohpati. Selain itu, ada juga Andre Dinuth, BAIM, Denny Chasmala, Edi Kemput, Endah Widiastuti, Eet Sjahranie, Ezra Simanjuntak, dan Gugun Blues Shelter. Hadir juga Jubing Kristianto, Kin The Fly, Kongko Cadillac, Ramadhista Akbar, Ridho Hafiedz, dan Stanly Bactian.

Selain gitaris, konser ini juga akan diisi oleh para penyanyi seperti Arda Hatna, Dira Sugandi, Ipang Lazuardi, Lea Simanjuntak, Nadhif Basalamah, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Sandy Canester, Tantri Syalindri, dan Uap Widya. Para musisi ini akan berkolaborasi dalam menampilkan lagu-lagu yang penuh makna dan semangat solidaritas.

Lelang Lukisan sebagai Bentuk Donasi Tambahan

Pada saat yang sama, akan digelar lelang lukisan karya para seniman Tanah Air di Bentara Budaya Jakarta. Tujuan lelang ini adalah sama, yaitu menggalang dana demi pemulihan Sumatera setelah bencana banjir pada November 2025.

Lelang ini akan mencakup berbagai karya seni dari 15 seniman tanah air, antara lain Afriani, Asmo Adji, Emmy Go, Eko Hand, Kusdianti, Putu Fajar Arcana, Saskia Gita Sakanti, Supantono, Tri Suharyanto, Laiqa Twins, Ilham Khoiri, Ika W Burhan, Setiyoko Hadi, dan Wiwik Oratmangun. Semua hasil lelang akan disumbangkan untuk pemulihan Sumatera.

Konser Disiarkan Secara Langsung

Konser amal ini akan disiarkan langsung melalui KompasTV dan live streaming di kanal YouTube Harian Kompas, KompasTV, Kompas.com, Tribunnews, Kontan, Grid Network, KG Radio Network, dan Bentara Budaya. Masyarakat dapat berkontribusi dengan cara menyaksikan konser melalui layar kaca dan gawai.

Menurut Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Gesit Ariyanto, setiap donasi yang diberikan sangat berarti untuk penanganan pascabencana. Tim DKK sedang mendistribusikan donasi dan terus berkomunikasi dengan jejaring di tiga provinsi lokasi bencana, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Peran Gitaris dalam Konser Amal

Gitaris senior band GIGI, Dewa Budjana, berharap usaha dia dan kawan-kawan di atas panggung bisa membantu para korban bencana. “Semoga melalui konser ini, banyak donatur menyumbang untuk pemulihan di Sumatera, karena sepertinya dilihat cukup panjang untuk recovery-nya,” katanya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Harapan senada dilontarkan vokalis sekaligus gitaris, Endah Widiastuti. “Saudara-saudara kita di Sumatera belum sepenuhnya pulih meskipun sudah banyak bantuan datang. Pemulihan itu harus terus-menerus digaungkan agar semuanya menjadi lebih baik,” ucapnya.

Perkuat Solidaritas Bangsa Indonesia

Corporate Communication Director Kompas Gramedia, Glory Oyong, berharap konser amal dan lelang lukisan itu dapat memperkuat solidaritas bangsa Indonesia untuk membantu Sumatera. Ini adalah konser kelima yang digelar Kompas Gramedia bersama gitaris untuk menggalang dana.

Kegiatan serupa pernah dilakukan setelah letusan Gunung Merapi (2010), letusan Gunung Sinabung serta banjir Jakarta dan Manado (2014), gempa di Palu (2018), dan bencana Cianjur (2022). Akan ada lelang gitar, termasuk gitar yang ditandatangani para musisi yang tampil dalam konser.

Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan kerusakan parah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akhir November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 1.198 korban meninggal, 144 orang hilang, dan 166.579 pengungsi akibat bencana di Sumatera itu.

Berdasarkan data pada tanggal yang sama, Sabtu (17/1/2026), ratusan ribu bangunan rusak, mulai dari rumah hingga kantor. Perinciannya 175.126 rumah, 581 fasilitas pendidikan, 145 jembatan, 1.200 fasilitas umum, 434 tempat ibadah, dan 290 gedung perkantoran.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *